Pap Smear Gratis Bakal Diperluas ke Seluruh Kecamatan di Kutim  

ADV • Dipublikasikan Jumat, 23 Oktober 2026 | 13:04 WIB
Kepala Diskes Kutim, Yuwana Sri Kurniawati. (Jufriadi/KP)
Kepala Diskes Kutim, Yuwana Sri Kurniawati. (Jufriadi/KP)  

 

KALTIMPOST.ID, SANGATTA – Dinas Kesehatan (Diskes) Kutai Timur (Kutim) akan memperluas layanan pemeriksaan Pap Smear gratis bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ke seluruh kecamatan.

b

Program ini bertujuan meningkatkan deteksi dini kanker leher rahim atau kanker serviks pada perempuan.

Baca Juga: Instruksi Tegas Bupati Kutim: Dahulukan Penanganan Pasien, Administrasi Belakangan  

Kepala Diskes Kutim Yuwana Sri Kurniawati mengatakan, peluncuran layanan dilakukan serentak di tiga puskesmas, yakni Puskesmas Sangatta Utara, Teluk Lingga, dan Sangatta Selatan, Jumat (23/10). Selanjutnya, layanan akan diterapkan secara bertahap di puskesmas kecamatan lainnya.

“Secara bertahap nanti juga akan di semua kecamatan melalui puskesmasnya masing-masing,” ujarnya.

Yuwana mengatakan, pemeriksaan Pap Smear ditujukan kepada perempuan usia subur yang telah melakukan hubungan seksual. Pemeriksaan ini digunakan untuk mendeteksi perubahan sel pada leher rahim yang berpotensi berkembang menjadi kanker.

“Targetnya semua wanita usia subur mengikuti Pap Smear ini. Supaya semakin cepat terdeteksi, semakin mudah penanganannya,” katanya.

Baca Juga: Distribusi Air Bersih ke 70 Pelanggan Sekerat Sempat Terganggu akibat Pipa Bocor

Dia menjelaskan, pemeriksaan sejak dini diperlukan karena sebagian pasien baru memeriksakan diri setelah mengalami gejala, seperti perdarahan. Kondisi tersebut dapat menyebabkan kanker serviks baru diketahui ketika telah memasuki stadium lanjut.

“Banyak masyarakat, ibu-ibu yang melakukan pemeriksaan sudah terlambat. Sudah ada perdarahan dan sebagainya, sehingga ternyata sudah kanker leher rahim stadium dua atau tiga. Penanganannya juga lebih susah untuk angka keberhasilannya,” ungkapnya.

Menurut Yuwana, pasien dengan kondisi tersebut dapat membutuhkan penanganan lanjutan, seperti kemoterapi dan rujukan ke fasilitas kesehatan yang memiliki layanan sesuai kebutuhan medis.

Sebelum menjalani Pap Smear, peserta juga perlu memperhatikan persyaratan pemeriksaan. Salah satunya tidak melakukan hubungan seksual selama tiga hari sebelum pemeriksaan.

Dia menambahkan, layanan gratis tersebut diberikan bagi peserta JKN. Menurutnya, cakupan Universal Health Coverage (UHC) di Kutim mendukung akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.

“Karena Kutai Timur sudah UHC, insyaallah semua masyarakat Kutai Timur sudah ter-cover di BPJS. Jadi, ini untuk para wanita gratis,” ujarnya.

Selain pemeriksaan bagi perempuan dewasa, Diskes Kutim juga menjalankan upaya pencegahan kanker serviks melalui vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) bagi anak perempuan kelas V dan VI sekolah dasar.

“Untuk anak perempuan itu dari usia 10 tahun dan seterusnya sudah bisa kita cegah. Makanya sekarang ada program vaksinasi HPV. Ini untuk anak sekolah kelas V-VI yang putri, sehingga dari awal dia sudah kebal,” kata Yuwana. (adv)

Editor : Sukri Sikki
Yuwana Sri Kurniawati puskesmas pap smear dinas kesehatan