Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Oleh-Oleh Tour Kaltim Post Group ke Beijing-Chongqing, Kaisar Harus Puasa Dulu Sebelum Ritual Minta Berkah Panen di Temple Of Heaven

Rikip Agustani • Jumat, 7 Maret 2025 | 21:57 WIB

 

TEMPAT RITUAL: Bangunan kuil The Hall of Prayer for Good Harvests yang digunakan untuk meminta berkah dewa langit dan dewa bumi di Temple of Heaven. 
TEMPAT RITUAL: Bangunan kuil The Hall of Prayer for Good Harvests yang digunakan untuk meminta berkah dewa langit dan dewa bumi di Temple of Heaven. 

KALTIMPOST.ID, BEIJING - Mengunjungi Temple of Heaven menjadi penutup rangkaian tur Kaltim Post selama di Beijing. Mulai tanggal 11 hingga 13 Februari 2025. Objek wisata yang menjadi paling banyak dikunjungi wisatawan selama tiga hari tur di ibu kota negara Tiongkok ini.

Waktu menunjukkan pukul 15.10 waktu Beijing, ketika rombongan tiba di parkiran objek wisata Temple of Heaven pada 13 Februari 2025. Sejumlah bus tampak memenuhi parkiran pada salah satu destinasi wisata favorit kala berkunjung ke Beijing. Lokasinya ditempuh selama 40 menit dari Summer Palace. Tempat yang sebelumnya dikunjungi rombongan Kaltim Post Group pada hari ketiga tur di Beijing.

Mrs Yang Yang selaku Pemandu Wisata Tur menerangkan bahwa Temple of Heaven, rampung dibangun pada tahun 1420. Setelah melewati masa pembangunan sejak tahun 1406. Pembangunannya dimulai saat Kaisar Yongle dari Dinasti Ming menjabat.

Di mana Kaisar Yongle juga lah yang membangun Forbidden City atau Kota Terlarang. Dan juga memindahkan ibu kota Tiongkok dari Nanjing ke Beijing. “Temple of Heaven adalah tempat kaisar bersembahyang. Untuk melakukan upacara meminta berkah kepada dewa langit dan dewa bumi,” katanya.

Temple of Heaven setiap harinya buka mulai pukul 06.30 hingga 22.00 waktu setempat. Sebelum memasuki kawasan tersebut, pengunjung harus memasuki pintu pemeriksaan. Dengan hanya memperlihatkan tiket masuk. Setelah masuk, rombongan diajak melihat beberapa pepohonan yang sudah berusia ratusan tahun. Yakni pohon siprus atau cemara yang identik dengan pohon Natal.

Pada musim dingin tahun ini, pohon siprus yang ada di kawasan Temple of Heaven masih rimbun. Di mana pohon siprus merupakan pohon yang melambangkan panjang umur. Dan dada setiap pohon diberikan penanda tulisan dengan papan berwarna merah dan hijau. Pada papan berwarna merah, bertuliskan pohon kuno 1. Yang ditanam pada masa Dinasti Ming sekitar 600 tahun lalu. Sedangkan pohon siprus dengan papan berwarna hijau, berusia kurang lebih 300 tahun. Ditanam saat masa Dinasti Qing.

Untuk melanjutkan perjalanan menuju bangunan kuil, rombongan harus melewati pemeriksaan lagi. Menggunakan tiket terusan. Melalui selasar bangunan tua khas bangunan kuno Tiongkok. Dengan gerbang tinggi untuk menjalani pemeriksaan tiket. Berbeda dengan Summer Palace, pada kawasan bangunan kuil Temple of Heaven jauh lebih ramai pengunjung. Meskipun bukan hari libur.

Di dalam areal ini ada The Hall of Prayer for Good Harvests. Yang merupakan bangunan kuil utama di Temple of Heaven, tempat kaisar memanjatkan doa. Agar mendapatkan hasil panen yang baik. Bangunan ini didirikan menggunakan material bambu dan kayu. Tanpa adanya besi yang menyangga bangunan.

Dengan tiang yang besar yang berjumlah 28 buah tiang di tengah bangunan kuil. Dan semua tiang memiliki arti tertentu. Misalnya di tengah ada 4 tiang besar yang memiliki lukisan awan dan naga. Melambangkan setahun ada 4 musim di Tiongkok. Dan da juga 12 tiang di dalam kuil. Yang memiliki arti dalam setahun punya 12 bulan. “Kuil ini, dibangun seperti lego, tidak menggunakan besi baja. Hanya menggunakan arsitektur yang dipasang dan terbuat dari kayu,” ucapnya.

Selanjutnya adalah The Imperial Vault of Heaven. Yang menjadi kuil tempat menyimpan papan nama dewa dan leluhur kaisar.  Yang biasa digunakan dalam upacara persembahan. Terakhir adalah The Circular Mound Altar, yakni Altar berupa panggung berbentuk lingkaran tingkat tiga dan terbuat dari batu pualam. Rancangan altar ini juga menyimpan makna tersendiri.

Dasar persegi mewakili bumi, altar bulat merepresentasi surga, dan bulatan paling atas adalah tempat berdiri kaisar menggambarkan langit. Di setiap bagian terdiri dari 9 anak tangga. Sehingga jumlahnya adalah 27 anak tangga. Jumlah anak tangga pada bagian bangunan ini melambangkan bahwa angka 9 adalah angka ganjil paling besar yang khusus dipakai oleh kaisar.

Mrs Yang Yang juga menerangkan bahwa desain bangunan kuil pada Temple of Heaven berasal dari filosofi Yin dan Yang. Di mana orang Tiongkok percaya langit berbentuk bulat seperti Yang dan tanah berbentuk persegi seperti Yin.

Pada zaman Dinasti Ming dan Dinasti Qing, Temple of Heaven digunakan sebagai tempat untuk melaksanakan ritual penghormatan kepada dewa, agar memberikan hasil panen yang baik bagi masyarakat Tiongkok. Dan sebelum melakukan upacara ritual penghormatan kepada dewa langit dan dewa bumi, Kaisar Ming harus berpuasa.

“Selama puasa, kaisar tidak bisa makan daging. Tidak bisa mencari wanita, dan tidak bisa melaksanakan mengurus negeri.  Setiap harinya harus berdoa dan membaca buku saja,” ujarnya.

Sebelum upacara dia harus menginap satu malam di Temple of Heaven. Di mana dalam kawasan tersebut adalah kuil yang disiapkan untuk kaisar berpuasa. Barulah pada hari kedua menginap di Temple of Heaven, kaisar baru melaksanakan upacara.

Karena saat itu belum ada penerangan dari listrik, maka kaisar harus menggunakan lilin berukuran besar. Dengan panjang 1 meter yang berukiran naga dan awan. Lilin ini mampu menyala selama 24 jam. “Karena upacara pemberkatan harus sudah selesai sebelum matahari terbit,” ujarnya.

Biasanya sang Tiongkok memasuki musim penghujan, kaisar akan melaksanakan 2 kali upacara di Temple of Heaven. Itu dilakukan untuk meminta kepada dewa hujan, agar tidak menurunkan hujan yang terlalu deras. Sehingga menimbulkan banjir dan membuat panen petani menjadi gagal. “Kalau pada musim dingin cuacanya jelek, maka akan ada 2-3 kali upacara ritual di Temple Of Heaven,” jelasnya.

Di depan bangunan kuil The Hall of Prayer for Good Harvests juga dibangun sebuah bangunan museum. Yang sudah direnovasi dan selesai pada tahun 2008. Untuk mempersiapkan perhelatan Olimpiade di Beijing.

Di dalam bangunan tersebut bertuliskan “The Exhibition of The Hall of Prayer For Good Harvest. Yang membuat informasi mengenai sejarah dan juga desain bangunan kuil yang ada di kawasan Temple of Heaven.  “Bangunan itu bukan bangunan asli. Tetapi bangunan untuk menyimpan desain arsitektur dari Temple of Heaven,” ujar Mrs Yang Yang.

Kunjungan berakhir pada pukul 17.00 waktu Beijing. Setelahnya rombongan diajak untuk menyantap makan malam di sebuah restoran yang berada di kawasan Distrik Chaoyang. Tak jauh dari Stadion Nasional Beijing. Di restoran ini, rombongan bisa menikmati makanan prasmanan, berupa ayam dan ikan, serta sayuran. Namun tetap saja, ada makanan non halal pada menu prasmanan yang disajikan. Yang disarankan tidak untuk disantap. (bersambung)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#beijing #jalan jalan ke tiongkok #Chongqing #temple of heaven #ritual