KALTIMPOST.ID, Penggunaan minyak goreng berulang kali sering dilakukan oleh banyak orang, terutama ibu rumah tangga dan pedagang kecil.
Mereka menganggap bahwa minyak yang terlihat masih "baik" tidak perlu dibuang, tetapi ternyata ini adalah kesalahan besar.
Penggunaan minyak jelantah, yaitu minyak goreng bekas, berisiko tinggi bagi kesehatan.
Berikut ini adalah alasan mengapa minyak jelantah sebaiknya dihindari, dilengkapi dengan bukti ilmiah mengenai bahaya yang ditimbulkan.
- Minyak Jelantah: Pemicu Kanker yang Tidak Disadari
Minyak jelantah memiliki sifat karsinogenik. Ketika dipanaskan berulang kali, minyak ini melepaskan zat berbahaya seperti aldehida yang dapat menyebabkan kanker.
Zat beracun ini masuk ke dalam tubuh melalui makanan yang digoreng dan mengoksidasi sel-sel tubuh secara perlahan. Ini menyebabkan radikal bebas merusak sel dan meningkatkan risiko kanker.
Baca Juga: 7 Tips Merawat Alat Masak Berbahan Kayu agar Bebas Bakteri dan Tahan Lama
- Radikal Bebas, Sumber Penyakit Kronis
Proses oksidasi pada minyak jelantah juga meningkatkan produksi radikal bebas. Radikal bebas ini tidak hanya menyebabkan kanker, tetapi juga memicu berbagai penyakit kronis seperti obesitas, diabetes, dan penyakit jantung.
Semakin sering minyak digunakan, semakin besar peluangnya untuk merusak kesehatan Anda.
- Meningkatkan Kolesterol Jahat (LDL)
Kolesterol LDL yang dikenal sebagai kolesterol jahat dapat menumpuk di dinding arteri, menyebabkan penyumbatan dan mempersempit pembuluh darah.
Penggunaan minyak jelantah secara berulang dapat meningkatkan kadar LDL dalam tubuh, yang meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan nyeri dada.
Baca Juga: 10 Tips yang Efektif untuk Menjaga Kesehatan Jantung
- Menyebabkan Peradangan dan Melemahkan Kekebalan Tubuh
Radikal bebas yang dihasilkan dari minyak jelantah juga dapat menyebabkan peradangan.
Peradangan yang kronis menurunkan sistem kekebalan tubuh, membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi.
Dalam jangka panjang, ini dapat menimbulkan berbagai penyakit autoimun dan gangguan metabolik lainnya.
- Risiko Penyakit Degeneratif
Studi dari University of the Basque Country di Spanyol menunjukkan bahwa minyak jelantah mengandung senyawa aldehida organik yang dapat memicu penyakit degeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson.
Penyakit-penyakit ini berkembang lambat, tetapi pengaruh konsumsi minyak jelantah dapat mempercepat prosesnya.
Baca Juga: Tips Aman Basmi Sisa Daging yang Tersangkut di Gigi
- Gangguan Pencernaan Akibat Keasaman
Sensasi terbakar di perut atau tenggorokan bisa jadi disebabkan oleh tingginya tingkat keasaman dari makanan yang digoreng menggunakan minyak jelantah.
Minyak ini memperburuk kondisi lambung, menyebabkan refluks asam lambung, dan menambah gejala gangguan pencernaan lainnya.
- Penyebab Infeksi Bakteri
Minyak jelantah sering kali menjadi tempat berkembangnya bakteri. Remah-remah gorengan yang tertinggal di minyak menjadi sumber makanan bagi bakteri yang dapat menyebabkan infeksi jika tidak disaring atau diganti setelah beberapa kali penggunaan.
- Kualitas Gizi Menurun
Proses penggorengan berulang menyebabkan kerusakan lemak sehat yang terdapat dalam minyak.
Akibatnya, kandungan nutrisi dalam makanan juga menurun. Makanan yang digoreng dengan minyak jelantah cenderung kehilangan vitamin penting seperti vitamin E dan beta-karoten, yang sangat penting bagi kesehatan tubuh.
- Risiko Obesitas dan Penyakit Jantung
Konsumsi makanan yang digoreng dengan minyak jelantah secara terus menerus dapat meningkatkan berat badan yang berlebihan atau obesitas.
Obesitas ini merupakan pintu masuk bagi banyak penyakit serius, termasuk diabetes tipe 2 dan penyakit jantung koroner.
- Pengaruh Minyak Jelantah pada Kecerdasan
Penelitian menunjukkan bahwa radikal bebas yang masuk ke tubuh melalui minyak jelantah dapat mengoksidasi sel-sel otak, mengurangi fungsi kognitif dan kecerdasan.
Terlebih lagi, bagi anak-anak, dampaknya bisa sangat merusak perkembangan mental dan kesehatan otak mereka.
- Minyak Jelantah dan Kehalalan
Selain bahaya kesehatan, minyak jelantah yang tidak halal juga menjadi perhatian serius. Jika minyak digunakan untuk menggoreng makanan yang tidak halal, maka minyak tersebut menjadi haram.
Hal ini sering terjadi pada pedagang makanan jalanan yang mungkin menggunakan minyak jelantah dari restoran tanpa mengecek kehalalannya.
Baca Juga: Bye Mata Perih! 7 Cara Mengupas Bawang Merah dengan Cepat
Pemurnian Minyak Jelantah, Apakah Aman?
Meski ada metode untuk memurnikan minyak jelantah, seperti menggunakan adsorben dari limbah pertanian, kualitas minyak tetap rendah.
Minyak yang dimurnikan tetap tidak aman untuk dikonsumsi karena sebagian besar kandungan nutrisi dan keamanannya telah hilang.
Untuk menjaga kesehatan, sebaiknya tidak menggunakan minyak goreng lebih dari tiga kali.
Perhatikan perubahan warna, aroma, dan kekentalan minyak. Gantilah minyak secara rutin, dan pastikan selalu menggunakan minyak goreng yang bersertifikat halal untuk memastikan keamanan dan kebersihan makanan Anda. (*)
Dapatkan info dan berita update lain dari Kaltim Post. Gabung/join dengan klik >> Whatsapp Channel
Editor : Dwi Puspitarini