KALTIMPOST.ID, SANGATTA - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menyuguhkan potret perkembangan sektor pendidikan serta pelestarian budaya dalam ajang Pekan Raya Kutim Expo 2026. Stan pameran yang berlokasi di Lapangan Alun-alun Helipad Bukit Pelangi ini menjadi pusat informasi bagi warga yang ingin mengetahui capaian dinas tersebut.
Kepala Bidang Pembinaan dan Ketenagaan Disdikbud Kutim, Abbas Husaini, menyatakan stan dirancang untuk mengintegrasikan dua pilar utama dinas secara komprehensif. Pengunjung dapat melihat langsung program kerja hingga capaian yang telah diraih di lapangan.
Sisi pendidikan disajikan dengan konsep interaktif melalui ruang literasi serta pameran prestasi siswa dari berbagai tingkatan.
Baca Juga: Sopir Truk di Kutim Berbulan-bulan Tercekik Antrean Solar, Wabup Mahyunadi Turun Tangan
"Pada sisi pendidikannya, kita tampilkan perpustakaan, kita tampilkan prestasi-prestasi di sekolah, plus ada kuis-kuis pertanyaan bagi siswa-siswa," ujar Abbas.
Selain pendidikan formal, aspek kebudayaan daerah juga mendapatkan ruang khusus untuk menumbuhkan rasa bangga masyarakat terhadap warisan lokal. Kehadiran stan ini juga menjadi ajang promosi pendidikan nonformal.
Pelibatan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) menjadi bukti jangkauan layanan pendidikan di Kutim menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
"Kemudian pendidikan juga ada namanya SKB dan PKBM, mereka menampilkan produk-produk dari siswa-siswi SKB dan PKBM yang pernah dididik dan diciptakan," jelas Abbas.
Disdikbud Kutim menargetkan orang tua dan peserta didik hadir langsung ke stan selama pameran berlangsung. Upaya ini dilakukan agar masyarakat memperoleh wawasan menyeluruh terkait jenjang pendidikan dari usia dini hingga jalur nonformal. (*)
Editor : Duito Susanto