KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Malam hari, terutama lepas pukul 10, seringkali menjadi momok bagi sebagian orang. Pikiran-pikiran yang berputar tak terkendali, dari kejadian siang hari hingga kekhawatiran masa depan, membuat tidur nyenyak menjadi barang langka. Istilah "jam overthinking" pun semakin akrab di telinga.
"Kami tidak punya waktu dan ruang di siang hari untuk memproses apa yang terjadi, sehingga malam hari menjadi ajang evaluasi," ungkap Hope Bastine, terapis dan psikolog profesional residen SIMBA, London.
Banjir informasi dari teknologi, terutama media sosial, juga memperparah kondisi ini. Tanpa sadar, kita membandingkan diri dengan orang lain dan larut dalam pikiran negatif hingga larut malam. "Teknologi memicu aktivitas gelombang otak beta, yang membuat kita tetap waspada dan cemas," jelas Bastine.
Tips Ampuh Atasi Overthinking Malam Hari:
- Luangkan Waktu untuk Bersantai
Satu jam sebelum tidur, lakukan aktivitas yang menenangkan, seperti minum teh herbal, menyalakan lilin, atau bermeditasi. Ritual sebelum tidur ini perlu dilakukan secara teratur, karena otak kita belajar dari kebiasaan.
- Berbicara dengan Seseorang
Mengobrol dengan pasangan, keluarga, atau teman dapat membantu memproses pikiran dan mengurangi beban. Komunikasi yang tulus, dari hati ke hati, bukan sekadar membicarakan kegiatan sehari-hari.
- Tulis Catatan
Jika tidak ada teman bicara, tuangkan pikiran dan kekhawatiran Anda dalam bentuk tulisan. Setelah menulis pikiran negatif, tutup buku catatan dan letakkan di tempat yang jauh dari pandangan.
Pengaruh Teknologi
Penggunaan gawai sebelum tidur dapat memperparah kondisi overthinking. Teknologi aktivitas gelombang otak beta yang hadir ketika kita waspada, penuh perhatian, terlibat dalam pemecahan masalah, pengambilan keputusan dan terlibat aktivitas mental, dll dan dapat menimbulkan kecemasan.
Singkirkan gawai minimal satu jam sebelum tidur agar otak bisa bersiap untuk beristirahat.
Dengan menerapkan tips-tips di atas, diharapkan "jam overthinking" tidak lagi menjadi penghalang untuk tidur nyenyak dan berkualitas. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo