KALTIMPOST.ID, Saat menjalani ibadah puasa, banyak orang tetap beraktivitas seperti biasa. Namun, ketika tubuh terasa tidak nyaman—seperti pusing atau mual—minyak angin sering menjadi solusi praktis.
Tapi, muncul pertanyaan yang bikin ragu, yaitu apakah memakai minyak angin saat puasa bisa membatalkan ibadah?
Banyak orang mengira bahwa aroma kuat dari minyak angin yang dihirup dapat membatalkan puasa.
Tapi ternyata, melansir dari situs NU Online, hanya sesuatu yang masuk ke dalam tubuh secara fisik (makanan, minuman, atau benda lain) yang bisa membatalkan puasa.
Baca Juga: Jadwal Imsak dan Buka Puasa untuk Wilayah Balikpapan, Paser dan PPU Hari Ini, Minggu 9 Maret 2025
Menurut Syekh Abdurrahman Ba’alawi dalam kitab Bughyatul Mustarsyidin,
لاَيَضُرُّ وُصُولُ الرِّيحُ بِالشَّمِّ وَكَذَا مِنَ الْفَمِ كَرَائِحَةِ الْبُخُورِ أَوْ غَيْرِهِ إِلَى الْجَوْفِ وَإِنْ تَعَمَّدَهُ ِلأَنَّهُ لَيْسَ عَيْنًأ
Artinya: “Tidak dianggap membatalkan puasa aroma yang dihirup, sebagaimana aroma asap kemenyan atau lainnya, yang terasa mencapai tenggorokan meskipun disengaja, karena bukan termasuk ‘ain (benda yang bisa membatalkan puasa).”
Jadi, tidak perlu ragu lagi! Minyak angin boleh digunakan saat puasa. Justru, jika tubuh terasa lemas atau pusing, minyak angin bisa membantu agar tetap segar dan nyaman dalam menjalankan ibadah.
Namun, pastikan penggunaannya tetap wajar dan tidak berlebihan agar tidak mengganggu orang lain di sekitar. Semoga puasamu tetap lancar dan penuh keberkahan! ***
Editor : Dwi Puspitarini