Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Bye-bye Kram Perut! Redakan Nyeri Haid Tanpa Obat

Hernawati • Senin, 3 Juni 2024 | 15:39 WIB

 

Ilustrasi perempuan mengalami kram perut karena menstruasi
Ilustrasi perempuan mengalami kram perut karena menstruasi
Dalam dunia medis, nyeri haid (dismenore) merupakan keluhan bulanan yang yang kerap dialami sebagian besar perempuan. Umumnya, nyeri timbul saat awal menstruasi. Nyeri bisa terasa ringan dan tidak mengganggu, terasa berat dan tidak tertahankan, bahkan mengganggu kegiatan sehari-hari.

 

Gejala dismenore yang kerap muncul antara lain nyeri pada perut bagian bawah, nyeri di punggung bawah, paha bagian dalam terasa tertarik, mual, hingga pusing. Walau gejala ini bisa reda dan hilang dengan sendirinya, nyeri haid yang begitu parah dapat membuat sebagian besar perempuan menderita dan ingin terbebas dari hal tersebut.

Ada beberapa cara efektif untuk mengurangi nyeri haid

  1. Olahraga

Pada dasarnya, haid bukanlah alasan untuk tidak berolahraga. Lakukan olahraga ringan seperti yoga, berjalan kaki, atau peregangan ringan, yang dapat membantu mengurangi kram dan meningkatkan mood. Sebab, endorphin sebagai hormon penghilang rasa sakit alami akan dilepaskan saat berolahraga.

  1. Kompres Perut dengan Air Hangat

 Kompres hangat pada perut dan punggung bagian bawah tiga kali sehari selama 15-20 menit. Riset menunjukkan bahwa perawatan ini sama efektifnya dengan obat penghilang rasa sakit seperti parasetamol.

  1. Istirahat yang Cukup

Mendapatkan istirahat yang cukup dapat meredakan nyeri dan membantu pulih.

  1. Memperbaiki Pola Makan

Saat menstruasi, hindari dan batasi makanan dan minuman yang bisa menyebabkan perut kembung hingga kelebihan cairan tubuh, seperti makanan berlemak, makanan asin, kafein, dan soda. Perbanyak mengonsumsi makanan bergizi, buah, sayur, kacang-kacangan, protein tanpa lemak, yang membantu tubuh tetap sehat.

Nyeri haid yang dirasakan sesekali bukanlah hal yang berbahaya namun perlu diwaspadai bila kondisi ini terjadi setiap bulan. Lakukan pemeriksaan dokter bila tak kunjung membaik dan disertai dengan keluhan lain.

 

Editor : Hernawati