Amankan Pasokan Air Bersih Sangatta, Intake Ponton Perumdam Kutim Beroperasi Akhir September

Jufriadi • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 14:26 WIB
DUKUNGAN: Ponton pompa mulai diturunkan ke Sungai Sangatta untuk mendukung pengambilan air baku Perumdam Kutim.
DUKUNGAN: Ponton pompa mulai diturunkan ke Sungai Sangatta untuk mendukung pengambilan air baku Perumdam Kutim.

KALTIMPOST.ID, SANGATTA – Perumda Air Minum Tirta Tuah Benua Kutai Timur (Perumdam Kutim) terus merampungkan sejumlah pekerjaan pada intake ponton di Sungai Sangatta. Fasilitas pengambilan air baku tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada akhir September.

Pekerjaan yang tersisa antara lain penuntasan jembatan penghubung, pengelasan, pemasangan panel listrik, serta sejumlah komponen pendukung lainnya. Sementara itu, pemasangan pipa menuju ponton telah mencapai sekitar 80 persen.

Manajer Produksi Perumdam Kutim Fahrul menerangkan, penyelesaian seluruh komponen mutlak diperlukan sebelum pompa diuji coba dan dioperasikan penuh.

Baca Juga: Proyek Rp12,8 Miliar di Kutim Diperiksa Kejari, Dugaan Kerugian Negara Capai Rp2,25 Miliar

"Atas arahan Direktur Utama, pompa ditargetkan sudah dapat dioperasikan pada akhir September 2026," ungkap Fahrul dalam keterangannya, Jumat (25/9).

Ponton pompa sendiri telah diturunkan ke aliran Sungai Sangatta pada Selasa (22/9). Jembatan penghubung yang sedang dikerjakan nantinya difungsikan sebagai akses petugas sekaligus jalur penyangga pipa menuju ponton.

"Sekarang masih pengerjaan jembatan, termasuk pengelasan di sejumlah bagian," terangnya.

Berdasarkan pengecekan lapangan pada Kamis (24/9), panel listrik dan beberapa instrumen pendukung masih terus dikerjakan. Perumdam Kutim optimistis seluruh tahapan rampung tepat waktu sesuai jadwal yang ditetapkan.

Baca Juga: Sudah Puluhan Tahun Dihuni Masih Berstatus Hutan, Warga Tepian Langsat Tuntut Keadilan di DPRD Kutim

Intake ponton ini sengaja disiapkan guna mengantisipasi fluktuasi debit air Sungai Sangatta. Berbeda dengan instalasi permanen, posisi pompa pada ponton dapat menyesuaikan naik-turunnya permukaan air sungai secara fleksibel.

Staf Perencanaan Teknik Perumdam Kutim Hary Purnomo menjelaskan, pompa yang dipasang berjenis sentrifugal dengan bobot sekitar 700 kilogram. Daya sedotnya mampu mencapai kapasitas 150 liter per detik.

"Tujuannya untuk memaksimalkan suplai air kepada masyarakat, khususnya saat musim kemarau. Ponton ini bisa mengikuti pasang-surut air sungai," ujar Hary.

Secara fisik, ponton tersebut memiliki panjang 5,5 meter, lebar 3,5 meter, dan tinggi 1 meter. Pada bagian atas instalasi, tim memasang atap pelindung setinggi 2,5 meter.

"Penambahan atap merupakan modifikasi atas arahan Direktur Utama untuk melindungi pompa dari panas dan hujan. Ponton juga dilengkapi pagar besi untuk memberikan keamanan bagi operator saat melakukan pengecekan maupun perawatan," jelas Hary.

Faktor keamanan menjadi prioritas mengingat perairan Sungai Sangatta masih menjadi habitat alami buaya liar. Keberadaan pagar pengaman memastikan aktivitas pemeliharaan mesin berlangsung aman bagi para petugas teknis.

Setelah perakitan tuntas, sistem intake ponton bakal menjalani uji fungsi menyeluruh. Terobosan ini diharapkan menjaga keandalan distribusi air bersih bagi warga Sangatta saat musim kemarau melanda.

"Semoga sistem ponton ini dapat bekerja dengan baik sehingga pengambilan air baku bisa dilakukan secara optimal dan pelayanan kepada pelanggan tetap terjaga," pungkasnya. (*)

Editor : Duito Susanto
perumdam kutim intake ponton air bersih sangatta kutai timur sungai sangatta