Dali berpulang meninggalkan putrinya, Kamari Sky Wassink, yang masih berusia 11 bulan. Ramai masyarakat yang ikut berbelasungkawa hingga mengkhawatirkan, apakah bayi Kamari akan mengingat Papa Dali saat sudah besar.
Untuk menjawab ini, harus dilihat melalui penjelasan medis dari para ahli mengenai perkembangan otak dan ingatan bayi dalam merekam dan menyimpan memori masa kecil mereka. Berikut ulasannya.
Tahapan Perkembangan Otak Anak
Pada masa kanak-kanak, proses perkembangan otak akan terjadi melalui beberapa tahap. Yaitu, saat janin dalam kandungan, saat bayi lahir, usia 0–1 tahun, usia 2–3 tahun, usia 5 tahun, hingga usia remaja.
Perkembangan otak pada janin yang masih dalam kandungan, alur saraf akan mulai menutup menjadi tabung dan membentuk tiga bagian utama dari otak, yaitu otak belakang, tengah, dan depan. Volume otak akan semakin membesar dan terus berkembang untuk membentuk bagian-bagian otak lainnya.
Kemudian ketika bayi baru dilahirkan, umumnya sudah memiliki sekitar 1 miliar sel saraf. Namun, sel-sel saraf ini masih belum terhubung dengan baik. Proses pengolahan informasi di dalam otak bayi cenderung berjalan lebih lambat dari orang dewasa.
Pada awal kehidupan bayi, ukuran serebelum (otak kecil) akan semakin meningkat hingga mencapai tiga kali lipat jika dibandingkan dengan sebelumnya.
Lalu, di usia 3 bulan, terjadi perkembangan bagian hippocampus yang berperan penting dalam memproses ingatan atau memori anak. Perkembangan hippocampus juga dapat membuat bayi semakin mengenal orang tua.
Menginjak usia 6 bulan, otak bayi akan mulai mengalami perkembangan dengan membentuk hubungan antar panca indra.
Otak bayi usia 2–3 tahun akan semakin banyak sinaps yang terbentuk yang membuat anak mengenal dan memahami lebih banyak kosakata.
Di usia 5 tahun, proses perkembangan otak berjalan semakin pesat. Untuk itu, pada taha ini, proses belajar adalah momen penting yang dapat mendukung perkembangan otak anak.
Ingatan pada Bayi
Sementara itu, mengutip dari popmama.com, bayi umumnya memiliki ingatan jangka pendek yang hanya bertahan beberapa menit saja. Para peneliti menemukan bahwa bayi berusia 4 hingga 6 bulan hanya dapat mengingat satu hal dalam satu waktu.
Pada usia 10 bulan, ingatan jangka pendek bayi telah meningkat pesat sehingga mereka dapat mengingat beberapa hal sekaligus, namun hanya dalam jangka waktu singkat.
Ingatan jangka panjang membutuhkan beberapa tahun ekstra untuk berkembang. Hipokampus, bagian otak yang berperan penting pada ingatan, belum sepenuhnya berkembang hingga sekitar usia 7 tahun.
Hal inilah yang mungkin menyebabkan ingatan paling awal seseorang bukan di awal kehidupan.
Fenomena ketidakmampuan untuk mengingat masa kanak-kanak ini disebut dengan infantile amnesia. Yaitu, kondisi saat seseorang yang telah dewasa sulit untuk mengingat pengalamannya saat usia di bawah 3 atau 4 tahun.
Memori awal anak-anak akan berubah. Memori dari usia yang lebih muda akan digantikan dengan memori pada usia yang lebih dewasa.
Itulah ulasan mengenai perkembangan otak anak dan ingatan bayi yang belum sepenuhnya berkembang di bawah usia 3-4 tahun. Semoga bermanfaat.
Editor : Almasrifah