Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Anak-Anak AI: Mengintip Kehidupan Generasi Beta yang Serba Digital

Dwi Puspitarini • Sabtu, 4 Januari 2025 | 14:23 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

 

KALTIMPOST.ID, Tahun 2025 ini, menandai awal dimulainya kehidupan Generasi Beta.

Anak-anak yang lahir antara 1 Januari 2025 hingga 2039 ini akan tumbuh di tengah pesatnya perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI), dan tantangan krisis iklim yang semakin nyata.

Lantas, seperti apakah karakteristik generasi termuda ini dan bagaimana mereka akan membentuk masa depan?

Generasi Beta hadir setelah Generasi Alpha (2010-2024), Generasi Z (1997-2012), dan Generasi Milenial (1981-1996).

Menurut peneliti sosial Mark McCrindle, generasi Beta diprediksi menjadi bagian penting dari populasi dunia, yaitu sekitar 16 persen pada tahun 2035.

Mereka adalah anak-anak dari Generasi Milenial dan sebagian Generasi Z, yang mewarisi kepedulian terhadap isu-isu global, terutama keberlanjutan lingkungan.

 Baca Juga: Fenomena Generasi Strawberry: Salah Siapa? Orang Tua, Sekolah, atau Lingkungan?

Ciri Khas Generasi Beta

Generasi Beta diprediksi akan sangat mahir dalam memanfaatkan teknologi digital dan AI dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari belajar, berkomunikasi, hingga bekerja.

Mereka akan tumbuh dalam dunia yang sangat terhubung, di mana batasan antara dunia nyata dan digital semakin kabur.

Salah satu tantangan bagi generasi ini adalah membangun identitas digital yang aman dan bijaksana.

Peran orang tua sangat penting dalam membimbing mereka untuk menggunakan teknologi secara positif dan bertanggung jawab.

Selain itu, penting juga untuk mendorong mereka mengembangkan individualitas yang kuat, baik di dunia maya maupun dunia nyata.

Generasi Beta juga diharapkan tumbuh dalam lingkungan yang lebih inklusif dan terbuka terhadap perbedaan.

Seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat tentang keberagaman dan toleransi, generasi ini diharapkan dapat menerima perbedaan sebagai hal yang wajar dan positif.

 Baca Juga: Generasi Strawberry: Potensi Besar atau Masalah Besar bagi Perusahaan?

Menghadapi Tantangan Perubahan Iklim

Salah satu kendala terbesar yang akan dihadapi Generasi Beta adalah perubahan iklim.

Dibesarkan oleh orang tua dari Generasi Milenial dan Generasi Z yang sangat peduli dengan isu lingkungan, mereka akan mewarisi kepedulian tersebut dan mencari solusi inovatif untuk mengatasi krisis iklim.

Data dari Pew Research Center menunjukkan bahwa mayoritas Generasi Milenial (71 persen) dan Generasi Z (67 persen) menganggap perubahan iklim sebagai prioritas utama.

Hal ini menunjukkan bahwa Generasi Beta akan tumbuh dalam lingkungan yang sadar akan pentingnya menjaga kelestarian bumi.

 Baca Juga: Mau Menaklukkan Hati Gen Z? Simak Kriteria Pasangan Idealnya!

Masa Depan Generasi Beta dan Setelahnya

Generasi Beta akan menyaksikan pergeseran demografis yang signifikan, seperti penurunan angka kelahiran dan peningkatan harapan hidup.

McCrindle memprediksi bahwa fokus di masa depan akan bergeser dari masalah kelebihan populasi menjadi keberlanjutan populasi.

Setelah Generasi Beta, kemungkinan besar akan muncul Generasi Gamma (lahir antara 2040 dan 2054). (*)

Editor : Dwi Puspitarini
#Generasi Beta #serba digital #teknologi #gadget #internet #ai #sosial #perkembangan anak #digital #Ciri Khas Generasi Beta #Generasi Alpha