Warga Sangatta Kutim Dihebohkan Daun Mirip Bekas Terbakar yang Beterbangan, Dari Mana Asalnya?

Jufriadi • Dipublikasikan Selasa, 13 Oktober 2026 | 19:18 WIB
Potongan daun kering berwarna hitam menyerupai sisa terbakar terlihat beterbangan di Sangatta Utara, Kutai Timur, Selasa (13/10). (FOTO JUFRIADI/KP)
Potongan daun kering berwarna hitam menyerupai sisa terbakar terlihat beterbangan di Sangatta Utara, Kutai Timur, Selasa (13/10). (FOTO JUFRIADI/KP)

KALTIMPOST.ID-Potongan daun kering berwarna hitam menyerupai sisa pembakaran berterbangan di sejumlah kawasan Sangatta, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Selasa (13/10).

Material tersebut terbawa angin hingga memasuki permukiman dan jalan raya. Bahkan, keberadaannya mulai mengganggu aktivitas masyarakat, terutama pengendara sepeda motor.

Fenomena itu dilaporkan warga di Kecamatan Sangatta Selatan dan Sangatta Utara. Kemunculan material serupa daun hangus tersebut tidak terjadi bersamaan di kedua wilayah.

Di Sangatta Selatan, potongan daun berwarna hitam sudah terlihat sejak Senin (12/10). Sementara di Sangatta Utara, material serupa mulai terpantau pada Selasa siang menjelang sore.

Baca Juga: BPRS Bank Manfaat Sepakat Kembalikan Rp 4,34 Miliar ke Pemkab PPU, Batas Waktu 31 Maret 2027

Andri, warga Sangatta Selatan, mengatakan material tersebut terlihat melayang di udara dan terbawa angin hingga kawasan permukiman.

“Di Sangatta Selatan sudah terlihat sejak kemarin. Daunnya kering, warnanya hitam seperti habis terbakar, lalu beterbangan terbawa angin,” katanya.

Menurut Andri, bentuk material tersebut menyerupai daun yang telah hangus terbakar. Namun, dirinya belum mengetahui sumber maupun penyebab kemunculannya.

“Kalau sumbernya dari mana, saya belum tahu pasti. Yang jelas, sejak kemarin sudah ada yang terlihat beterbangan di sekitar sini,” ujarnya.

Kondisi serupa dialami warga Sangatta Utara. Material berwarna hitam terlihat beterbangan di sekitar permukiman hingga ruas jalan yang dilalui kendaraan.

Rail, warga setempat, mengaku sempat terganggu ketika mengendarai sepeda motor. Salah satu potongan material yang terbawa angin bahkan masuk ke matanya.

Baca Juga: Sertifikat Tanah Warga Kubar Belum Terbit? BPN Ungkap Kendala Berkas hingga Sengketa Batas Lahan

“Tadi mulai terlihat beterbangan di permukiman dan jalan raya. Waktu naik motor, mata saya sempat kelilipan,” ungkapnya.

Menurut Rail, keberadaan material tersebut cukup mengganggu, terutama bagi pengendara yang melintas di kawasan terbuka.

Selain mengurangi kenyamanan, potongan yang beterbangan juga berpotensi mengalihkan perhatian pengendara ketika masuk ke mata.

“Kalau sedang berkendara tentu cukup mengganggu, apalagi kalau sampai masuk ke mata. Kami juga belum tahu itu berasal dari mana,” tambahnya.

Warga berharap sumber material tersebut dapat diketahui apabila fenomena serupa terus berlangsung dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Hingga Selasa sore, belum ada kepastian mengenai asal potongan daun kering berwarna hitam tersebut.

Belum dapat dipastikan apakah material itu berkaitan dengan kebakaran lahan, pembakaran vegetasi, atau sumber lainnya. Karena itu, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebab kemunculannya. (rd)

Editor : Romdani.
karhutla Kaltim penajam paser utara Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman kutai timur Kutai Barat