Tes HIV Gratis di Kutai Timur, Diskes Jamin Pengobatan ARV Bebas Biaya

ADV • Dipublikasikan Jumat, 9 Oktober 2026 | 12:13 WIB
Kepala Dinas KesehatanKutim, Yuwana Sri Kurniawati.
Kepala Dinas KesehatanKutim, Yuwana Sri Kurniawati.

KALTIMPOST.ID, SANGATTA - Stigma sosial masih menjadi salah satu kendala utama dalam upaya deteksi dini HIV di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Sebagian masyarakat enggan memeriksakan diri karena khawatir terhadap penilaian lingkungan sekitar, meski layanan pemeriksaan hingga pengobatan tersedia secara gratis.

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kutim Yuwana Sri Kurniawati menegaskan, pemeriksaan HIV sangat penting untuk mengetahui status kesehatan sejak awal. Jika hasilnya terdeteksi positif, pasien bisa langsung mendapatkan pendampingan medis agar kondisi tubuhnya tetap prima.

Baca Juga: Lindungi Tanah Ulayat, RUU Masyarakat Adat Wajib Muat Aturan Anti-Kriminalisasi

“Pemeriksaan sejak dini penting agar seseorang bisa mengetahui status kesehatannya. Kalau hasilnya positif, pengobatan dapat segera diberikan,” ujar Yuwana, Jumat (9/10).

Menurut Yuwana, anggapan keliru bahwa HIV hanya menyasar kelompok atau perilaku tertentu kian memicu keengganan warga menjalani pemeriksaan. Padahal, risiko penularan virus dapat terjadi pada siapa saja tanpa memandang latar belakang.

Ia menilai, pemahaman yang jernih dan humanis mengenai HIV harus terus disuarakan kepada masyarakat luas. Langkah ini penting agar warga tidak lagi diliputi rasa malu saat mendatangi fasilitas kesehatan.

“Masih ada masyarakat yang merasa malu untuk memeriksakan diri karena takut mendapat stigma. Padahal, pemeriksaan ini penting dan tidak perlu ditakuti,” tuturnya lugas.

Baca Juga: FAJI Kukar Gelar TC di Samarinda, Izmil: Karena Atlet Kita Banyak dari Mahasiswa di Sana  

Yuwana juga menggarisbawahi bahwa tes HIV harus berlandaskan asas sukarela tanpa paksaan pihak mana pun. Ketentuan tersebut berlaku mutlak di ranah ketenagakerjaan, di mana perusahaan dilarang menjadikan tes HIV sebagai prasyarat wajib kerja.

Di Kutim sendiri, layanan pemeriksaan dini HIV telah diintegrasikan ke dalam program kesehatan daerah tanpa pungutan biaya. Bagi warga yang terkonfirmasi positif, Dinkes Kutim menjamin suplai obat antiretroviral (ARV) cuma-cuma.

Terapi ARV berfungsi efektif menekan laju perkembangbiakan virus sekaligus menjaga sistem kekebalan tubuh pasien. Pengobatan ini wajib dikonsumsi secara tertib dan disiplin agar mutu kesehatan pasien tetap terjaga optimal.

“Pasien yang dinyatakan positif akan mendapatkan obat ARV dan harus meminumnya secara teratur. Pengobatan ini penting untuk menjaga kondisi tubuh dan kualitas hidup pasien,” pungkas Yuwana. (*)

 

Editor : Duito Susanto
Diskes Kutim Obat ARV skrining hiv kesehatan kutim kutai timur