KALTIMPOST.ID, SANGATTA - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menargetkan Pekan Raya Kutim Expo (PRKE) 2026 tidak sekadar menjadi agenda tahunan untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kutim.
Baca Juga: Selangkah Lagi Menuju Hilirisasi, Pabrik Rumput Laut Muara Badak Butuh Tambahan Rp 10 Miliar
PRKE 2026 resmi dibuka pada Senin (12/10) malam di Lapangan Helipad Alun-alun Bukit Pelangi, Sangatta Utara. Kegiatan tersebut menjadi salah satu ruang bagi pemerintah daerah untuk memperkenalkan program kerja sekaligus mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli dan mitra bisnis.
Ketua Panitia HUT ke-27 Kutim Trisno mengatakan, keberhasilan pameran tidak cukup diukur dari jumlah pengunjung selama kegiatan berlangsung. Lebih penting, manfaat ekonomi yang dihasilkan harus tetap berjalan setelah pameran selesai.
“Keberhasilan Kutim Expo tidak hanya dapat kita ukur dari banyaknya pengunjung, tetapi dari apa yang berlanjut setelah pameran ini usai. Transaksi yang terus berjalan, bukan hanya terhenti pada saat kegiatan ini,” ujarnya dalam laporan kegiatan.
Baca Juga: Puluhan Ribu Pelajar Kutim Serentak Lawan Narkoba, Pecahkan Rekor MURI
Dia menjelaskan, Kutim Expo memiliki sejumlah tujuan, mulai dari membuka ruang bagi organisasi perangkat daerah (OPD) untuk menyampaikan hasil kerja dan inovasi pelayanan, menggerakkan ekonomi daerah, hingga mempromosikan peluang investasi berbasis potensi lokal.
Melalui pameran tersebut, masyarakat diharapkan dapat melihat secara langsung capaian pemerintah daerah dalam pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029. Masyarakat juga didorong memberikan masukan sebagai bahan evaluasi terhadap penyelenggaraan pemerintahan dan peningkatan pelayanan publik.
Baca Juga: HUT Ke-27 Kabupaten Kutim, Bupati Ardiansyah Soroti Ketergantungan Ekonomi pada Tambang
Trisno menyarankan seluruh OPD menyediakan kotak saran selama pameran berlangsung. Dengan begitu, interaksi antara pemerintah dan masyarakat tidak hanya sebatas penyampaian informasi, tetapi juga menjadi sarana menjaring kritik dan masukan untuk perbaikan layanan.
Di sisi lain, pameran diarahkan untuk mempertemukan pelaku UMKM dan koperasi dengan pembeli, perusahaan, serta lembaga perbankan. Pertemuan tersebut diharapkan membuka peluang pasar, akses pembiayaan, pendampingan usaha, hingga kemitraan yang dapat ditindaklanjuti.
Potensi lokal yang dipromosikan mencakup sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan, perikanan, kelautan, dan pariwisata. Pengembangan sektor-sektor tersebut diharapkan ikut memperkuat upaya diversifikasi ekonomi Kutim agar tidak hanya bergantung pada sektor tertentu.
Kutim Expo juga menjadi bagian dari implementasi 50 program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Kutim, terutama penguatan UMKM melalui bantuan permodalan serta pengembangan ketahanan pangan.
Menurut Trisno, manfaat kegiatan ini dapat dilihat dalam tiga tahapan. Dalam jangka pendek, program pemerintah tersampaikan kepada masyarakat, produk lokal bertemu pembeli, dan pelaku usaha berkesempatan menjalin hubungan dengan perusahaan maupun perbankan.
Dalam jangka menengah, hasil pertemuan tersebut diharapkan berlanjut menjadi peningkatan pelayanan publik, perluasan pasar UMKM, akses pembiayaan, serta kemitraan yang berjalan nyata. Sementara dalam jangka panjang, seluruh upaya itu ditujukan untuk mendukung visi Kutim yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing.
“Usaha rakyat dan desa yang bertumpu pada potensi sendiri menjadikan Kutai Timur mandiri, serta produk dan layanan yang diterima di pasar menjadikan Kutai Timur berdaya saing,” tuturnya. (adv)
Editor : Sukri Sikki