Anda pecinta dan bergelut dengan dunia hewan? Silakan klaim hal itu. Tapi bagaimana dengan keluarga yang satu ini. Suami istri dokter hewan. Tiga anak, semua berlatar pendidikan kedokteran hewan. Belum cukup, dapat menantu pun seorang dokter hewan. Kini mereka kompak mengelola klinik kesehatan dan perawatan hewan.
NAMA Joko Suseno dan Ratna PM tak asing bagi sebagian besar owner pet di Kota Minyak. Jose Vet Clinic yang mereka kelola kini terkenal, salah satu yang terbesar di Balikpapan bahkan di Kaltim. Namun di luar itu, ada hal menarik. Joko yang lahir besar di Balikpapan dan menamatkan pendidikan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gajah Mada (FKH UGM) Yogyakarta, tentu tak pernah menyangka perjumpaannya dengan sang istri, perempuan berdarah Jawa yang dikenalnya di kampus FKH UGM sekitar 30 tahun silam akan melahirkan generasi yang memiliki pasion sejalan dengan mereka. Kama Massanta Khalqi Suseno, Annisa Awanis Putri Ratna Suseno, dan Raisa Qurrata 'Ayun Suseno, tiga anak mereka tak pernah didesain apalagi dipaksa untuk belajar dunia hewan. Semua mengalir begitu saja. Joko menyebut, ia bersama istri memang mengenalkan dunia hewan kepada tiga anak mereka. Juga pekerjaan di Jose Vet. Tapi tak pernah ada arahan agar Kama, Ica dan Tata, sapaan tiga anaknya, mengikuti jejak orangtua mereka sebagai veterinarian.
Bahkan anak sulung, Kama, sebenarnya punya pengalaman traumatik dengan hewan. Saat masih duduk di bangku SD, Kama pernah diserang anjing jenis pitbul saat menemani Ratna visit ke salah satu owner pet.
Kala itu, Kama yang baru saja turun dari mobil diterkam oleh jenis anjing yang tergolong ganas itu. Akibat pengalaman itu, bertahun-tahun Kama takut jika didekati anjing.
Namun perlahan, boleh jadi faktor seiring bertambahnya usia dan interaksinya di Jose Vet, trauma itu menipis. Karena itu Joko mengaku juga surprise dan semangat saat kemudian mendapat kabar putra sulungnya ini diterima di FKH Universitas Brawijaya, Malang. Keterkejutan yang menggembirakan kembali dialami saat dua putrinya mengikuti jejak kakak mereka di FKH Brawijaya.
Tapi apa ia juga terkejut saat Kama menyunting wanita cantik asal Aceh yang juga seorang dokter hewan? “Kalau yang ini tidak,” kata Joko. Sebab, Joko mengaku, dia dan istrilah yang mengenalkan, lalu berusaha menjodoh-jodohkan, mengarahkan agar sang anak dekat dengan Windian Tajuk MB, menantunya tersebut.
Tapi itu semua juga didasari pada keterkejutan, atau lebih tepatnya kekaguman kepada sang menantu. Sebab Windi, sapaan menantu, berani merantau seorang diri dari Aceh, jauh dari keluarga untuk mengisi lowongan pekerjaan di Jose Vet. Kama dan Windi kini dianugerahi seorang putri. Kalau kelak dia meneruskan pasion kakek dan neneknya menggeluti dunia hewan, kita tentu takkan terkejut. (*)
ISMET RIFANI
ismetrifani1971@gmail.com
Editor : Ismet Rifani