KALTIMPOST.ID, KUTAI TIMUR – Operasi pencarian seorang pelajar yang terseret arus di Sungai Batu Balai, Kecamatan Muara Bengkal, Kabupaten Kutai Timur, berujung duka. Korban adalah Abdul Efal, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah proses penyisiran selama tiga jam.
Jasad remaja tersebut dievakuasi tim SAR gabungan bersama warga pada Jumat (11/9) malam sekitar pukul 19.30 Wita. Titik penemuan jasad berada sekitar 200 meter dari lokasi awal saat korban dilaporkan tenggelam.
Baca Juga: Bungkus Teh Isi Sabu Diamankan Polsek Sangatta Utara, Jejak Transaksi Terlacak Lewat Ponsel
Kapolsek Muara Bengkal Iptu Agus Fahrur Rozi membeberkan bahwa petaka bermula sekitar pukul 16.30 Wita. Saat itu, korban tengah berada di tepian sungai bersama seorang rekannya.
Dua pekerja yang berada di pinggir sungai, Hendri Joni dan Muhammad Ririn, mendadak mendengar teriakan minta tolong dari arah air. Keduanya langsung bergegas mendatangi sumber suara dan melihat dua anak laki-laki tengah berjuang di dalam aliran sungai.
Aksi penyelamatan spontan segera dilakukan oleh kedua saksi tersebut. Sayangnya, hanya rekan korban yang berhasil ditarik ke daratan, sementara tubuh Abdul Efal gagal dijangkau hingga akhirnya hilang tenggelam.
Baca Juga: Sinergi Kubar-Bontang Diperkuat, SPIP dan Manajemen Risiko Jadi Ruang Berbagi
Mendapat laporan musibah tersebut, personel Polsek Muara Bengkal langsung bergerak ke lokasi kejadian. Langkah cepat dilakukan dengan menggandeng tim Basarnas, BPBD, relawan, serta warga setempat untuk menyisir aliran sungai.
Upaya keras tim gabungan akhirnya membuahkan hasil menjelang malam. Tubuh pelajar kelahiran Loa Janan, 25 Mei 2009 itu berhasil dievakuasi dari dasar perairan untuk kemudian ditangani lebih lanjut.
Menyikapi insiden memilukan ini, Agus Fahrur Rozi mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi bahaya di perairan. Arus sungai kerap menyimpan risiko tinggi yang sewaktu-waktu dapat mengancam keselamatan jiwa.
Baca Juga: Lionel Messi Enggak Mau Kalah Banget, Ikuti Jejak Ronaldo Jadi Pemilik Klub Liga Spanyol
Pihak kepolisian juga meminta warga untuk tidak mengambil risiko berlebih saat beraktivitas di dekat air.
Jika terjadi situasi darurat, masyarakat diimbau segera menghubungi aparat keamanan agar tindakan penyelamatan dapat lekas dijalankan. (*)
Editor : Dwi Restu A