KALTIMPOST.ID, Bulan Ramadan semakin dekat, tapi masih ada utang puasa yang belum terbayar? Jangan sepelekan!
Puasa Ramadan adalah kewajiban bagi setiap Muslim. Jika tidak dijalankan karena alasan tertentu seperti sakit, haid, atau perjalanan jauh, maka wajib menggantinya sebelum Ramadan berikutnya tiba.
Menurut Ustaz Khalid Basalamah, siapa saja yang masih memiliki utang puasa harus segera melunasinya sebelum bulan suci tiba.
Beliau mengingatkan, “Kita telah memasuki akhir bulan Sya’ban. Segeralah lunasi utang puasa agar kita bisa menyambut Ramadan dengan hati tenang.”
Baca Juga: Jangan Lemas saat Puasa! Ini 6 Jurus Ampuh Hindari Dehidrasi, Tetap Segar Seharian Penuh
Bahkan, dalam hadits yang diriwayatkan Aisyah radhiyallahu ‘anha disebutkan:
"Aku dahulu memiliki kewajiban puasa, tetapi aku tidak bisa meng-qada-nya kecuali pada bulan Sya’ban." (HR Bukhari & Muslim).
Hadits ini menegaskan bahwa utang puasa sebaiknya segera dibayar sebelum Ramadan berikutnya.
Jika menunda hingga melewati batas waktu tanpa alasan yang dibenarkan, maka ada konsekuensi tambahan, yaitu membayar fidiah.
Baca Juga: Jangan Abaikan! Ini Daftar Makanan yang Dapat Merusak Fungsi Ginjal secara Perlahan
Bagaimana jika Utang Puasa Sudah Menumpuk Bertahun-tahun?
Ada banyak orang yang lalai dan baru sadar bahwa mereka memiliki utang puasa bertahun-tahun. Jika tidak lagi ingat jumlah pastinya, bagaimana cara menggantinya?
Buya Yahya memberikan solusi sederhana namun efektif bagi mereka yang ingin menebus kesalahan ini. Berikut langkah-langkahnya:
- Bertaubat dengan Sungguh-Sungguh
Menyesali kelalaian di masa lalu dan berniat untuk tidak mengulanginya. Taubat ini penting sebagai bentuk kesadaran diri. - Perkirakan Jumlah Hari yang Harus Diganti
Jika tidak ingat jumlah pastinya, buat perkiraan yang masuk akal. Misalnya, jika selama 5 tahun pernah meninggalkan puasa sekitar 10 hari per tahun, maka utang puasanya sekitar 50 hari. - Mengganti Puasa secara Bertahap
Tidak harus langsung berpuasa berturut-turut. Bisa dilakukan secara bertahap, misalnya dengan memanfaatkan puasa sunnah seperti Senin-Kamis sekaligus berniat qada. - Bayar Fidiah jika Tidak Mampu Berpuasa
Jika seseorang sudah tua atau sakit yang tidak memungkinkan untuk berpuasa, maka fidyah menjadi solusi. Caranya adalah dengan memberi makan satu orang miskin per hari puasa yang ditinggalkan.
Baca Juga: Biduran Setiap Malam? Jangan Anggap Sepele, Biduran di Malam Hari Bisa Jadi Tanda Hal Serius
Jangan Menunda, Segera Lunasi Utang Puasa!
Banyak orang menyepelekan utang puasa dan menganggap bisa ditunda kapan saja.
Padahal, jika terus dibiarkan, utang tersebut akan semakin menumpuk dan sulit dilunasi.
“Jika seseorang meninggal sebelum semua puasanya terbayar, yang penting sudah ada niat dan usaha untuk melunasi. Allah Maha Pengampun, dan pasti akan memberikan kemudahan bagi mereka yang benar-benar ingin kembali ke jalan yang benar,” kata Buya Yahya.
Jadi, jangan menunggu lagi! Lunasi utang puasa dari sekarang agar Ramadan bisa dijalani dengan tenang dan penuh keberkahan.
Semoga Allah SWT menerima ibadah kita dan memberikan kemudahan dalam menunaikan kewajiban. Aamiin! ***
Editor : Dwi Puspitarini