Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Bolehkan Niat Qadha Puasa Ramadhan di Bulan Dzulhijjah Sekaligus Puasa Sunnah? Ini Penjelasannya

Dwi Puspitarini • Rabu, 28 Mei 2025 | 07:16 WIB

 

Ilustrasi. Niat qadha puasa Ramadhan di bulan Dzulhijjah.
Ilustrasi. Niat qadha puasa Ramadhan di bulan Dzulhijjah.

KALTIMPOST.ID, Bulan Dzulhijjah kembali hadir, membawa semangat baru bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah.

Salah satu amalan yang banyak diburu adalah puasa sunnah di 9 hari pertama bulan ini.

Tapi, bagaimana kalau kamu masih punya utang puasa Ramadhan yang belum sempat diganti?

Apakah bisa menggabungkannya dengan puasa Dzulhijjah agar keduanya terlaksana sekaligus?

Ternyata, ada peluang besar untuk tetap meraih keutamaan puasa sunnah Dzulhijjah meski kamu sedang menunaikan qadha Ramadhan. Bahkan, sebagian ulama menyebut ini sebagai amalan yang justru lebih utama.

Menurut ulama yang tergabung dalam Nahdlatul Ulama, jika kamu masih memiliki utang puasa Ramadhan, lebih utama untuk mendahulukan qadha.

 Baca Juga: Jadwal Puasa sebelum Idul Adha 2025 Beserta Niat Puasa Dalam Bahasa Arab, Latin dan Artinya

Tapi, jika kamu melakukannya bertepatan dengan hari-hari utama seperti 9 hari pertama bulan Dzulhijjah, kamu tetap bisa mendapatkan keutamaan pahala puasa sunnah meski niat utamanya adalah qadha.

Artinya, kamu bisa menggabungkan dua niat, menunaikan kewajiban sekaligus berharap meraih pahala keutamaan hari-hari mulia.

Dalam kitab I’anatut Thalibin, ulama besar Sayyid Bakri Syatha menjelaskan bahwa puasa di hari-hari utama seperti awal Dzulhijjah akan tetap membawa keutamaan meskipun niatnya untuk puasa qadha.

Bahkan, tanpa niat ganda sekalipun, seseorang bisa meraih dua keutamaan ini:

  1. Pahala ibadah wajib karena melunasi utang Ramadhan.
  2. Keberkahan hari-hari utama karena berpuasa di waktu yang disunnahkan.

 Baca Juga: 7 Jenis Asma dan Gejala Awalnya yang Sering Terabaikan, Bisa Fatal jika Terlambat Ditangani

Kamu bisa melafalkan niat untuk masing-masing jenis puasa seperti berikut:

Niat Puasa Qadha Ramadhan

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin 'an qadhā’i fardhi syahri Ramadhāna lillāhi ta‘ālā

Artinya: Aku berniat untuk mengqadha puasa bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT.

 Niat Puasa Sunnah Dzulhijjah

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذُوالْحِجَّةٍ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma syahri dzulhijjah sunnatan lillāhi ta‘ālā

Artinya: Aku berniat puasa bulan Dzulhijjah, sunnah karena Allah Ta’ala.

Namun jika kamu ragu atau tidak hafal dua niat, cukup niatkan puasa qadha.

Ulama tetap memperbolehkan, dan keutamaan puasa sunnah tetap bisa diraih berkat rahmat Allah dan kemuliaan hari-hari tersebut.

Kalau kamu masih memiliki utang puasa Ramadhan, jangan tunda lagi. Bulan Dzulhijjah adalah momen terbaik untuk mengqadha sekaligus meraih pahala besar dari puasa sunnah.

Tak hanya mendapatkan ampunan dan pahala qadha, kamu juga bisa ikut memetik keutamaan hari-hari yang dimuliakan Allah. ***

Editor : Dwi Puspitarini
#Niat qadha puasa Ramadhan di bulan Dzulhijjah #keutamaan puasa dzulhijjah #Qadha Ramadhan #puasa sunnah dzulhijjah #niat puasa dzulhijjah #Hukum Menggabung Puasa Sunnah