Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Berbahaya, Penyalahgunaan Kratom Bisa Berakibat Fatal

Almasrifah • Senin, 24 Juni 2024 | 18:18 WIB

Ilustrasi. Tanaman kratom. (freepik.com)
Ilustrasi. Tanaman kratom. (freepik.com)
KALTIMPOST.ID, Kratom jika digunakan dalam takaran rendah mampu bekerja sebagai stimulan. Yaitu memberikan efek lebih berenergi, lebih waspada, dan lebih mudah bersosialisasi. Namun, jika disalahgunakan dengan dosis yang lebih tinggi, kratom menjadi obat penenang yang menghasilkan efek euforia, emosi yang menumpuk, sensasi tertentu, hingga gejala lain yang bisa berakibat fatal. 

Belakangan ini Badan Narkotika Nasional (BNN) mengajukan kratom ke Kementerian Kesehatan untuk menaikkan klasifikasinya sebagai narkoba golongan satu. Hal tersebut karena ternyata kratom lebih berbahaya dari yang dikira. Bahkan, sepuluh kali lipat lebih berbahaya dibandingkan kokain. 

Dilansir dari klikdokter.com, berikut bahaya akibat menyalahgunakan kratom.

1. Gelisah

Kratom mengandung beberapa senyawa aktif yang menyebabkan efek samping seperti opioid, yakni merasakan sensasi tenang sekaligus bahagia. Namun, ketika digunakan berulang kali, efek sampingnya justru dapat menyebabkan peningkatan detak jantung. Kondisi ini memicu perasaan gelisah, mual, hingga insomnia.

2. Halusinasi

Karena berdampak signifikan pada sel saraf di otak dan tubuh, pengguna daun kratom juga kerap merasakan pusing, kantuk, menggigil, hingga berhalusinasi.

3. Konstipasi 

Susah buang air besar salah satu efek samping daun kratom yang paling umum. Hal ini karena kratom dapat memperlambat pergerakan saluran cerna.

4. Nafsu Makan Menurun

Pergerakan saluran cerna yang lambat menyebabkan nafsu makan menurun. Kondisi tersebut dapat memicu terjadinya anoreksia nervosa. Yaitu, penurunan berat badan ekstrem dan berbahaya karena kebiasaan membatasi asupan makanan.

5. Fungsi Kognitif Menurun

Mengonsumsi kratom dalam jumlah banyak dapat menghambat kemampuan otak untuk menyimpan dan mengingat informasi. Kratom dapat menyebabkan kesulitan fokus dan konsentrasi.

6. Interaksi dengan Obat Lain

Olahan kratom yang berbentuk kapsul, bubuk, ataupun cair, memungkinkan untuk dengan mudah dikombinasikan dengan obat lain. Hal ini berisiko menimbulkan interaksi negatif, seperti menyebabkan kejang.

7. Ketergantungan

Penggunaan kratom dalam jangka panjang dapat memicu ketergantungan. Jika dihentikan mendadak, akan menyebabkan gejala sakau.

8. Risiko Overdosis

Risiko overdosis kratom bisa saja terjadi. Sebab, dalam kemasan produk kerap tidak tercantum dosis yang tepat. Gejala overdosis kratom antara lain badan lesu, tremor, mual, delusional, dan halusinasi.

9. Kematian

Karena menyebabkan ketergantungan, penggunaan dosis tinggi daun kratom dalam jangka waktu lama dapat memicu overdosis. Hal ini dapat menyebabkan kondisi kejang, koma, hingga kematian.

 

Editor : Almasrifah