Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Diet 30-30-30! Lagi Trend dan Ramai Diperbincangkan Medsos, Jadi Perubahan Gaya Hidup

Uways Alqadrie • Rabu, 20 November 2024 | 11:52 WIB

Ilustrasi istimewa
Ilustrasi istimewa
KALTIMPOST.ID, Diet 30-30-30 sedang jadi perbincangan di media sosial. Saat ini sedang tren saat ini sedang tren. Banyak yang mulai mencoba dia tersebut. Namun apakah dia tersebut bisa membuahkan hasil dan tidak mengganggu kesehatan?

Dalam berbagai konten di media sosial, pembuat konten berusaha meyakinkan bahwa metode ini berhasil membantu mereka menurunkan berat badan. Bagi mereka, metode 30-30-30 tak cuma sekadar jenis diet, merupakan perubahan gaya hidup.

Namun apakah yang dimaksud diet 30-30-30 itu? Pada dasarnya, diet ini melibatkan sumber protein sebagai makanan. Pada diet ini, seseorang akan memakan 30 gram (g) sumber protein dalam waktu 30 menit setelah bangun tidur, dan dilanjutkan 30 menit olahraga intensitas rendah.

Melansir Healthline, metode ini pertama kali muncul dalam buku Tim Ferriss, The 4-Hour Body (2010). Namun, baru-baru ini kembali dipopulerkan oleh ahli gizi Gary Brecka.

Benarkah diet 30-30-30 mampu menurunkan BB?

Pada dasarnya pola makan 30-30-30 adalah pola makan yang relatif masuk akal. Konsultan gizi Sophie Medlin mengatakan, sarapan berprotein tinggi merupakan pilihan yang tepat. 

Sepakat dengan Sophie, ahli nutrisi lainnya dari Integral Wellness merujuk sebuah penelitian. Penelitian pada 2014 menemukan, orang yang makan 30 g protein saat sarapan mengonsumsi lebih sedikit kalori saat makan siang.

Pola makan seperti ini dapat menstabilkan gula darah. Artinya, tubuh akan menggunakan lebih banyak energi untuk memetabolisme protein daripada yang digunakan untuk memecah karbohidrat dan lemak.

Efek tersebut bisa membantu pola defisit kalori dalam tubuh. Hal ini cocok bagi Anda yang sedang berusaha menurunkan berat badan.

Apalagi, jika kebiasaan sarapan tersebut ditambah dengan 30 menit olahraga intensitas rendah.

Dari segi kesehatan, diet ini nyaris tak memiliki kekurangan. Hanya saja, diet ini bisa jadi kendala di tengah kesibukan orang di zaman kiwari.

Metode diet ini membutuhkan waktu luang di pagi hari untuk meluangkan olahraga dan membuat sarapan berprotein tinggi.

Sebenarnya bisa saja Anda mengonsumsi makanan cepat saji berprotein tinggi. Namun, besar kemungkinan Anda tak bakal mengalami banyak penurunan berat badan.

Penurunan berat badan sendiri adalah tentang keseimbangan energi dan menciptakan defisit. Jadi, olahraga juga penting sebagai salah satu cara menggerakkan tubuh untuk membantu menjaga bentuk tubuh. Ahli menyarankan agar diet ini disesuaikan dengan tubuh masing-masing.

Mereka menganjurkan untuk sarapan setelah berolahraga agar dapat mengatur nafsu makan, alih-alih memulai aktivitas harian dengan sarapan protein. Pasalnya, olahraga sendiri dapat meningkatkan nafsu makan. Jaga kualitas makanan Anda. Campurkan dengan beberapa serat seperti sayuran untuk mencapai 30 g per hari.

Banyak orang berhasil dengan diet ini jika dilakukan secara konsisten dan dalam jangka panjang. Namun sebaiknya tetap berkonsultasi dengan ahli untuk menghindari persoalan kesehatan di kemudian hari.

 

Editor : Uways Alqadrie
#diet #indonesia #kaltim #viral di medsos