KALTIMPOST.ID, Pernah merasa hati jadi berat, cemas, atau bahkan bad mood setelah lama scrolling di media sosial?
Kalau iya, kamu tidak sendirian. Tanpa sadar, banyak dari kita terjebak dalam pola yang disebut doomscrolling, kebiasaan menggulir tanpa henti, mencari berita atau postingan yang justru bikin suasana hati makin buruk.
Doomscrolling ini seperti jebakan halus. Kita pikir hanya sekadar cek berita atau update teman, eh, tahu-tahu sudah satu jam lebih dan isinya penuh cerita negatif, bencana, pertengkaran selebritas, gosip politik, hingga komentar penuh drama.
Yang lebih parah, semua ini terjadi tanpa kita sadar, apalagi kalau sedang bosan atau gelisah.
Kenapa Doomscrolling Bisa Bikin Kita Semakin Cemas?
Masalah utamanya, algoritma media sosial memang dirancang untuk "mengenal" apa yang kita sering lihat.
Jadi, kalau kamu sering membaca berita sedih atau postingan marah-marah, sistem akan terus menyuguhkan hal serupa.
Akibatnya? Semakin lama kita berada di media sosial, semakin banyak energi negatif yang terserap.
Lama-lama, perasaan cemas, sedih, bahkan hopeless bisa muncul tanpa penyebab jelas.
Dan yang bikin ngeri, semakin kita merasa cemas, semakin kita terdorong untuk doomscrolling lagi. Sebuah siklus yang sulit diputus.
Tanda-Tanda Kamu Sudah Terjebak Doomscrolling
Kamu mungkin perlu lebih waspada kalau mulai sering merasakan hal-hal ini setelah main media sosial:
- Niat awal cuma mau "scroll sebentar", tapi berakhir satu jam lebih.
- Merasa gelisah, marah, atau sedih setelah membaca timeline.
- Sulit tidur karena pikiran dipenuhi berita atau postingan buruk.
- Merasa "butuh tahu semua update" sampai tidak bisa berhenti.
- Kalau sudah begini, waktunya kamu ambil langkah untuk "menyelamatkan" diri sendiri.
Baca Juga: Kalender Mei 2025 Berdasarkan SKB 3 Menteri: Daftar Libur, Cuti Bersama dan Long Weekend
Cara Ampuh Keluar dari Jerat Doomscrolling
Mengurangi doomscrolling itu bukan soal berhenti pakai media sosial, tapi lebih ke soal mengelola caranya. Ini beberapa trik sederhana yang bisa kamu coba:
- Sadar Saat Jari Mulai Bergerak Otomatis
Setiap kali tanganmu refleks membuka aplikasi, berhenti sejenak dan tanya: "Aku mau cari apa?" Kalau jawabannya tidak jelas, lebih baik tutup aplikasinya. - Atur Timer, Jangan Andalkan Niat
Banyak platform punya fitur pembatasan waktu. Pasang batas, misalnya 30 menit untuk Instagram, 30 menit untuk TikTok. Kalau timer berbunyi, berhenti tanpa negosiasi. - Bersihkan Timeline dari Drama
Unfollow akun-akun yang bikin kamu merasa lebih buruk. Isi feed-mu dengan hal-hal positif: humor, motivasi, seni, atau apapun yang membangun energi baik. - Matikan Notifikasi Tidak Penting
Notifikasi itu seperti "pancingan" yang bikin kita terus kembali. Aktifkan mode "Do Not Disturb" saat kamu butuh fokus atau saat malam menjelang tidur. - Ganti Kebiasaan saat Bosan
Doomscrolling sering muncul karena kita bosan. Daripada membuka ponsel, coba ganti dengan aktivitas lain, baik itu jalan kaki, menulis jurnal, atau main dengan hewan peliharaanmu. - Jadwalkan Waktu Detox Digital
Misalnya, satu hari dalam seminggu tanpa media sosial. Atau minimal, satu jam sebelum tidur, jauhkan diri dari semua gadget. - Pilih Waktu Terbaik untuk Baca Berita
Daripada mengecek berita sepanjang hari, tentukan waktu khusus, misalnya hanya pagi hari. Setelah itu, fokuskan hari untuk hal-hal positif.
Media sosial bukan musuh. Tapi kalau kita tidak hati-hati, dia bisa menguras emosi perlahan.
Ingat, kamu berhak mengontrol apa yang masuk ke pikiranmu setiap hari.
Mulailah sadar dengan kebiasaan kecil ini.
Karena sedikit perubahan hari ini, bisa menyelamatkan kesehatan mentalmu di masa depan. ***
Editor : Dwi Puspitarini