KALTIMPOST.ID, SANGATTA – Jalur alternatif Jalan Ken Arok, Desa Sepaso Timur, Kecamatan Bengalon, Kutai Timur (Kutim), mengalami kemacetan akibat sejumlah kendaraan berat amblas saat melintas, Kamis (15/10). Antrean kendaraan dilaporkan mengular hingga sekitar satu jam sejak Selasa (13/10).
Kondisi tersebut terjadi setelah arus lalu lintas menuju Sangkulirang dialihkan melalui jalur alternatif menyusul perbaikan Jembatan Muara Lembak. Namun, jalur yang melewati Desa Sepaso Selatan dan Sepaso Timur itu memiliki keterbatasan daya dukung untuk kendaraan bermuatan berat.
Baca Juga: Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik, Pemkab Kubar Gelar Sosialisasi Penilaian Kematangan OPD 2026.
Kapolsek Bengalon AKP Helmi Septi Saputro mengatakan, kendaraan yang melintasi jalur alternatif dibatasi dengan muatan maksimal delapan ton. Ketentuan itu diberlakukan karena kondisi jalan belum memadai untuk menampung kendaraan dengan beban lebih besar.
“Batas muatan kendaraan yang diperbolehkan melintas maksimal delapan ton. Kendaraan yang melebihi kapasitas tersebut berisiko amblas dan menghambat arus lalu lintas,” ujarnya.
Baca Juga: PLN Jamin Pasokan Listrik 100 Persen, Sukseskan Porprov VIII Kaltim di Kabupaten Paser
Helmi menyebut, sejumlah kendaraan besar yang tetap melintas di jalur tersebut mengalami amblas. Akibatnya, kendaraan lain harus mengantre untuk melewati ruas jalan yang terhambat.
Menurut dia, pembatasan muatan tersebut telah dikoordinasikan dengan Dinas Perhubungan (Dishub). Karena itu, pengendara, khususnya sopir angkutan barang, diminta mematuhi ketentuan selama perbaikan jembatan berlangsung.
“Kami mengimbau pengendara agar tidak memaksakan melintas jika muatannya melebihi batas yang ditentukan. Kami juga meminta masyarakat bersabar selama perbaikan jembatan dan pengalihan arus masih berlangsung,” katanya.
Baca Juga: Dua Desa Masih Gelap, Pemkab Paser dan PLN Pacu Sinergi Ketenagalistrikan
Pengalihan lalu lintas dilakukan untuk menjaga akses kendaraan selama Jembatan Muara Lembak diperbaiki. Namun, keterbatasan kondisi jalan alternatif menjadi kendala bagi kendaraan dengan muatan besar.
Pengendara yang hendak menuju Sangkulirang maupun melintasi Bengalon diimbau mematuhi pembatasan muatan dan memperhatikan kondisi jalur. Sementara itu, proses evakuasi kendaraan yang amblas masih berlangsung untuk memulihkan arus lalu lintas agar kembali normal. (*)
Editor : Sukri Sikki