KALTIMPOST.ID, SANGATTA – Akses listrik di wilayah pedalaman Kutai Timur (Kutim) terus diperluas. Empat desa di Kecamatan Batu Ampar kini telah mendapatkan pasokan listrik PLN selama 24 jam setelah jaringan mulai beroperasi penuh sejak Senin (5/10).
Keempat desa tersebut yakni Beno Harapan, Mawai Indah, Mugi Rahayu, dan Himba Lestari. Kehadiran listrik sepanjang hari menjadi perubahan penting bagi masyarakat yang selama ini belum menikmati layanan kelistrikan secara penuh.
Baca Juga: Langkah Krusial Menuntaskan Penataan Aset Lahan Melalan di Kubar
Namun, pekerjaan elektrifikasi di kawasan tersebut belum sepenuhnya selesai. Pemerintah kecamatan masih mengejar pemasangan sambungan listrik ke rumah-rumah warga agar seluruh keluarga dapat menikmati layanan tersebut.
Camat Batu Ampar Akhmadsyah menyampaikan, pemasangan sambungan rumah tangga telah mencapai progres berbeda di masing-masing desa. Mawai Indah menjadi salah satu wilayah yang telah menyelesaikan pemasangan dengan 222 sambungan.
Baca Juga: Dampak Karhutla Kepung Samarinda, DLH Perkuat Pantauan Kualitas Udara
Sementara itu, Mugi Rahayu mencatat 125 sambungan rumah tangga yang telah terpasang. "Di Desa Mawai Indah, sebanyak 222 sambungan rumah tangga telah terpasang. Pencapaian serupa juga tercatat di Desa Mugi Rahayu dengan 125 sambungan terpasang sempurna," beber Akhmadsyah.
Adapun pemasangan di Beno Harapan dan Himba Lestari masih berlanjut. Di Beno Harapan, sebanyak 214 sambungan telah terealisasi dari target 320 rumah tangga. Sedangkan Himba Lestari mencapai 119 sambungan dari target 186 rumah tangga.
Baca Juga: Kualitas Udara Mahulu Tidak Aman, Diskes Ingatkan Warga Waspadai Kabut Asap
Pemkab Kutim bersama PT PLN (Persero) terus mendorong penyelesaian pemasangan tersebut. Langkah itu diarahkan agar manfaat jaringan listrik 24 jam dapat dirasakan seluruh masyarakat di empat desa.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan, masuknya listrik 24 jam menjadi jawaban atas penantian masyarakat yang berlangsung selama puluhan tahun.
"Setelah lebih dari 36 tahun menanti, hari ini mimpi masyarakat untuk menikmati penerangan listrik yang representatif selama 24 jam penuh akhirnya menjadi kenyataan," tutur Ardiansyah.
Baca Juga: Dokter Gia Kunjungi RS Pertamina Balikpapan: Hadirkan Semangat, Empati, dan Apresiasi
Menurutnya, ketersediaan listrik membuka peluang lebih besar bagi masyarakat untuk mengembangkan aktivitas ekonomi di tingkat desa. Tidak hanya untuk penerangan rumah, tetapi juga mendukung usaha masyarakat, pendidikan, dan kegiatan sosial.
"Kehadiran listrik ini adalah kran pembuka bagi kebangkitan ekonomi lokal, pertumbuhan UMKM, peningkatkan kualitas pendidikan anak-anak kita, hingga geliat aktivitas sosial warga. Saat listrik menyala, ruang-ruang kemajuan dan kemudahan hidup otomatis terbuka lebar," imbuhnya.
Ardiansyah juga meminta masyarakat menjaga jaringan yang telah dibangun. Penggunaan listrik secara aman dinilai penting untuk menjaga keandalan pasokan sekaligus mencegah potensi kebakaran akibat instalasi yang tidak sesuai.
"Gunakan listrik secara bijak dan utamakan keselamatan. Jangan ada penyambungan kabel secara liar yang berisiko memicu bahaya kebakaran dan merusak keandalan jaringan kita bersama," tegasnya.
Perluasan listrik di Batu Ampar menjadi bagian dari program Pemkab Kutim untuk mencapai rasio elektrifikasi 100 persen. Pemerintah daerah menargetkan akses kelistrikan tidak hanya terkonsentrasi di wilayah perkotaan, tetapi juga menjangkau permukiman yang berada di kawasan pedalaman. (adv)
Editor : Sukri Sikki