Diskominfo Kutim Petakan Perluasan Jaringan Internet, Wilayah Pelosok Jadi Sasaran

Jufriadi • Dipublikasikan Senin, 12 Oktober 2026 | 20:31 WIB
Kepala Diskominfo Kutim, Ronny Bonar Hamonangan Siburian. Jufriadi/KP
Kepala Diskominfo Kutim, Ronny Bonar Hamonangan Siburian. Jufriadi/KP
-

KALTIMPOST.ID, SANGATTA - Pemerataan akses internet hingga wilayah pelosok masih menjadi pekerjaan rumah Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Meski infrastruktur telekomunikasi terus dikembangkan, ketersediaan jaringan di titik tertentu belum menjamin seluruh masyarakat di desa dapat menikmati akses internet.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo Staper) Kutim Ronny Bonar Hamonangan Siburian mengatakan, pemerintah telah menempatkan akses internet di kantor-kantor desa. Cakupan tersebut meliputi 139 desa, dua kelurahan, dan 15 desa persiapan.

Namun, penyediaan jaringan itu masih berfokus pada titik layanan, bukan menjangkau seluruh wilayah permukiman masyarakat. “Kalau berbicara titik, kantor desa sudah menjadi sasaran. Berikutnya, kami berupaya memperluas jangkauannya secara bertahap agar masyarakat di wilayah desa juga bisa menikmati akses internet,” ujarnya, Senin (12/10).

Baca Juga: Layanan ODGJ Kaltim Capai 100 Persen, Stigma Masih Jadi Tantangan

Untuk mendukung perluasan jaringan, Diskominfo Staper Kutim berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan penyedia layanan telekomunikasi. Langkah tersebut dilakukan agar pembangunan infrastruktur tidak tumpang tindih dan anggaran dapat dimanfaatkan secara efisien.

Selain itu, Diskominfo telah mengajukan permohonan bantuan menara telekomunikasi dan base transceiver station (BTS) kepada Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Ronny menyebut, pada tahun ini Kutim kembali mendapatkan tambahan satu BTS sehingga total yang dimiliki mencapai lima unit.

Ke depan, pengembangan infrastruktur juga diarahkan pada penggunaan jaringan fiber optik (FO). Teknologi tersebut dinilai dapat menjadi pilihan untuk memperluas konektivitas dengan biaya yang lebih efisien serta mengurangi ketergantungan terhadap kondisi cuaca.

“Kami ingin secara bertahap mengembangkan jaringan yang lebih terintegrasi. Dengan fiber optik, biaya bisa lebih efisien dan risiko gangguan akibat cuaca dapat ditekan,” jelasnya.

Baca Juga: Jaga Kebugaran, Komunitas Mixed Hash Balikpapan Gelar Piknik di Tanjung Gading

Ronny menegaskan, pemerataan jaringan komunikasi menjadi salah satu tugas utama Diskominfo. Selain memastikan konektivitas tersedia di seluruh kecamatan dan desa, pemerintah juga berupaya memperluas penyebaran informasi agar masyarakat di pelosok tidak tertinggal dalam memperoleh informasi pembangunan.

Karena itu, pengembangan jaringan akan dilakukan melalui koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk provider yang telah memiliki infrastruktur di Kutim. (adv)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
Ronny Bonar Hamonangan Siburian Diskominfo Kutim Internet Desa Kutim Infrastruktur Telekomunikasi kutai timur