Diskes Kutim Kejar Temuan Kasus TBC Lewat Skrining Berbasis Wilayah

ADV • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 12:36 WIB
Kepala Dinkes Kutim, Yuwana Sri Kurniawati. (DOK/KP)
Kepala Dinkes Kutim, Yuwana Sri Kurniawati. (DOK/KP)    

 

KALTIMPOST.ID, SANGATTA – Penanganan tuberkulosis (TBC) di Kutai Timur (Kutim) diarahkan pada penguatan penemuan kasus baru. Dinas Kesehatan (Diskes) Kutim memprioritaskan skrining masyarakat yang berada di sekitar lokasi yang sebelumnya ditemukan penderita TBC positif.

a
Kepala Diskes Kutim Yuwana Sri Kurniawati mengatakan, penelusuran dilakukan untuk mengetahui kemungkinan adanya warga lain yang terpapar namun belum teridentifikasi. Wilayah dengan riwayat kasus positif menjadi sasaran utama kegiatan tersebut.

“Tracking ini kami arahkan terutama ke lokasi yang sudah ada penderita positif TBC. Jadi masyarakat di sekitar kasus itu yang menjadi sasaran pemeriksaan,” kata Yuwana, Senin (28/9).

Baca Juga: Sepakati APBD Perubahan 2026 Balikpapan, DPRD Soroti PAD hingga Layanan Publik

Menurut dia, setiap lokasi yang masuk dalam sasaran memiliki target pemeriksaan sebanyak 100 orang. Target tersebut dikejar hingga akhir tahun agar penemuan kasus dapat dilakukan lebih cepat.

“Untuk masing-masing lokasi, skriningnya ditargetkan 100 orang. Sampai Desember ini kami harapkan seluruh target tracking TBC sudah bisa diselesaikan,” ujarnya.

Baca Juga: Polisi Bongkar Dugaan Transaksi Sabu di Teluk Pandan, Tiga Orang Diamankan

Yuwana menjelaskan, pendekatan berbasis lokasi dilakukan karena lingkungan sekitar penderita menjadi salah satu bagian penting dalam penelusuran penularan TBC. Petugas akan melihat kondisi dan riwayat kasus sebelum menentukan masyarakat yang perlu menjalani pemeriksaan.

Hasil skrining nantinya menjadi dasar untuk menentukan tindak lanjut. Warga yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut akan diarahkan ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan penanganan sesuai kondisi.

Baca Juga: Transfer ke Daerah Kaltim Capai Rp15,34 Triliun, Dana Desa Sudah 82,98 Persen

Diskes juga meminta masyarakat tidak mengabaikan ajakan pemeriksaan dari petugas. Terutama bagi warga yang tinggal atau beraktivitas di sekitar wilayah dengan temuan kasus positif.

“Yang kami kejar bukan hanya menemukan penderita yang sudah ada, tetapi juga mencari kemungkinan kasus lain di sekitar lokasi tersebut. Karena itu partisipasi masyarakat penting,” jelasnya.

Pemantauan hasil skrining juga akan dilakukan melalui fasilitas kesehatan yang menangani masyarakat di wilayah sasaran. (adv)

Editor : Sukri Sikki
Yuwana Sri Kurniawati dinas kesehatan tbc kutim