KALTIMPOST.ID, SANGATTA - Keterbatasan jalan penghubung antardesa masih menjadi persoalan infrastruktur mendasar di Kecamatan Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Hingga kini, akses jalan milik Pertamina masih diandalkan untuk menopang mobilitas harian warga.
Camat Sangatta Selatan, Dewi, mengungkapkan bahwa fasilitas publik khususnya jalan masih memerlukan perhatian serius. Ketiadaan akses antardesa yang memadai menjadi hambatan utama dalam menggerakkan perekonomian dan konektivitas wilayah.
"Untuk jalan penghubung antardesa, sampai sekarang kita masih menggunakan akses Pertamina," tutur Dewi.
Baca Juga: Kasus Kematian Perempuan di Muara Wahau Terungkap, Suami Siri Ditangkap di Sangatta
Menurutnya, kejelasan status kawasan merupakan kunci utama yang harus dituntaskan terlebih dahulu. Beberapa titik di Sangatta Selatan beririsan langsung dengan batas Taman Nasional Kutai (TNK), sehingga pekerjaan fisik memerlukan izin khusus dari kementerian terkait.
Pihak kecamatan kini terus berkoordinasi dengan pengelola balai konservasi guna membuka jalan keluar yang legal dan aman bagi masyarakat.
"Makanya kami dorong ada perjanjian kerja sama dengan pihak TNK agar fasilitas umum ini dapat terbangun. Masih banyak masalah yang harus diselesaikan satu per satu," tegas Dewi.
Baca Juga: Tiga Dusun di Sangkima Belum Teraliri Listrik, Terkendala Kawasan TNK
Dewi menambahkan, kebutuhan pembangunan di wilayahnya tidak melulu terganjal batas konservasi. Sejumlah jalur jalan berada di areal penggunaan lain (APL) yang siap digarap untuk memperlancar arus transportasi warga.
Pengerjaan infrastruktur ini direncanakan bertahap dengan mempertimbangkan kepastian lahan, skala prioritas masyarakat, serta ketersediaan anggaran daerah. Pola ini diambil agar pembenahan akses fisik dapat berjalan beriringan dengan tertib administrasi kawasan.
Selain akses jalan, pihak kecamatan juga mengawal pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di pedalaman, salah satunya jaringan listrik pedesaan di sejumlah dusun yang belum teraliri daya.
"Semoga koordinasi dengan pihak terkait segera membuahkan hasil nyata. Dengan begitu, pembangunan di Sangatta Selatan tidak jalan di tempat dan kebutuhan pokok warga bisa terpenuhi tuntas," pungkasnya. (*)
Editor : Duito Susanto