Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

IKN Punya Pesaing dari Malaysia, Kota Masa Depan dengan Tiga Pulau Tematik

Agus Dwi Wahyudi • Rabu, 5 Juni 2024 | 09:28 WIB
Salah satu gambaran sudut kota BiodiverCity, Penang, Malaysia.
Salah satu gambaran sudut kota BiodiverCity, Penang, Malaysia.

KALTIMPOST.ID, Jika saat ini Indonesia sedang membangun Ibu Kota Negara di Kalimantan Timur, ternyata Malaysia juga sedang merencanakan sebuah proyek ambisius. Sebuah wilayah yang diharapkan akan menjadi model kota masa depan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Proyek yang diberi nama BiodiverCity ini bertujuan untuk menciptakan kota yang mengintegrasikan keberagaman hayati dengan kehidupan perkotaan, menawarkan alternatif yang lebih hijau dan lebih futuristik dibandingkan proyek serupa lainnya seperti Neom di Arab Saudi.

Neom adalah proyek pembangunan mega yang sedang dikembangkan di Arab Saudi dengan tujuan untuk menjadi sebuah kota baru yang futuristik dan berkelanjutan di sepanjang Laut Merah. Proyek ini mencakup area seluas sekitar 26.500 kilometer persegi, yang melintasi tiga negara bagian, yaitu Arab Saudi, Yordania, dan Mesir. Neom diharapkan menjadi pusat teknologi, pariwisata, energi terbarukan, dan inovasi dengan infrastruktur canggih, transportasi tanpa pengemudi, dan penggunaan teknologi AI yang luas.

Baca juga: Groundbreaking IKN Tahap Enam Rp 1,75 Triliun, Berikut Daftar Proyeknya

Sementara, BiodiverCity akan dibangun di sepanjang pantai selatan Pulau Penang, Malaysia. Kota ini dirancang untuk menampung sekitar 18.000 penduduk dan akan terdiri dari tiga pulau utama yang masing-masing memiliki tema unik terkait keberlanjutan dan keberagaman hayati. Konsep kota ini adalah untuk menciptakan lingkungan perkotaan yang selaras dengan alam, di mana manusia dan alam dapat hidup berdampingan secara harmonis.

Fitur Utama BiodiverCity

  1. Infrastruktur Hijau: BiodiverCity akan memiliki banyak ruang terbuka hijau, taman, dan hutan kota yang akan mendukung keberagaman hayati dan menyediakan habitat bagi flora dan fauna lokal.
  2. Transportasi Ramah Lingkungan: Sistem transportasi di BiodiverCity akan difokuskan pada kendaraan listrik, sepeda, dan pejalan kaki, mengurangi ketergantungan pada kendaraan bermotor berbahan bakar fosil dan mengurangi polusi udara.
  3. Bangunan Berkelanjutan: Bangunan di kota ini akan dirancang dengan prinsip-prinsip keberlanjutan, menggunakan bahan bangunan yang ramah lingkungan dan teknologi hemat energi. Atap hijau dan panel surya akan menjadi pemandangan umum.
  4. Teknologi Canggih: BiodiverCity akan memanfaatkan teknologi canggih untuk manajemen kota yang efisien, termasuk pengelolaan limbah, penyediaan energi terbarukan, dan sistem air bersih.
  5. Pendidikan dan Kesadaran Lingkungan: Kota ini akan memiliki pusat pendidikan dan penelitian yang fokus pada keberlanjutan dan konservasi lingkungan, mendidik penduduk tentang pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem.

Proyek BiodiverCity ini dipandang sebagai inspirasi global untuk pengembangan kota-kota masa depan yang lebih berkelanjutan. Dibandingkan dengan proyek futuristik seperti Neom di Arab Saudi, BiodiverCity menawarkan visi yang lebih alami dan organik, mengintegrasikan teknologi canggih dengan lingkungan yang lestari, mirip dengan konsep IKN di Indonesia yang saat ini terus mengakselerasi proses pembangunannya. (*)

 

Agus Dwi Wahyudi

Editor : Dwi Puspitarini
#IKN #malaysia