Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Butuh Teks Ceramah Isra Mikraj? Ini 4 Contoh Pidato Singkat yang Mudah Dihafal dan Disampaikan!

Dwi Puspitarini • Minggu, 12 Januari 2025 | 10:18 WIB
Ilustrasi. Peringatan Isra Mikraj hendaknya menjadi momentum bagi kita untuk merenungkan kembali perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW dan mengambil pelajaran berharga darinya.
Ilustrasi. Peringatan Isra Mikraj hendaknya menjadi momentum bagi kita untuk merenungkan kembali perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW dan mengambil pelajaran berharga darinya.

 

 

KALTIMPOST.ID, Isra Mikraj, peristiwa perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dan kemudian naik ke Sidratul Muntaha, merupakan momen penting bagi umat Islam.

Setiap tahun, pada tanggal 27 Rajab (diperkirakan 27 Januari 2025 untuk tahun 2025), umat Islam memperingati peristiwa ini dengan berbagai cara, salah satunya melalui pidato atau ceramah.

Pidato Isra Mikraj bertujuan untuk mengingatkan kembali hikmah dan pelajaran yang terkandung dalam peristiwa tersebut.

Sebelum masuk ke contoh pidato, penting untuk memahami inti dari peristiwa Isra Mikraj.

 Baca Juga: 10 Hukum Karma: Bukan Sekadar Mitos, Ini Rahasia Mengubah Takdirmu!

Seperti yang dijelaskan di situs Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI), Isra Mikraj adalah dua perjalanan yang dilakukan Nabi Muhammad SAW dalam satu malam.

Isra adalah perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, sedangkan Mikraj adalah perjalanan dari Masjidil Aqsa naik ke langit hingga Sidratul Muntaha.

Peristiwa ini merupakan mukjizat yang menunjukkan kekuasaan Allah SWT dan memberikan perintah salat lima waktu kepada umat Islam.

Berikut 7 contoh pidato singkat Isra Mikraj yang dapat dijadikan referensi:

Contoh 1: Fokus pada Perintah Salat

Hadirin yang dirahmati Allah,

Segala puji bagi Allah SWT, Tuhan semesta alam, yang telah memberikan kita nikmat iman dan Islam.

Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, pemimpin umat yang membawa cahaya kebenaran.

Pada hari yang mulia ini, kita memperingati Isra Mikraj, peristiwa luar biasa yang menjadi salah satu mukjizat terbesar Nabi Muhammad SAW. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surah Al-Isra ayat 1:

سُبْحَٰنَ ٱلَّذِىٓ أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِۦ لَيْلًا مِّنَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ إِلَى ٱلْمَسْجِدِ ٱلْأَقْصَا ٱلَّذِى بَٰرَكْنَا حَوْلَهُۥ لِنُرِيَهُۥ مِنْ ءَايَٰتِنَآ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ

Sub-ḥānallażī asrā bi'abdihī lailam minal-masjidil-ḥarāmi ilal-masjidil-aqṣallażī bāraknā ḥaulahụ linuriyahụ min āyātinā, innahụ huwas-samī'ul-baṣīr.

 Baca Juga: Bingung Cari Tema Isra Mikraj? Ini 42 Ide Kreatif untuk Acara Sekolah hingga Umum!

"Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat." (QS. Al-Isra: 1)

Dalam perjalanan itu, Nabi Muhammad SAW menerima perintah langsung dari Allah SWT berupa kewajiban salat lima waktu.

Ini menunjukkan bahwa salat bukan hanya kewajiban, tetapi juga hadiah istimewa bagi umat Islam.

Hadirin sekalian,

Salat adalah tiang agama, seperti yang disampaikan dalam hadist riwayat An-Nafilah fii Ahaadits Adh-Dhoifah karya Syaikh Abu Ishaq Al Huwainy, Rasulullah menegaskan:  

“Assholatu 'imaduddin Faman aqomaha waqod aqomaddin Faman tarokaha waqod hadamaddin".

 Baca Juga: Rajin Ibadah tapi Mulut Tajam? Buya Yahya Ingatkan Risiko Jadi Ahli Neraka

"Salat adalah tiang agama. Barang siapa mendirikannya, maka ia menegakkan agama. Dan barang siapa meninggalkannya, maka ia meruntuhkan agama."

Melalui salat, kita memiliki kesempatan untuk berkomunikasi langsung dengan Allah SWT. Salat bukan sekadar gerakan fisik, tetapi juga bentuk penghambaan, pengakuan dosa, dan permohonan ampunan.

Allah SWT juga berfirman:

اُتْلُ مَآ اُوْحِيَ اِلَيْكَ مِنَ الْكِتٰبِ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَۗ اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِۗ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ ۝٤٥

utlu mâ ûḫiya ilaika minal-kitâbi wa aqimish-shalâh, innash-shalâta tan-hâ ‘anil-faḫsyâ'i wal-mungkar, waladzikrullâhi akbar, wallâhu ya‘lamu mâ tashna‘ûn.

 Baca Juga: Manfaat Tak Terduga Air Rebusan Seledri: Lebih dari Sekadar Pelengkap Masakan

"Dan dirikanlah salat, sesungguhnya salat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (salat) adalah lebih besar keutamaannya." (QS. Al-Ankabut: 45)

Hadirin yang berbahagia,

Isra Mikraj mengajarkan kita bahwa kedisiplinan dalam salat adalah kunci untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Mari kita jadikan peringatan ini sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas salat kita, baik secara lahir maupun batin.

Jangan hanya mengejar rutinitas, tetapi hadirkan hati kita dalam setiap takbir, ruku’, dan sujud.

Semoga kita semua menjadi hamba yang senantiasa mendirikan salat dengan khusyuk dan istiqamah.

Jadikan peringatan Isra Mikraj sebagai pengingat untuk terus memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

 Baca Juga: Ibarat Bom Waktu, Sakit Kepala Bisa Jadi Tanda Bahaya: Kenali Aneurisma Otak, Ancaman Tanpa Gejala

Contoh 2: Fokus pada Keimanan

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Hadirin yang dimuliakan Allah,

Segala puji hanya bagi Allah SWT, yang telah memperjalankan Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa agung Isra Mikraj.

Shalawat serta salam senantiasa kita haturkan kepada Rasulullah, yang menjadi teladan terbaik bagi umat manusia.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Isra ayat 1:

سُبْحَٰنَ ٱلَّذِىٓ أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِۦ لَيْلًا مِّنَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ إِلَى ٱلْمَسْجِدِ ٱلْأَقْصَا ٱلَّذِى بَٰرَكْنَا حَوْلَهُۥ لِنُرِيَهُۥ مِنْ ءَايَٰتِنَآ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ

Sub-ḥānallażī asrā bi'abdihī lailam minal-masjidil-ḥarāmi ilal-masjidil-aqṣallażī bāraknā ḥaulahụ linuriyahụ min āyātinā, innahụ huwas-samī'ul-baṣīr.


"Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat."

Hadirin sekalian,


Isra Mikraj adalah peristiwa luar biasa yang menuntut keimanan total. Bagi sebagian orang di zaman Rasulullah SAW, peristiwa ini sulit dipercaya.

Namun, keimanan sejati terlihat dari orang-orang yang meyakini kebenaran peristiwa ini, seperti Abu Bakar Ash-Shiddiq yang mendapatkan gelar "Ash-Shiddiq" karena pembelaannya terhadap Rasulullah.

Keimanan kepada Allah SWT berarti menerima segala ketetapan dan kebesaran-Nya, meskipun akal sulit mencernanya. Dalam Surah Al-Baqarah ayat 3, Allah SWT berfirman:

الَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَۙ ۝٣

alladzîna yu'minûna bil-ghaibi wa yuqîmûnash-shalâta wa mimmâ razaqnâhum yunfiqûn
"Mereka yang beriman kepada yang gaib, mendirikan salat, dan menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka."

Hadirin yang berbahagia,

Baca Juga: Mau Irigasi Telinga Sendiri? Jangan! Prosedur Sederhana yang Bisa Berakibat Fatal jika Salah

Isra Mikraj mengajarkan kita untuk percaya sepenuhnya kepada kekuasaan Allah SWT.

Keimanan bukan hanya sekadar ucapan, tetapi diwujudkan dalam tindakan seperti mendirikan salat, berbuat baik, dan menjauhi larangan-Nya. Salat, yang menjadi oleh-oleh utama dari peristiwa ini, adalah bukti keimanan kita.
Keimanan akan memandu kita menghadapi berbagai ujian hidup. Ketika kita percaya bahwa Allah selalu bersama kita, tidak ada masalah yang terasa terlalu besar.

Dengan keimanan, hati kita menjadi tenang, seperti firman Allah dalam Surah Ar-Ra'd ayat 28:

الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُۗ ۝٢٨

alladzîna âmanû wa tathma'innu qulûbuhum bidzikrillâh, alâ bidzikrillâhi tathma'innul-qulûb.
"Hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram."

(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram.


Hadirin yang dirahmati Allah,
Isra Mikraj bukan hanya kisah perjalanan Rasulullah, tetapi juga ujian keimanan bagi umat Islam.

Mari kita jadikan momen ini untuk memperkuat iman, meningkatkan ibadah, dan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Semoga keimanan kita selalu kokoh, seperti teladan yang diberikan Rasulullah SAW.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

 Contoh 3: Fokus pada Perjalanan Spiritual

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Hadirin yang dirahmati Allah SWT,
Segala puji bagi Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya, Nabi Muhammad SAW, dalam peristiwa agung Isra Mikraj.

Shalawat serta salam kita sampaikan kepada Rasulullah, teladan kita menuju jalan yang lurus.

Pada malam yang penuh keberkahan, Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Isra ayat 1:

سُبْحَٰنَ ٱلَّذِىٓ أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِۦ لَيْلًا مِّنَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ إِلَى ٱلْمَسْجِدِ ٱلْأَقْصَا ٱلَّذِى بَٰرَكْنَا حَوْلَهُۥ لِنُرِيَهُۥ مِنْ ءَايَٰتِنَآ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ

Sub-ḥānallażī asrā bi'abdihī lailam minal-masjidil-ḥarāmi ilal-masjidil-aqṣallażī bāraknā ḥaulahụ linuriyahụ min āyātinā, innahụ huwas-samī'ul-baṣīr


"Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat."

Hadirin sekalian,
Isra Mikraj bukanlah sekadar perjalanan fisik, melainkan sebuah perjalanan spiritual yang mendalam.

Peristiwa ini mengajarkan kepada kita makna mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan penuh ketundukan.

Dalam perjalanan ini, Rasulullah SAW menerima perintah salat lima waktu sebagai wujud dialog langsung dengan Allah.

Salat adalah inti dari hubungan spiritual kita dengan Sang Pencipta. Melalui salat, kita mengakui kebesaran Allah dan memohon petunjuk agar tetap berada di jalan yang benar. Sebagaimana firman Allah dalam Surah Taha ayat 14:

اِنَّنِيْٓ اَنَا اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنَا۠ فَاعْبُدْنِيْۙ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ لِذِكْرِيْ ۝١٤

innanî anallâhu lâ ilâha illâ ana fa‘budnî wa aqimish-shalâta lidzikrî

“Sesungguhnya Aku adalah Allah, tidak ada tuhan selain Aku. Maka, sembahlah Aku dan tegakkanlah salat untuk mengingat-Ku.”

 

Hadirin yang dirahmati Allah,


Perjalanan spiritual yang dialami Nabi Muhammad SAW mengingatkan kita bahwa setiap orang memiliki jalan menuju Allah. Untuk itu, mari jadikan salat dan dzikir sebagai sarana mendekatkan diri kepada-Nya.

Dalam setiap perjalanan hidup, kita akan menghadapi ujian dan tantangan. Namun, seperti halnya Rasulullah SAW yang tetap teguh, kita juga harus menjaga keimanan dan selalu bersandar pada Allah.

Perjalanan spiritual ini tidak hanya memperkuat hubungan dengan Allah, tetapi juga membersihkan hati dari kesombongan, iri hati, dan hal-hal negatif lainnya.


Isra Mikraj mengajarkan kita untuk terus meningkatkan kualitas spiritual, menjadikan iman sebagai pegangan hidup, dan selalu memperbaiki hubungan dengan Allah SWT.

Perjalanan spiritual adalah perjalanan seumur hidup. Mari kita manfaatkan kesempatan ini untuk memperdalam keimanan dan memperkuat amal ibadah.


Hadirin yang berbahagia,
Isra Mikraj adalah pengingat bagi kita bahwa perjalanan hidup ini adalah perjalanan menuju Allah. Dengan meneladani Rasulullah dan memaksimalkan ibadah, semoga kita semua dapat meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

 Contoh 4: Fokus pada Keteladanan Rasulullah

Hadirin yang dirahmati Allah,

Segala puji bagi Allah SWT, yang telah memberikan nikmat iman dan Islam kepada kita. Shalawat serta salam kita haturkan kepada Nabi Muhammad SAW, suri teladan terbaik sepanjang zaman.

Pada kesempatan yang mulia ini, marilah kita merenungkan hikmah besar dari peristiwa Isra Mikraj.

Perjalanan agung ini tidak hanya menjadi bukti kekuasaan Allah SWT, tetapi juga menunjukkan keistimewaan Nabi Muhammad SAW sebagai utusan-Nya.

 Baca Juga: Catat! Tanggal-Tanggal Mustajab Puasa Rajab 1446 H/2025 M: Pahala Berlipat Ganda

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surah Al-Isra ayat 1:

سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ ۝١

sub-ḫânalladzî asrâ bi‘abdihî lailam minal-masjidil-ḫarâmi ilal-masjidil-aqshalladzî bâraknâ ḫaulahû linuriyahû min âyâtinâ, innahû huwas-samî‘ul-bashîr.

"Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat." (QS. Al-Isra: 1)

Hadirin yang berbahagia,

Rasulullah SAW adalah manusia pilihan yang menunjukkan keteladanan dalam segala aspek kehidupan.

Ketika menghadapi Isra Mikraj, beliau tidak hanya menunjukkan kesabaran, tetapi juga keyakinan yang kokoh kepada Allah SWT. Meski banyak yang meragukan, Rasulullah tetap teguh menyampaikan kebenaran.

Keteladanan beliau tergambar dalam sikap amanah, kesabaran, dan kasih sayang kepada umatnya. Allah SWT berfirman:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ ۝٢١

sub-ḫânalladzî asrâ bi‘abdihî lailam minal-masjidil-ḫarâmi ilal-masjidil-aqshalladzî bâraknâ ḫaulahû linuriyahû min âyâtinâ, innahû huwas-samî‘ul-bashîr.

"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah." (QS. Al-Ahzab: 21)

Peristiwa Isra Mikraj mengajarkan kita untuk mengikuti jejak beliau dalam menghadapi cobaan dengan iman yang teguh. Rasulullah SAW juga mengajarkan kita untuk mendahulukan kepentingan umat dan terus berusaha membawa kedamaian di tengah perbedaan.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Sebagai umat Rasulullah, kita memiliki tanggung jawab untuk meneladani beliau. Mulailah dari hal-hal sederhana: menjaga kejujuran, berbuat baik kepada sesama, dan senantiasa mendekatkan diri kepada Allah melalui salat dan doa.

Keteladanan Rasulullah SAW juga tercermin dalam akhlaknya yang mulia. Beliau bersabda:

إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ صَالِحَ الأَخْلاَقِ

"Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia." (HR. Ahmad)

Mari kita jadikan peringatan Isra Mikraj ini sebagai momentum untuk memperbaiki diri.

Jadilah pribadi yang menebar kebaikan, meneladani Rasulullah dalam setiap langkah kehidupan. Semoga kita termasuk golongan yang mendapat syafaat beliau di akhirat nanti.

 Baca Juga: Rahasia Langsing ala Jepang: Matcha, Si Hijau Pembakar Lemak!

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tips Menyampaikan Pidato:

Dengan memahami hikmah Isra Mikraj dan menyampaikan pesan-pesan pentingnya melalui pidato, peringatan ini akan semakin bermakna dan memberikan dampak positif bagi kehidupan kita. (*)

Editor : Dwi Puspitarini
#pidato Isra Mikraj #mudah dihafal #contoh pidato #inspirasi #ibadah #Ceramah singkat #AKHLAK