KALTIMPOST.ID, Scaling gigi, atau pembersihan gigi profesional, adalah prosedur non-operasi yang dilakukan untuk membersihkan dan menghilangkan plak, tartar (karang gigi) dan noda di seluruh permukaan gigi dan bagian bawah gusi. Prosedur ini penting untuk menjaga kesehatan gigi dan gusi serta mencegah penyakit periodontal (penyakit gusi).
Scaling gigi umumnya dilakukan oleh dokter gigi menggunakan alat khusus. Penumpukan plak tidak dapat dihilangkan hanya dengan menyikat gigi dan flossing. Plak bisa berwarna putih, kekuningan, kecokelatan, hingga keabu-abuan. Plak yang menumpuk bisa mengeras menjadi tartar yang hanya bisa dihilangkan melalui scaling.
Plak dan tartar yang menumpuk di sepanjang garis gusi dan tidak dibersihkan dapat berdampak buruk pada kesehatan gigi dan mulut, seperti menyebabkan bau mulut dan kerusakan gigi dan gusi. Jika tidak segera diobati, dapat berkembang menjadi periodontitis, yang dapat merusak tulang dan jaringan penyangga gigi.
Beberapa hal yang membuat karang gigi semakin parah adalah usia, merokok, konsumsi makanan manis, tidak menggosok gigi, dan jarang minum air putih.
Beberapa mitos yang menyebabkan orang ragu untuk scaling gigi yang dikutip dari situs rsudsoeselo.tegalkab, di antaranya:
- Scaling Dapat Menyebabkan Gigi Goyang
Faktanya, prosedur scaling justru dapat membuat cengkeraman gigi terhadap gusi dan tulang di sekitarnya menjadi lebih kuat. Karang gigi yang mengendap selama bertahun-tahun dan tidak pernah dibersihkan dapat menyemen gigi dengan keras.
Karang gigi yang menumpuk dapat mendorong gusi menjauh dari gigi dan menghalangi gigi berada pada tempatnya dan melemahkan cengkeraman gusi terhadap gigi. Ketika karang gigi dibersihkan, gigi kehilangan penyangganya sehingga jadi bergerak atau goyang. Akan tetapi, ini bukanlah akibat dari scaling, melainkan karena kerusakan yang terjadi sebelumnya.
- Scaling Menyebabkan Gigi Sensitif
Scaling adalah prosedur pembersihan gigi menggunakan alat bernama scaler yang menggunakan getaran mekanis dari ujung tumpul dengan irigasi terus-menerus. Ini membersihkan karang yang mengeras pada gigi, dan sama sekali tidak memengaruhi email gigi atau jaringan gusi.
Sensitivitas gigi ringan hingga sedang mungkin dapat terjadi, tetapi ini hanya sementara. Ini biasanya akan hilang dalam 1-2 hari setelah scaling. Dilansir D. Dental, scaling bahkan dapat mencegah sensitivitas gigi dengan mencegah peradangan dan resesi pada gusi.
- Scaling Menciptakan Celah Gigi
Pada dasarnya, prosedur scaling gigi tidak menciptakan celah atau ruang di antara gigi, tetapi hanya mengangkat karang gigi. Celah atau ruang yang terlihat adalah karena celah itu sudah ada sebelumnya dan tertutup oleh karang gigi. Jadi, setelah gigi terbebas dari karang, celah ini akan kembali terlihat.
Setelah karang gigi dibersihkan, akan terlihat seperti segitiga hitam yang terbuka di antara gigi akibat menyusutnya jaringan gusi. Namun, celah ini bersifat sementara dan menghilang setelah gigi kembali ke posisinya.
- Scaling Dapat Memutihkan Gigi
Karang gigi yang mengendap pada gigi dapat berwarna kekuningan atau lebih gelap. Saat penumpukan karang gigi yang berwarna kekuningan atau kecokelatan dibersihkan, ini mungkin membuat gigi terlihat lebih cerah, tetapi tidak meningkatkan atau memutihkan warnanya. Hasil akhir gigi adalah sama dengan warna alami gigi sebelumnya. Scaling hanya mengangkat penumpukan plak pada gigi, bukan memutihkan gigi.
Sebelum melakukan scaling gigi, pastikan berkonsultasi dengan dokter gigi untuk mendapatkan perawatan yang tepat dan sesuai dengan kondisi gigi Anda. Scaling gigi dianjurkan untuk dilakukan secara rutin untuk mencegah penumpukan plak dan karang gigi.
Dokter gigi biasanya merekomendasikan kontrol ke dokter gigi setiap enam bulan sekali. Dengan melakukan scaling gigi secara rutin, Anda dapat menjaga kesehatan gigi dan mulut, serta mencegah berbagai penyakit mulut dan gigi. (*)
Editor : Dwi Puspitarini