Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Pahami Lebih Dalam tentang Kelebihan dan Kekurangan Pemanis Buatan yang Populer di Masyarakat

Dwi Puspitarini • Senin, 1 Juli 2024 | 11:10 WIB
Ilustrasi berbagai bentuk pemanis tambahan dalam makanan atau minuman.
Ilustrasi berbagai bentuk pemanis tambahan dalam makanan atau minuman.

 

KALTIMPOST.ID, Pemanis buatan kini sudah mudah ditemui dan umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Banyak makanan dan minuman manis menjadi favorit banyak orang apalagi dengan tampilan yang memanjakan mata dan lidah.

Sayangnya, takaran gula dalam makanan dan minuman tersebut kerap melebihi ambang batas anjuran konsumsi gula harian.

Pemanis buatan adalah pengganti gula yang diolah melalui proses kimiawi. Pemanis buatan berkali-kali lipat lebih manis ketimbang gula biasa. Karena itu, pemanis ini hanya digunakan dalam jumlah sedikit untuk menambahkan rasa manis pada makanan dan minuman.

Baca Juga: Wajib Diperhatikan, 7 Jenis Pemanis Sintetis dan Dampaknya bagi Kesehatan Tubuh

Kemampuannya menggantikan peran gula tanpa mengikutsertakan dampak-dampak buruk yang dibawa oleh gula pasir biasa membuat bahan tambahan makanan ini kerap digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Pemanis buatan mengandung kalori lebih kecil ketimbang gula. Namun, bisa meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh yang berujung pada diabetes.

Ketika masuk ke dalam tubuh, pengganti gula ini dapat mengubah mikroba di usus dengan meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh.

Sederhananya, usus tidak mampu menyerap glukosa, sehingga berdampak pada peningkatan kadar gula darah yang berujung pada diabetes. Peluang penyakit semakin tinggi jika dikonsumsi oleh orang yang berisiko.

Baca Juga: Wajib Diperhatikan, 7 Jenis Pemanis Sintetis dan Dampaknya bagi Kesehatan Tubuh

Beberapa kelompok orang yang berisiko, di antaranya kelebihan berat badan (obesitas), tidak menjaga pola makan, malas olahraga, riwayat keluarga dan mengidap penyakit tertentu, seperti hipertensi atau kolesterol tinggi.

Namun, di balik manisnya pemanis buatan, terdapat berbagai pertanyaan dan kekhawatiran tentang keamanannya bagi kesehatan. Berikut adalah kelebihan dan kekurangan dari pemanis buatan:

Kelebihan Pemanis Buatan

  1. Mengurangi Kalori

Pemanis buatan memberikan rasa manis tanpa kalori yang signifikan, membantu mengurangi asupan kalori harian. Ini bermanfaat bagi mereka yang mencoba menurunkan atau mengontrol berat badan.

  1. Tingkat Kemanisan Tinggi

Satu sendok teh pemanis buatan, bisa memberikan rasa manis yang setara dengan beberapa sendok makan gula pasir. Hal ini memungkinkan penggunaan yang lebih sedikit, sehingga kalori yang dikonsumsi pun lebih terkontrol.

 Baca Juga: Pahami dan Jangan Mudah Percaya Informasi yang Keliru terkait Ibu Menyusui

  1. Kontrol Gula Darah

Pemanis buatan tidak meningkatkan kadar gula darah, sehingga sangat bermanfaat untuk penderita diabetes atau mereka yang perlu mengontrol kadar glukosa dalam darah.

  1. Kesehatan Gigi

Pemanis buatan tidak menyebabkan kerusakan gigi seperti gula, sehingga membantu mencegah gigi berlubang dan masalah gigi lainnya.

  1. Stabilitas

Banyak pemanis buatan seperti sukralosa dan acesulfame potassium stabil pada suhu tinggi, sehingga dapat digunakan dalam memasak dan memanggang.

  1. Mengurangi Risiko Penyakit Terkait Gula

Dengan mengurangi konsumsi gula, risiko penyakit terkait gula seperti obesitas, sindrom metabolik, dan penyakit jantung dapat berkurang.

Baca Juga: Wajib Diperhatikan, 7 Jenis Pemanis Sintetis dan Dampaknya bagi Kesehatan Tubuh

  1. Tahan Panas

Beberapa jenis pemanis buatan, seperti sukralosa, tahan terhadap panas dan aman digunakan dalam masakan dan pemanggangan. Bagi para pencinta kue dan hidangan panggang, ini adalah kabar gembira!

Kekurangan Pemanis Buatan

  1. Rasa dan Aftertaste

Bagi sebagian orang, rasa manis pemanis buatan terkesan "palsu" atau memiliki aftertaste yang tidak disukai oleh beberapa orang. Misalnya, sakarin bisa meninggalkan rasa pahit. Hal ini bisa memengaruhi kenikmatan dalam menyantap hidangan.

  1. Potensi Efek Samping

Beberapa orang mungkin mengalami efek samping seperti sakit kepala, alergi, atau gangguan pencernaan saat mengonsumsi pemanis buatan tertentu.

  1. Kontroversi Kesehatan

Meskipun pemanis buatan telah disetujui oleh badan pengawas kesehatan, masih ada kontroversi dan kekhawatiran tentang potensi efek jangka panjang, termasuk risiko kanker berdasarkan beberapa studi awal.

  1. Tidak Menyebabkan Perasaan Kenyang

Pemanis buatan tidak memberikan kalori atau nutrisi yang dapat membantu merasa kenyang, sehingga mungkin tidak membantu mengontrol nafsu makan seperti halnya beberapa makanan manis alami.

  1. Potensi Peningkatan Keinginan untuk Makanan Manis

Penggunaan pemanis buatan mungkin memperkuat keinginan untuk makanan manis, yang bisa berujung pada konsumsi makanan manis yang lebih tinggi.

Gunakan secukupnya sesuai dengan anjuran yang tertera pada label produk. Selalu perhatikan label makanan dan minuman untuk mengetahui kandungan pemanis buatan dan gula.

Setiap jenis pemanis buatan memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Pilihlah pemanis yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi Anda.

Oleh sebab itu, mengonsumsi gula sesuai dengan kebutuhan menjadi salah satu solusi untuk menjaga kesehatan tubuh. Para ahli gizi menyarankan untuk mengonsumsi pemanis buatan sebagai alternatif gula, bukan untuk menggantikan konsumsi buah dan sayur yang kaya akan vitamin dan mineral.

Menjaga asupan gula yang masuk ke dalam tubuh merupakan hal utama yang harus diperhatikan apalagi bagi penderita diabetes. Selalu kombinasikan konsumsi pemanis buatan dengan pola makan sehat dan seimbang yang kaya akan buah, sayur, dan protein untuk menjaga kesehatan tubuh secara optimal.

Jika memiliki keraguan dalam mengonsumsi pemanis buatan ini, terlebih jika Anda sedang menjalani diet, ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi Anda untuk menentukan takaran yang tepat. (*)

Editor : Dwi Puspitarini
#pemanis buatan #kolesterol #diabetes #mengontrol nafsu makan #hipertensi #kesehatan #gula #makanan dan minuman #glukosa #gigi #kalori