Gudang Bulog Segera Hadir di Sangatta, Siap Serap Hasil Panen Petani Kutai Timur

ADV • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 13:32 WIB
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kutim Dyah Ratnaningrum.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kutim Dyah Ratnaningrum.

KALTIMPOST.ID, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) terus mendorong percepatan penyelesaian sertifikat lahan untuk pembangunan gudang Badan Urusan Logistik (Bulog). Fasilitas penyimpanan tersebut ditargetkan sudah dapat beroperasi sebelum panen raya berlangsung pada Februari mendatang.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kutim Dyah Ratnaningrum mengungkapkan bahwa pembangunan gudang tersebut sepenuhnya memanfaatkan anggaran Bulog pusat. Demi merealisasikan fasilitas strategis ini, Pemkab Kutim telah menyiapkan lahan seluas 3 hektare untuk dihibahkan.

Baca Juga: Tak Cukup Hanya Permukiman, Pemkab Kutim Dorong Legalisasi Lahan Produktif Lewat TORA

Kendati demikian, pembangunan fisik belum dapat dimulai lantaran sertifikat lahan hibah tersebut masih tertahan dalam proses administrasi. “Bulog baru akan membangun kalau sertifikat hibahnya sudah ada. Sampai sekarang kami masih menunggu penerbitan sertifikatnya,” tutur Dyah.

Ia menegaskan, seluruh dokumen pendukung pembangunan dari pihak daerah sejatinya telah siap. Bahkan, Pemkab Kutim telah mengantongi surat resmi bupati terkait kesiapan penyerahan hibah lahan kepada Bulog.

Dyah berharap persoalan sertifikasi dapat segera dituntaskan melalui koordinasi intensif antarpihak guna menyelaraskan perbedaan alur administrasi. “Harus duduk bersama bagaimana caranya supaya tuntas. Masalah ini harus segera diselesaikan karena jika tertunda, sangat disayangkan anggaran Bulog tahun ini bisa hangus,” imbuhnya.

Lahan yang dialokasikan tersebut berada di kawasan strategis Jalan Soekarno-Hatta, Kecamatan Sangatta Utara. Total area yang tersedia mencapai 4,7 hektare dan masih sangat memungkinkan untuk diperluas sekitar 1 hektare lagi.

Baca Juga: Bupati Kutim Minta Aset Tanah Pemkab Jelas, Persoalan Lahan Masih Muncul di Lapangan

Pada tahap awal, pembangunan gudang logistik beserta sarana kantor operasional diperkirakan memerlukan luas area sekitar 3 hektare. Pekerjaan fisik diproyeksikan berlangsung cepat dan tuntas dalam kurun dua hingga tiga bulan saja.

“Kalau pembangunan fisik mungkin tiga bulan selesai, bahkan bisa lebih cepat. Harapan saya Januari atau Februari sudah rampung dan langsung bisa dimanfaatkan,” pungkas Dyah.

Keberadaan gudang Bulog ini dinilai krusial untuk mengoptimalkan penyerapan gabah hasil panen petani lokal. Langkah ini sekaligus memperkuat cadangan dan stabilitas logistik pangan di wilayah Kutai Timur. (*)

Editor : Duito Susanto
Berita Sangatta gudang bulog kutim ketahanan pangan kutim Dyah Ratnaningrum pemkab kutim