KALTIMPOST.ID, SANGATTA - Insiden mendebarkan dialami lima orang warga yang tengah menyalurkan hobi memancing di perairan Sangatta, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Minggu (4/10/2026).
Perahu ketinting yang mereka tumpangi mendadak mati mesin hingga membuat rombongan pemancing itu terombang-ambing tanpa arah di tengah laut selama sekitar dua jam.
Baca Juga: Bapenda Bontang Sasar Jalan Protokol untuk Pemutakhiran NJOP, Warga Diminta Tak Khawatir
Kepanikan tersebut akhirnya mereda setelah jajaran Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Kutim bergegas melakukan penyelamatan. Tim SAR kepolisian bergerak ke titik koordinat sesaat setelah menerima laporan darurat dari kelompok nelayan setempat sekitar pukul 16.15 Wita.
Setibanya di lokasi kejadian, petugas mendapati seluruh penumpang kapal ketinting dalam kondisi cemas dan sangat membutuhkan pertolongan. Personel kepolisian langsung memprioritaskan evakuasi fisik para pemancing agar tidak terjadi hal-hal fatal.
Baca Juga: Pakai Sistem Geotagging, Pemkot Balikpapan Pastikan Bantuan Pangan Tepat Sasaran
Tak hanya membawa para pemancing ke tempat aman, armada patroli Satpolairud juga menarik kapal ketinting yang mengalami kerusakan mekanis tersebut ke daratan. Proses evakuasi berjalan lancar hingga rombongan bersandar di Dermaga Kenyamukkan tanpa ada korban jiwa maupun luka-luka.
Mewakili Kapolres Kutim AKBP Aryansyah, Kasat Polairud Polres Kutim Iptu Herianto menegaskan bahwa tindakan taktis ini merupakan wujud kesigapan aparat dalam merespons mara bahaya di wilayah perairan. Keselamatan warga menjadi pertimbangan paling mendesak saat laporan diterima.
“Begitu menerima informasi dari masyarakat, personel langsung menindaklanjuti dan menuju lokasi. Prioritas kami adalah memastikan keselamatan seluruh pemancing, kemudian mengevakuasi kapal yang mengalami gangguan mesin,” ujar Iptu Herianto.
Baca Juga: Pipa Gas Bocor di Jalan HM Ardan, BME Tutup Aliran Gas di Satimpo Hari Ini
Ia menambahkan, peristiwa mati mesin di tengah laut ini hendaknya menjadi cerminan sekaligus pelajaran berharga bagi warga yang kerap berlayar. Kesiapan teknis perahu dan ketersediaan alat keselamatan merupakan hal mutlak yang tidak boleh diabaikan sebelum melaut.
“Polisi hadir bukan hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga memberikan pertolongan ketika masyarakat menghadapi situasi darurat. Ini merupakan bagian dari pelayanan kepolisian sebagai Polisi Penolong,” tegasnya.
Kini seluruh pemancing telah kembali dengan selamat dan situasi di Dermaga Kenyamukkan terpantau kondusif. Satpolairud Polres Kutim terus mengingatkan masyarakat untuk segera menghubungi kontak darurat kepolisian jika menghadapi kendala serupa di laut lepas. (*)
Editor : Sukri Sikki