Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Oleh-Oleh Tur Kaltim Post Group ke Beijing-Chongqing, Rugi Beli Bebek Peking yang Sudah Divakum ke Indonesia

Rikip Agustani • Jumat, 7 Maret 2025 | 21:45 WIB

 

SPOT FAVORIT: Lokasi depan Stadion Nasional Beijing menjadi tempat favorit wisatawan berfoto ketika berkunjung ke Beijing.
SPOT FAVORIT: Lokasi depan Stadion Nasional Beijing menjadi tempat favorit wisatawan berfoto ketika berkunjung ke Beijing.
KALTIMPOST.ID, BEIJING - Berkunjung ke Stadion Nasional Beijing menjadi agenda terakhir rangkaian tur hari kedua rombongan Kaltim Post di Beijing. Rasa letih setelah seharian berkeliling kota, terbayarkan dengan menikmati bebek peking.

Destinasi terakhir pada hari kedua tur Beijing, 12 Februari 2025, mengunjungi Stadion Nasional Beijing. Rombongan Kaltim Post Group (KPG), tiba di kawasan stadion yang dibangun sebagai sarana olahraga dan pembukaan Olimpiade Beijing 2008 ini, sekitar pukul 18.00 waktu setempat.

Sayangnya, rombongan tidak bisa masuk ke dalam areal stadion. Hanya berfoto di bagian depan bangunan stadion. “Kita hanya berfoto di depan stadion untuk Olimpiade Beijing 2008 ini,” kata pemandu wisata tur KPG, Yang Yang.

Kawasan ini selalu ramai pengunjung dan memang menjadi lokasi berfoto wisatawan. Di sekitarnya penuh pencahayaan. Dari jauh tampak bangunan stadion seperti sarang burung berwarna putih. Bercahayakan lampu berwarna kuning. Dan jangan harap bisa melihat kendaraan roda dua di kawasan ini. Pengunjung diharuskan berjalan kaki dari halte bus yang jaraknya sekira 1,5 kilometer dari lokasi stadion.

Kondisi Stadion Nasional Beijing yang dibangun pada 2003 dan rampung pada 2008, sangat terawat. Pada kawasan Stadion Nasional Beijing ini, ada dua bangunan yang terkenal. Yakni Bird Nest atau Sarang Burung dan Water Cube atau Kubus Air. Bangunan Bird Nest inilah yang menjadi bangunan utama melaksanakan upacara pembukaan Olimpiade Beijing, 17 tahun yang lalu.

“Bird Nest bentuknya bulat. Dan Water Cube bentuknya persegi. Masyarakat Tiongkok percaya kalau langit berbentuk bulat. Dan tanah berbentuk persegi. Dan dua stadion ini melambangkan langit dan tanah, bagian Yin dan Yang,” jelasnya.

Pada kawasan Stadion Nasional Beijing ini, rombongan diajak berbelanja souvenir khas Beijing. Mulai dari kaus, baju tradisional Tiongkok, gantungan kunci, topi, dan tas. Harganya pun relatif murah. Mulai 5 yuan atau setara Rp 11.500 dengan kurs 1 yuan adalah Rp 2.300.

Rombongan pun menghabiskan waktu selama 1 jam untuk berfoto dan berbelanja. Selanjutnya diajak makan malam di Dayali Roast Duck. Lokasinya di Distrik Shunyi, Beijing. Perlu 1 jam perjalanan dari Stadion Nasional Beijing yang berada di Distrik Chaoyang. Menu andalan restoran ini adalah bebek peking, makanan khas Tiongkok.

Yang Yang pun memberikan panduan untuk menikmati bebek peking. Sebelum menyantap bebek panggang, perlu menyiapkan selembar kulit lumpia tipis yang menjadi lapisan bebek peking ini. Kemudian beberapa potong bebek peking ditaruh di atas kulit lumpia tipis tersebut. Dicampur dengan mentimun dan bawang, sebagai pendampingnya.

Selanjutnya kulit lumpia tipis tersebut dilipat dan dicocol dalam saus khusus untuk bebek peking. “Aku dulu jual bebek vakum. Tapi ketika dibawa ke Indonesia masaknya susah. Pasti rasanya beda,” katanya. Dia menuturkan, banyak minimarket di Tiongkok menjual bebek peking yang sudah divakum. Harganya berkisar 100 hingga 200 yuan. Atau setara dengan Rp 230 ribu hingga Rp 460 ribu. Akan tetapi, ketika dibawa ke Indonesia dan dijadikan oleh-oleh, rasa bebek peking ini tidak sama.

“Sehingga sebaiknya makan di Tiongkok saja, tidak usah dibungkus dan beli yang divakum. Buang-buang duit. Sudah dibawa, tapi enggak tahu cara masaknya. Jadi kurang enak,” jelas Yang Yang. Cara memasak bebek peking tidak seperti memanggang bebek seperti biasanya. Yang menggunakan oven atau microwave. Kematangan daging bebek di luar dan dalam menjadi kunci kelezatan bebek panggang ini.

Jika dimasak dengan cara yang tidak tepat, maka akan merusak rasa enak dari bebek peking ini. “Makanya lebih enak makan langsung di Tiongkok. Karena rasanya beda. Jangan buang-buang duit, dengan beli bebek yang sudah divakum dan dimakan di Indonesia,” tandasnya. (bersambung)

 

 

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#beijing #kaltimpost #jalan jalan ke tiongkok #Chongqing #Bebek Peking #Kaltim Post Group