Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Oleh-Oleh Tur Kaltim Post Group ke Beijing-Chongqing, Dilarang Bawa Spidol Maupun Kertas ke Lapangan Tiananmen

Rikip Agustani • Minggu, 23 Februari 2025 | 22:02 WIB
LAYAKNYA ALUN-ALUN: Rombongan Kaltim Post Group mengabadikan momen di Lapangan Tiananmen, pusat kota Beijing.
LAYAKNYA ALUN-ALUN: Rombongan Kaltim Post Group mengabadikan momen di Lapangan Tiananmen, pusat kota Beijing.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Pekan lalu, Kaltim Post Group mengadakan tur ke Tiongkok. Ada dua kota besar yang dikunjungi selama sepekan. Beijing dan Chongqing. Berikut liputan tur bertajuk “Going Together to Beijing-Chongqing 2025”.

Waktu menunjukkan pukul sepuluh pagi ketika rombongan Kaltim Post Group tiba di Beijing pada 11 Februari 2025. Setelah menempuh perjalanan menggunakan pesawat Air China selama kurang lebih 10 jam dari Bandara Soekarno-Hatta.

Waktu di Beijing sama dengan waktu di Balikpapan. Menggunakan Waktu Indonesia Tengah (Wita). Hari itu, suhu udara di Beijing 3 derajat Celcius. Cuacanya sangat dingin. Mengharuskan rombongan Kaltim Post Group menggunakan baju tebal.

Pada hari pertama kunjungan ke Beijing, rombongan Kaltim Post Group dipandu oleh Mrs Yang Yang. Warga Tiongkok yang bertugas menjadi pemandu wisata selama rombongan berada di Beijing. Mulai 11 hingga 13 Februari 2025. Setelah menyelesaikan administrasi terkait dengan keimigrasian, agenda pertama adalah makan siang.

Rombongan Kaltim Post Group yang berjumlah 24 orang, diajak menyantap pangsit di Laobian Dumpling (Hepingmen). Restoran ini terletak di Qianmen West Street, Beijing. “Sulit mencari makanan yang halal. Karena mayoritas di Tiongkok bukan beragama Islam,” kata Yang Yang.

Ciri khas makanan Tiongkok, adalah pedas dan berminyak. Namun tidak asin. Dan juga tidak terlalu manis. Menu yang disajikan siang itu adalah pangsit basah. Dengan isian ayam. Ada pula isian sayur dan jagung. Selain itu, ada pula menu ayam goreng berlumur saus. Juga menu sayuran.

Namun yang paling penting adalah harus ada nasi. Selanjutnya, rombongan Kaltim Post Group pun diantar menyambangi Lapangan Tiananmen. Lapangan ini berada di pusat kota Beijing. Merupakan lapangan yang terluas di dunia. Lebar dari timur ke barat 550 meter. Dan panjang dari selatan ke utara adalah 800 meter.

“Lapangan yang terluas dan terbesar di pusat kota. Luasnya 440 ribu meter persegi. Bisa muat 1 juta orang,” ucap Yang Yang. Posisi Lapangan Tiananmen seperti jantung pemerintahan Tiongkok. Letaknya di luar pintu selatan dari Istana Kuno Dinasti Ming dan Qing. Atau lebih dikenal dengan Forbidden City (Kota Terlarang).

Di sebelah utara lapangan ini ada tiang bendera. Yang setiap harinya diadakan upacara penaikan dan penurunan bendera oleh tentara kehormatan. Selain itu, terdapat empat bangunan penting di lapangan ini. Yaitu Balai Agung Rakyat atau Gedung Rakyat Tiongkok di sisi barat. Lalu Museum Nasional Tiongkok di bagian timur. Dan Monumen Pahlawan Rakyat di selatan. Yang berhadapan dengan Mausoleum Mao Zeong atau Aula Memorial Ketua Mao.

“Itu adalah museum sejarah. Tugu pahlawan Tiongkok yang ditulis Sang Mao Zedong. Pahlawan orang Tiongkok. Sedangkan Balai Agung Rakyat sama seperti Gedung DPR RI di Jakarta,” ujarnya. Pada Mausoleum Mao Zeong atau Aula Memorial Ketua Mao, ada jenazah Mao Zedong yang diawetkan di dalam kotak kaca. Karena warga Tiongkok ingin menghormati Mao Zedong yang telah berjasa dan menjadi bapak pendiri Republik Rakyat Tiongkok.

“Masih ada ungkapan, "Tidak Ada Mao Zedong. Tidak Ada China”,” jelas Yang Yang. Pada pintu gerbang Tiananmen juga ada satu gambar besar dari wajah Mao Zedong. Dengan beratnya 2 ton. Lukisan tersebut akan diganti setiap tanggal 1 Oktober. Bertepatan dengan Hari Nasional Tiongkok. Namun gambar itu bukan foto. Tetapi lukisan minyak. “Makanya gambarnya hanya tahan selama tahun,” katanya.

Sebelum memasuki Lapangan Tiananmen, pengujung harus menjalani pemeriksaan yang sangat ketat. Bagi warga Tiongkok harus memperlihatkan tanda pengenal. Bagi warga asing wajib memperlihatkan paspor. Sebelum memasuki kawasan lapangan, wajah pengunjung akan diperiksa menggunakan kamera pemindai. Dan barang bawaan akan dipindai dengan teknologi sinar X.

Pengunjung juga dilarang membawa tongsis atau tongkat narsis. Maupun tripod. Selain itu dilarang membawa korek api. Juga dilarang membawa hand sanitizer. Maupun cairan lain yang mengandung alkohol. Karena dikhawatirkan akan menyulut api di dalam kawasan tersebut.

Barang bawaan lainnya yang tidak dibolehkan adalah spidol maupun kertas kosong. Karena dikhawatirkan akan membuat tulisan-tulisan yang menyinggung partai komunis China. Pun demikian, dengan banner ataupun spanduk bertuliskan apapun. “Makanya ketat sekali. Karena kadang kadang ada masyarakat yang demo,” jelasnya. (bersambung)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#beijing #Chongqing #jalan-jalan ke tiongkok