KALTIMPOST.ID, SANGATTA - Akses listrik masih menjadi pekerjaan rumah bagi warga di Desa Sangkima, Kecamatan Sangatta Selatan, Kutai Timur (Kutim). Hingga kini, tiga dusun di desa tersebut belum menikmati aliran listrik PLN, yakni Dusun Sungai Tabuan, Dusun Airport, dan Dusun Teluk Lombok.
Kepala Desa Sangkima Muhammad Alwi menyampaikan, rencana pembangunan jaringan listrik di Dusun Airport dan Dusun Teluk Lombok sebenarnya sudah masuk dalam alokasi anggaran pemerintah pusat pada 2026. Namun, realisasi di lapangan masih menunggu penyelesaian persoalan administrasi kawasan.
Baca Juga: Tes HIV Gratis di Kutai Timur, Diskes Jamin Pengobatan ARV Bebas Biaya
Jalur jaringan listrik tersebut direncanakan melintasi area kawasan Taman Nasional Kutai (TNK). Kondisi ini mengharuskan adanya koordinasi intensif dan penyelesaian izin administrasi dengan pengelola kawasan sebelum pengerjaan dimulai.
“Untuk Dusun Airport dan Teluk Lombok, anggarannya sudah masuk pada 2026. Sekarang yang perlu diselesaikan adalah persoalan administrasi karena jalurnya bersinggungan dengan kawasan TNK,” terang Alwi.
Ia membeberkan, area yang menjadi hambatan berada di antara enklave permukiman Kilometer 13 dan kawasan hunian di Dusun Airport serta Teluk Lombok. Meski sebagian lahan sejatinya telah beralih fungsi menjadi kebun kelapa sawit, status yuridis kawasan tetap berada di bawah wewenang balai taman nasional.
“Di antara wilayah itu masih masuk administrasi TNK, meskipun kondisi di lapangan sudah banyak ditanami sawit,” tuturnya.
Baca Juga: Lindungi Tanah Ulayat, RUU Masyarakat Adat Wajib Muat Aturan Anti-Kriminalisasi
Pemerintah Desa Sangkima telah beberapa kali duduk bersama Balai TNK demi mencari solusi terbaik bagi masyarakat. Dalam pertemuan terakhir, Alwi melihat titik terang agar jaringan listrik bisa segera dipasang tanpa melanggar regulasi.
Alwi sangat berharap kendala birokrasi ini tidak berlarut-larut. Pasalnya, ketersediaan anggaran dari pusat harus segera diimbangi kesiapan legalitas lahan agar pembangunan tidak kembali molor.
“Anggaran pembangunan sekarang tidak mudah didapat. Karena itu, ketika sudah tersedia, kami terus mengawal agar bisa direalisasikan dan tidak tertunda lagi,” tegasnya.
Di sisi lain, warga Dusun Sungai Tabuan masih harus bersabar menunggu kepastian jaringan listrik masuk ke wilayah mereka. Hingga kini, belum ada kepastian resmi apakah dusun tersebut bisa diakomodasi dalam proyek pembangunan kelistrikan tahun 2026. (*)
Editor : Duito Susanto