Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Terlanjur Tidak Puasa Tasua, Sahkah Puasa Asyura? Buya Yahya hingga Syekh Wahbah Zuhaili Anjurkan Ini

Almasrifah • Senin, 15 Juli 2024 | 16:24 WIB
BERDAKWAH: Buya Yahya memberikan penjelasan mengenai sah atau tidak puasa Asyura jika tidak puasa Tasua.
BERDAKWAH: Buya Yahya memberikan penjelasan mengenai sah atau tidak puasa Asyura jika tidak puasa Tasua.

KALTIMPOST.ID, Siang ini, umat Islam tengah berjuang menahan lapar dan haus demi menunaikan puasa Tasua yang jatuh pada hari ini.

Diketahui, pada bulan Muharram, dianjurkan untuk melaksanakan dua puasa sunnah di hari Asyura. Yaitu, puasa Tasua dan Asyura yang tahun ini jatuh pada 15 dan 16 Juli 2024.

Dua hari puasa ini dilaksanakan beriringan, sebagai pembuka dan penyempurna. Lantas, bagaimana jika terlanjut tidak melaksanakan puasa Tasua? Berikut anjuran dari para ulama.

KH Yahya Zainul Ma'arif

Ulama asal Blitar yang akrab disapa Buya Yahya ini melalui channel YouTube Infinity Official memberi tanggapan mengenai puasa Asyura di tanggal 10 Muharram saja.

Beliau mengatakan, dalam puasa di hari Asyura, yang utama adalah puasa Asyura pada 10 Muharram. Melaksanakan puasa 10 Muharram saja tanpa puasa 9 Muharram hukumnya tetap sunnah.

Sebab, menurut beliau, tidak ada larangan untuk berpuasa di 10 Muharram saja. Jika ada yang melaksanakan satu puasa saja di hari Asyura, Buya Yahya mengatakan, tetap sah mendapat pahala.

Namun, beliau juga menjelaskan bahwa ada sunnah di atas sunnah. Karena itu, supaya dapat dobel sunnah, sebaiknya laksanakan dua puasa Tasua dan puasa Asyura agar berbeda dengan ibadah kaum Yahudi.

Syekh Wahbah al-Zuhali

Sementara itu, Syekh Wahbah az-Zuhaili, pendakwah terkenal dari Suriah, memberikan penjelasan dalam Kitab Fiqhul Islam wa Adillatuhu Juz 3. Jika seseorang hanya melaksanakan puasa Asyura 10 Muharram, tanpa puasa Tasua 9 Muharram, disunnahkan baginya untuk berpuasa juga pada 11 Muharram. Ini merupakan pendapat mazhab Syafi'i.

 

Syekh Zainuddin al-Malibari 

Sedangkan dalam Fathul Muin, menurut ulama fikih dari India, Syekh Zainuddin Al-Malibari, mengutip Imam Syafi'i di kitab Al-Umm, bahwa tidak makruh berpuasa pada hari Asyura di 10 Muharram saja.

Namun, jika seorang muslim ingin menambah ibadah puasa pada bulan Muharram, beliau menyampaikan, bisa saja mengerjakan puasa pada tanggal 10 dan 11 Muharram.

Kesimpulan yang dapat diambil, jika Anda terlanjur tidak berpuasa Tasua, sebaiknya tetap melaksanakan puasa Asyura di hari esoknya. Dan bila ingin menambah pahala, Anda dapat berpuasa juga di tanggal 11 Muharram. Semoga amal ibadah kita senantiasa diterima Allah SWT.

Editor : Almasrifah
#Syekh Zainuddin al Malibari #puasa tasua #Buya Yahya #Syekh Wahbah Az Zuhaili #puasa asyura