Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Fenomena Anak Tengah: Di Antara Kakak dan Adik, Ada Kekuatan dan Tantangan

Dwi Puspitarini • Kamis, 11 Juli 2024 | 08:14 WIB
Ilustrasi tiga bersaudara. Seorang diantaranya adalah anak tengah yang merasa tidak diajak dalam bercerita.
Ilustrasi tiga bersaudara. Seorang diantaranya adalah anak tengah yang merasa tidak diajak dalam bercerita.

 

KALTIMPOST.ID, Fenomena anak tengah, sering disebut sebagai "middle child syndrome" atau sindrom anak tengah, merujuk pada pola perilaku dan perasaan yang sering dialami oleh anak-anak yang lahir di tengah-tengah saudara-saudara mereka.

Anak tengah, yang memiliki kakak dan adik, diasumsikan mengalami pengalaman unik yang dapat membentuk kepribadian dan cara mereka berinteraksi dengan dunia.

Anak tengah juga sering kali menghadapi tantangan khusus, tetapi juga memiliki kekuatan yang bisa menjadi keunggulan mereka.

Fenomena anak tengah bisa disebabkan oleh beberapa faktor dalam dinamika keluarga, termasuk orang tua mungkin lebih fokus pada anak sulung yang pertama kali mengalami berbagai tahap perkembangan, serta anak bungsu yang membutuhkan perhatian lebih banyak.

Anak sulung sering kali diharapkan menjadi panutan dan bertanggung jawab, sementara anak bungsu sering dimanjakan, meninggalkan anak tengah dalam posisi yang kurang jelas.

Anak tengah sering kali dianggap memiliki beberapa karakteristik tertentu yang berbeda dari saudara-saudara mereka yang lebih tua atau lebih muda. Beberapa karakteristik umum dari anak tengah, yaitu:

  1. Mandiri dan Berpenampilan Dewasa

Anak tengah sering kali dituntut untuk lebih mandiri dan bertanggung jawab sejak usia dini. Mereka mungkin terbiasa menyelesaikan masalah sendiri dan tidak selalu mencari perhatian orang tua.

Karena tidak selalu menjadi pusat perhatian, anak tengah sering mengembangkan kemandirian dan kemampuan untuk mengurus diri sendiri.

Kemandirian ini sering disertai dengan keterampilan pemecahan masalah yang baik, karena mereka terbiasa mencari solusi sendiri.

  1. Fleksibel dan Mudah Beradaptasi

Berada di antara dua kepribadian yang berbeda, anak tengah cenderung mampu beradaptasi dengan perubahan karena mereka terbiasa menyesuaikan diri dengan saudara yang lebih tua dan lebih muda. Dan dengan berbagai situasi dan orang-orang baru.

Mereka juga mungkin lebih pandai dalam negosiasi dan menyelesaikan masalah. Anak tengah sering kali lebih fleksibel dan mereka mungkin lebih terbuka terhadap ide dan pengalaman baru karena kebiasaan untuk menavigasi dinamika keluarga yang beragam.

Baca Juga: 9 Tanaman Ini Bisa Jadi Pengusir Nyamuk yang Paling Efektif dan Perlu Ditanam di Rumah

  1. Kreatif dan Berwawasan Luas

Anak tengah terbiasa mencari cara-cara unik dan kreatif untuk mengekspresikan diri dan menarik perhatian, yang bisa mengarah pada bakat yang lain atau inovatif.

Mereka memiliki minat yang beragam dan suka menjelajahi ide-ide baru karena mereka cenderung memiliki pemikiran yang out of the box dan mampu melihat berbagai perspektif.

  1. Diplomatis dan Pandai Bersosialisasi

Anak tengah sering kali pandai dalam menjalin hubungan dan membangun komunikasi yang baik dengan orang lain. Mereka cenderung menjadi penengah dalam konflik, baik dalam keluarga maupun di luar, karena mereka terbiasa berada di antara saudara-saudara mereka.

Mereka belajar bagaimana mendengarkan berbagai perspektif dan menengahi perbedaan. Keterampilan mediasi ini bisa berkembang menjadi kemampuan diplomasi yang kuat, berguna dalam kehidupan pribadi dan profesional.

  1. Rasa Terabaikan

Anak tengah merasa kurang diperhatikan atau dihargai dibandingkan dengan saudara sulung yang sering mendapat tanggung jawab dan pujian, serta anak bungsu yang sering mendapat perhatian lebih karena menjadi yang termuda.

Perasaan terabaikan ini dapat menyebabkan krisis identitas, perasaan rendah diri, iri hati, dan kesepian. Di mana anak tengah merasa kesulitan menemukan tempat atau peran mereka dalam keluarga.

  1. Kesulitan Menemukan Identitas Diri

Berada di antara dua kepribadian yang berbeda dapat membuat anak tengah kesulitan menemukan identitas diri mereka sendiri. Mereka mungkin merasa terjebak dalam bayang-bayang kakak dan adik, atau merasa tidak memiliki tempat yang unik dalam keluarga.

  1. Persaingan Antar-Saudara

Anak tengah merasa perlu bersaing untuk mendapatkan perhatian dan penghargaan yang sama dengan saudara-saudaranya.

Anak tengah mengalami kebingungan saat terjadi konflik antara kakak dan adik. Mereka mungkin merasa tertekan untuk memihak salah satu pihak, atau merasa tidak bisa menyenangkan semua orang.

  1. Perfeksionisme dan Tekanan Berprestasi

Anak tengah biasanya memiliki ekspektasi tinggi terhadap diri mereka sendiri untuk mencapai kesuksesan dan melampaui pencapaian kakak atau adik mereka. Hal ini dapat menyebabkan stres dan kecemasan.

Tips untuk Orang Tua Anak Tengah

1. Pemberian perhatian yang adil: Orang tua harus berusaha memberikan perhatian yang adil kepada semua anak mereka, memastikan bahwa anak tengah tidak merasa diabaikan.Menghargai dan mengakui prestasi dan usaha anak tengah sama seperti saudara-saudaranya.

2. Penghargaan dan pengakuan: Menghargai dan mengakui prestasi dan usaha anak tengah dengan cara yang sama seperti saudara-saudaranya.

3. Waktu khusus: Menghabiskan waktu khusus dengan anak tengah untuk menunjukkan bahwa mereka juga penting dan dihargai.

4. Mendorong kemandirian positif: Mendukung kemandirian anak tengah dengan memberikan mereka kesempatan untuk membuat keputusan sendiri dan bertanggung jawab dalam konteks yang positif. Memberikan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan dan minat mereka sendiri.

5. Komunikasi terbuka: Mendorong komunikasi terbuka dalam keluarga sehingga anak tengah dapat mengungkapkan perasaan mereka dan merasa didengar. Mengadakan diskusi keluarga secara rutin untuk memastikan semua anak merasa dilibatkan dan didengar.

Penting untuk diingat bahwa tidak semua anak tengah mengalami semua ciri-ciri dan tantangan yang disebutkan di atas.

Setiap anak adalah individu yang unik dengan kepribadian dan pengalamannya sendiri. Urutan kelahiran hanyalah salah satu faktor yang dapat memengaruhi perkembangan kepribadian anak.

Anak tengah menghadapi kekuatan dan tantangan yang unik karena posisi mereka di antara saudara-saudara mereka.

Dengan perhatian yang seimbang, dukungan kemandirian, dan komunikasi terbuka, orang tua dapat membantu anak tengah memanfaatkan kekuatan mereka dan mengatasi tantangan yang mereka hadapi.

Fenomena anak tengah menunjukkan bahwa dengan pendekatan yang tepat, mereka dapat berkembang menjadi individu yang mandiri, fleksibel, dan kreatif. (*)

Editor : Dwi Puspitarini
#persaingan antarsaudara #kepribadian #dinamika keluarga #Fenomena anak tengah