KALTIMPOST.ID, Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW tahun ini jatuh pada tanggal 27 Januari, dalam kalender Islam bertepatan dengan 27 Rajab 1446 H.
Banyak umat muslim yang antusias menyambut momen ini, dengan berbagai macam kegiatan yang disebarluaskan melalui spanduk, brosur, poster, flyer, katalog, kalender, baliho, banner, stiker, neon sign, megatron, dan masih banyak lagi.
Tak jarang, dari sekian banyak pemberitahuan itu, jika mengacu Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) VI, masih banyak yang penulisan "Isra Mikraj" kurang tepat.
Sering kali kita melihat penulisan seperti Isra Miraj, Isra’ Mi’raj, atau Israk Mikraj di berbagai media.
Tapi, tahukah Anda penulisan mana yang benar? Menurut KBBI VI, penulisan yang tepat adalah Isra Mikraj.
Baca Juga: Butuh Teks Ceramah Isra Mikraj? Ini 4 Contoh Pidato Singkat yang Mudah Dihafal dan Disampaikan!
Isra Mikraj mengacu pada perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, hingga Sidratul Muntaha di langit ketujuh.
Bagi umat Islam, peristiwa ini menghasilkan perintah untuk menjalankan salat lima waktu.
Meski banyak variasi penulisan yang digunakan, selama maknanya tetap sama, hal ini tidak menjadi masalah besar.
Namun, akan lebih baik jika menggunakan penulisan sesuai KBBI agar lebih seragam dan meminimalisasi kebingungan.
Jadi, mulai sekarang, biasakan menulis Isra Mikraj sesuai aturan. Selain lebih rapi, Anda juga ikut membantu menyebarkan informasi yang benar. Bagaimana, sudah siap menggunakan penulisan yang tepat? (*)
Editor : Dwi Puspitarini