KALTIMPOST.ID, Ramadan hampir mencapai puncaknya, dan kini umat Muslim memasuki fase paling dinanti, yaitu 10 malam terakhir Ramadan yang penuh keberkahan.
Di antara malam-malam tersebut, ada satu malam yang disebut dalam Al-Qur’an sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan.
Malam ini bukan sekadar legenda atau mitos, tetapi kebenaran yang diabadikan dalam Surah Al-Qadr:
اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ ١وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ ٢لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ ٣
Innâ anzalnâhu fî lailatil-qadr. Wa mâ adrâka mâ lailatul-qadr. Lailatul-qadri khairum min alfi syahr.
"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan." (QS. Al-Qadr: 1-3)
Lalu, bagaimana cara mengenali malam istimewa ini? Apa saja tanda-tandanya? Simak ulasan berikut agar Anda tidak melewatkan kesempatan emas ini!
- Langit Cerah, Udara Sejuk Tanpa Hujan
Salah satu tanda utama malam Lailatul Qadar adalah kondisi langit yang cerah, tenang, dan udara yang tidak terlalu panas ataupun dingin. Rasulullah SAW bersabda:
"Lailatul Qadar adalah malam yang cerah, tidak panas, tidak dingin, matahari bersinar lemah keesokan paginya." (HR. Ath-Thoyalisi dan Al-Baihaqi)
Jika Anda mendapati malam terasa lebih nyaman dari biasanya, bisa jadi itulah malam yang penuh berkah tersebut.
- Matahari Terbit dengan Cahaya Lembut
Pada pagi harinya, matahari akan tampak berbeda dari biasanya—cahayanya lebih lembut dan tidak menyilaukan. Rasulullah SAW bersabda:
Baca Juga: Bukan Sekadar ‘Eid Mubarak’, Ini 20 Ucapan Idul Fitri dalam Bahasa Arab Beserta Artinya
"Dan tanda-tandanya ialah pada pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa memancarkan sinar ke segala penjuru." (HR. Muslim no. 762)
Jika esok paginya Anda melihat fenomena ini, bisa jadi Anda baru saja melewati malam yang lebih baik dari 1000 bulan!
- Hati Terasa Damai dan Nyaman Saat Beribadah
Banyak orang yang merasakan ketenangan luar biasa ketika beribadah di malam Lailatul Qadar. Rasa kantuk yang biasanya hadir justru tergantikan oleh semangat luar biasa untuk berdzikir, membaca Al-Qur’an, dan berdoa.
- Tidak Ada Tiupan Angin Kencang atau Hujan Deras
Beberapa ulama juga menyebutkan bahwa malam Lailatul Qadar biasanya berlangsung dengan kondisi yang tenang, tanpa gangguan angin kencang atau badai yang mengganggu kekhusyukan ibadah.
Baca Juga: Cara Mudah Bikin Kartu Ucapan Idul Fitri yang Anti Pasaran, Gratis!
- Doa-Doa Dikabulkan
Malam ini adalah waktu terbaik untuk memohon kepada Allah. Sejumlah orang yang pernah mengalami Lailatul Qadar mengaku bahwa doa-doa mereka dikabulkan dalam cara yang menakjubkan. Rasulullah SAW mengajarkan doa khusus untuk dibaca di malam tersebut:
اللَّهُمَّ إنَّك عَفْوٌ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
"Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni." (HR. Tirmidzi)
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan menyukai keampunan, maka ampunilah aku."
- Munculnya Dorongan Kuat untuk Bersedekah
Keistimewaan lain dari malam ini adalah besarnya pahala dari amal ibadah yang dilakukan. Para ulama menyarankan untuk memperbanyak sedekah pada 10 malam terakhir Ramadan, terutama di malam-malam ganjil.
Baca Juga: 9 Twibbon Nuzulul Quran 2025, Download Gratis dan Bagikan ke Media Sosial!
- Perubahan Sikap dan Kebiasaan
Banyak yang merasakan dorongan spiritual yang kuat di malam Lailatul Qadar.
Mereka yang menghidupkan malam ini dengan ibadah akan merasa lebih dekat dengan Allah dan memiliki semangat baru untuk terus meningkatkan ketakwaan mereka.
Bagaimana Cara Menghidupkan Malam Lailatul Qadar?
- Abdul Muiz Ali dari MUI mengingatkan bahwa tanda-tanda malam Lailatul Qadar memang menarik untuk diperhatikan, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana kita memanfaatkannya.
"Yang seharusnya dilakukan adalah menghidupkan malam itu dengan ibadah, bukan sekadar mencari tanda-tandanya."
Berikut amalan yang bisa dilakukan:
- Qiyamul Lail (Salat Malam) – Perbanyak salat tahajud dan witir.
- Membaca Al-Qur'an – Tingkatkan interaksi dengan Al-Qur'an, baik dengan membacanya maupun mentadaburi isinya.
- Berdoa dan Berzikir – Minta ampunan kepada Allah dengan penuh kesungguhan.
- Bersedekah – Jangan ragu untuk berbagi, karena pahala di malam ini dilipatgandakan.
- Memperbanyak Istighfar – Mohonlah ampunan dan keberkahan bagi diri sendiri dan orang lain.
Kesempatan Emas, Jangan Sampai Terlewat!
Lailatul Qadar adalah anugerah besar yang diberikan Allah hanya sekali dalam setahun.
Bagi siapa pun yang mampu menghidupkannya dengan ibadah, pahalanya setara dengan beribadah selama lebih dari 83 tahun!
Maka dari itu, jangan sampai terlewat. Siapkan diri, tingkatkan ibadah, dan jadikan malam-malam terakhir Ramadan sebagai momentum terbaik untuk meraih keberkahan.
Semoga kita semua termasuk orang-orang yang mendapatkan kemuliaan malam Lailatul Qadar tahun ini. Aamiin! ***
Editor : Dwi Puspitarini