KALTIMPOST.ID, Stevia merupakan pemanis alami yang berasal dari ekstrak daun Stevia rebaudiana. Tanaman ini berasal dari Amerika Selatan dan telah digunakan sebagai pemanis dan obat tradisional oleh penduduk asli selama berabad-abad.
Dalam beberapa tahun terakhir, stevia menjadi populer sebagai pengganti gula karena berbagai manfaat kesehatannya. Kemanisannya jauh melebihi gula pasir, dengan perkiraan 250-300 kali lipat!
Ini membuat penggunaan stevia sangat hemat - sedikit saja sudah cukup untuk memberikan rasa manis yang Anda inginkan.
Banyak penelitian telah dilakukan untuk menguji keamanan dan efektivitas stevia, termasuk untuk penderita diabetes.
Hasilnya menunjukkan bahwa stevia tidak mempengaruhi gula darah atau insulin, membuatnya aman untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes.
Stevia telah disetujui sebagai pemanis aman oleh berbagai badan pengawas kesehatan di seluruh dunia, termasuk FDA (Food and Drug Administration) di Amerika Serikat, EFSA (European Food Safety Authority) di Eropa, dan WHO (World Health Organization).
Stevia dapat digunakan untuk memaniskan teh, kopi, jus, dan minuman lainnya tanpa menyebabkan lonjakan gula darah. Bentuk cair dan serbuk stevia mudah larut dalam cairan.
Stevia juga dapat digunakan dalam masakan dan makanan yang dipanggang sebagai pengganti gula seperti kue dan roti, serta dalam masakan sehari-hari. Stevia tidak memiliki sifat karamelisasi seperti gula, tekstur dan rasa akhir mungkin sedikit berbeda.
Namun, karena stevia lebih manis daripada gula, pastikan untuk menggunakan dalam jumlah yang tepat.
Banyak produk makanan dan minuman komersial yang bebas gula atau rendah kalori menggunakan stevia sebagai pemanis, yang bisa menjadi pilihan bagus bagi penderita diabetes, seperti soda diet, yogurt, dan permen bebas gula.
Manfaat Stevia untuk Penderita Diabetes
- Indeks Glikemik Rendah
Indeks glikemik (GI) pada stevia sangat rendah, menandakan bahwa stevia tidak menyebabkan lonjakan gula darah setelah dikonsumsi. Ini membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil dan mencegah komplikasi diabetes.
- Tidak Mempengaruhi Gula Darah
Studi menunjukkan bahwa stevia tidak mempengaruhi kadar glukosa darah atau insulin, sehingga aman digunakan sebagai pemanis oleh penderita diabetes.
- Nol Kalori
Stevia tidak mengandung kalori, sehingga dapat menjadikannya pilihan yang baik bagi mereka yang sedang menjalani program penurunan berat badan atau ingin membatasi asupan kalori. Ini berbeda dengan gula pasir yang mengandung 4 kalori per gram.
- Pemanis Alami
Stevia adalah pemanis alami yang berasal dari tanaman, sehingga dianggap lebih aman dan sehat dibandingkan dengan pemanis buatan seperti aspartam atau sukralosa yang mungkin memiliki efek samping.
Stevia jauh lebih manis daripada gula, jadi hanya perlu digunakan dalam jumlah kecil. Ekstrak stevia bisa 200-300 kali lebih manis dari gula.
- Kesehatan Gigi
Gula pasir dapat meningkatkan risiko gigi berlubang. Karena tidak difermentasi oleh bakteri mulut, stevia aman untuk kesehatan gigi Anda.
- Membantu Mengontrol Nafsu Makan
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa stevia dapat membantu mengontrol nafsu makan, yang bermanfaat bagi penderita diabetes yang ingin menurunkan berat badan atau menjaga berat badan ideal.
Menjaga berat badan ideal merupakan salah satu kunci penting dalam pengelolaan diabetes.
- Memiliki Manfaat Kesehatan Lain
Selain manfaat utama di atas, stevia juga memiliki beberapa manfaat kesehatan lain, seperti menurunkan tekanan darah, meningkatkan kolesterol HDL (baik), dan memiliki efek antioksidan.
Manfaat ini tentunya menunjang kesehatan penderita diabetes secara keseluruhan.
Karena sangat manis, penggunaan stevia harus lebih sedikit dibandingkan gula pasir. Anda mungkin perlu bereksperimen untuk menemukan jumlah yang sesuai selera.
Sebagai panduan, mulailah dengan ¼ hingga ½ sendok teh stevia untuk menggantikan 1 sendok teh gula pasir.
Pastikan memilih produk stevia yang terpercaya dan terdaftar di BPOM. Ada berbagai bentuk stevia, termasuk daun stevia kering, ekstrak cair, dan serbuk.
Pilih bentuk yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda. Biasanya, satu sendok teh ekstrak stevia setara dengan satu cangkir gula. Konsumsi stevia secukupnya sesuai dengan anjuran.
Asupan harian yang dapat ditoleransi (ADI) stevia untuk orang dewasa yang sehat adalah 4 mg/kg berat badan per hari.
Beberapa orang merasakan rasa pahit atau aftertaste ketika menggunakan stevia. Beberapa produsen stevia mencoba menutupi rasa ini dengan menambahkan bahan lain.
Jika Anda sensitif terhadap rasa pahit, cobalah merek stevia yang berbeda atau kombinasikan dengan sedikit perasan lemon atau vanilla untuk mengurangi aftertaste.
Kombinasikan stevia dengan pemanis alami lainnya seperti buah-buahan untuk mendapatkan rasa yang lebih kompleks dan kaya.
Meskipun jarang, beberapa orang mungkin mengalami reaksi alergi terhadap stevia. Jika Anda mengalami gejala seperti gatal, ruam, atau kesulitan bernapas, segera hentikan penggunaan dan konsultasikan dengan dokter.
Dalam beberapa kasus, konsumsi stevia dalam jumlah besar dapat menyebabkan gangguan pencernaan, seperti kembung atau diare.
Konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan stevia, terutama jika Anda sedang mengonsumsi obat diabetes. (*)
Editor : Dwi Puspitarini