Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Oleh-Oleh Tur Kaltim Post Group ke Beijing-Chongqing, Butuh Waktu 15 Tahun Bangun Istana Kaisar

Rikip Agustani • Minggu, 23 Februari 2025 | 22:09 WIB
JADI MUSEUM: Kawasan Forbidden City di Beijing yang sempat menjadi tempat tinggal 24 kaisar pada Dinasti Qing dan Dinasti Ming hingga tahun 1420.
JADI MUSEUM: Kawasan Forbidden City di Beijing yang sempat menjadi tempat tinggal 24 kaisar pada Dinasti Qing dan Dinasti Ming hingga tahun 1420.

KALTIMPOST.ID, BEIJING- Tak hanya mengunjungi Lapangan Tiananmen di Beijing, rombongan Kaltim Post Group juga diajak menelusuri bangunan bekas Istana Kekaisaran Tiongkok. Yakni Forbidden City . Merasakan atmosfer kemegahan kekaisaran Tiongkok era Dinasti Ming dan Qing pada tahun 1.400-an.

Pengunjung di Forbidden City (Kota Terlarang) tidak begitu ramai saat rombongan Kaltim Post Group berkunjung pada 11 Februari lalu sekira pukul 15.00 waktu setempat. Karena musim liburan Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili yang jatuh pada 29 Januari 2025, sudah berakhir.

Yang Yang, selaku pemandu wisata rombongan Kaltim Post Group mengatakan, saat liburan Imlek dua pekan sebelumnya, areal Forbidden City penuh sesak. Nyaris tidak ada titik bagi pengunjung untuk mengabadikan diri dengan berswafoto.

“Boleh dibilang saat ini sepi sekali. Karena baru selesai Tahun Baru China di Tiongkok. Saat itu (Imlek) ramai sekali. Enggak ada yang bisa berfoto sendiri. Semuanya berfoto grup,” katanya. Dari Lapangan Tiananmen menuju Forbidden City harus melewati terowongan bawah tanah.

Hingga tembus di depan pintu masuk dipajangnya lukisan Mao Zedong. Tokoh pendiri Republik Rakyat Tiongkok. Ya, lukisan Mao Zedong memang dipasang di depan pintu masuk Forbidden City dengan tinggi pintu sekira 5 meter.  

Setelah melewati pintu masuk Forbidden City, rombongan Kaltim Post Group diajak mengelilingi lapangan luar dari kawasan yang juga disebut dengan Palace Museum atau Museum Istana ini. Lantai batunya adalah batu asli dengan ukuran panjang sekitar 1 meter. Di mana lantai ini bisa dilewati kaisar pada Dinasti Ming dan Qing saat itu. Lengkap dengan karpet merahnya.

“Jalan ini menghubungkan bagian selatan ke utara dengan panjang 7,8 kilometer. Sampai ke Stadium Olimpiade,” kata Yang Yang.

Pada bagian luar bangunan, ada sepasang tiang yang terbuat dari batu pualam. Usianya telah  mencapai 605 tahun sejak Dinasti Ming. Pada atap bangunan tersebut juga ada beberapa patung kecil. Yang merupakan anak laki laki dari sang raja naga berjumlah 9 ekor. Bangunan tersebut, biasa disinggahi oleh kaisar untuk melihat rakyatnya.

“Kalau kaisar mau ikut perang. Biasanya melihat masyarakat dari sini. Untuk minta didoakan agar bisa pulang dengan selamat,” katanya.

Di situs Museum Istana, Kota Terlarang selesai dibangun pada tahun 1420. Tahun kesebelas pemerintahan Yongle di Dinasti Ming. Forbidden City merupakan kompleks istana terbesar di dunia. Dan menjadi pusat pemerintahan Tiongkok selama hampir lima abad.

“Forbidden City ini dibangun mulai tahun 1406 sampai 1420. Dan tahun 1421, ibu kota negara Tiongkok pindah. Dari Nanjing ke Beijing. Dalam bahasa Tiongkok, “Jing” artinya ibu kota. dan “Nan” artinya selatan. Kalau “Bei” artinya utara. Jadi  Beijing adalah ibu kota bagian utara,” ujarnya.

Pemindahan ibu kota negara Tiongkok dari Nanjing ke Beijing pada tahun 1421 itu dilaksanakan oleh kaisar ketiga Dinasti Ming, Kaisar Zhu Di dengan gelar Kaisar Yongle.

“Kaisar ketiga yang memindahkan ibu kota dari Nanjing ke Beijing adalah Kaisar Zhu Di. Makan waktu 15 tahun untuk membangun istana ini. Tapi sebenarnya butuh waktu 10 tahun untuk mengumpulkan bahan bahan materialnya. Mengumpulkan batu pualam, batu bata dari seluruh Tiongkok. Dan diangkut menggunakan kanal dari Hangzhou ke Beijing yang panjangnya 1.800 kilometer,” paparnya.

Kawasan Forbidden City  terdiri dari lapangan luar dan lapangan dalam. Lapangan luar menyelenggarakan upacara dan ritual besar. Dengan bangunan utama meliputi Aula Harmoni Tertinggi (Taihe dian), Aula Harmoni Tengah (Zhonghe dian), dan Aula Pelestarian Harmoni (Baohe dian) --- tiga aula megah yang mendominasi bagian tengah --- serta Aula Kecemerlangan Sastra (Wenhua dian), dan Aula Keberanian Bela Diri (Wuying dian), yang mengapit sumbu tengah.

Sedangkan Lapangan dalam merupakan kediaman keluarga kekaisaran dan tempat berlangsungnya urusan negara sehari-hari. Meniru tata letak dari tiga aula besar yang disebutkan di atas adalah Istana Kemurnian Surgawi (Qianging gong), Aula Persatuan (Jiaotai dian), dan Istana Ketenangan Duniawi (Kunning gong).

“Totalnya ada 24 kaisar pada Dinasti Qing dan Dinasti Ming yang pernah tinggal di sini. Ada 14 kaisar Dinasti ming. Dan 10 kaisar Dinasti Qing. Sampai kaisar terakhir, namanya Kaisar Pu yi,” ceritanya.

Pada papan informasi yang ada di lapangan luar istana, menerangkan bahwa setelah selesai dibangun, Forbidden City berfungsi sebagai tempat tinggal bagi total 24 kaisar Ming dan Qing. Sebelum perannya berakhir setelah Dinasti Qing digulingkan pada tahun 1912.

Lalu pada tahun 1914, Museum Nasional (Guwu Chentiesuo) didirikan di lapangan luar dan dibuka untuk umum. Dan pada tahun 1925, bagian lapangan dalam diubah menjadi Museum Istana. Kemudian, pada tahun 1948, kedua lembaga tersebut digabung menjadi satu, mempertahankan namanya tetap Museum Istana.

Luasnya Forbidden City kurang lebih satu juta meter persegi. Di kawasan ini, ada sekitar 9 ribu kamar, berupa ruang internal yang dibatasi oleh empat kolom. Dan menjadikannya kompleks istana bersejarah terbesar dan paling terawat di Tiongkok.

Selain itu, ada enam kompleks istana berdinding di kedua sisi. Yang dikenal sebagai Enam Istana Timur dan Enam Istana Barat, berfungsi sebagai tempat tinggal bagi permaisuri Kekaisaran. Di luar ini ada kompleks istana sebagai kompleks pensiun Kaisar Qianlong di sebelah timur, dan yang lain sebagai tempat tinggal bagi janda permaisuri di sebelah barat, di antara bangunan dan halaman lainnya.

Saat ini, Museum Istana memiliki koleksi yang mencakup lebih dari 1,86 juta item pada 25 kategori utama. Museum ini memamerkan peradaban Tiongkok yang kuno dan megah kepada publik melalui arsitektur istana kekaisaran, reproduksi tata letak interior asli, pameran permanen termasuk seni dekoratif, jam, lukisan, kaligrafi, keramik, dan patung, serta pameran khusus. “Bapak ibu, hari ini kita sudah masuk ke Forbidden City. Kita  sudah menjadi kaisar dan permaisuri,” seloroh Yang Yang. (bersambung) 

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#beijing #forbidden city #Chongqing #Kaltim Post Group #jalan-jalan ke tiongkok