Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Diskon Tiket Pesawat Libur Sekolah Dadakan, Apa Benar Efektif?

Dwi Puspitarini • Kamis, 12 Juni 2025 | 09:19 WIB

 

Ilustrasi sebuah keluarga membeli tiket pesawat.
Ilustrasi sebuah keluarga membeli tiket pesawat.

KALTIMPOST.ID, Mulai 5 Juni hingga 31 Juli 2025, pemerintah resmi menanggung 6% PPN tiket pesawat ekonomi domestik.

Artinya, masyarakat hanya membayar 5% dari tarif PPN normal 11%. Dengan anggaran Rp 430 miliar, langkah ini diharapkan bisa mendongkrak mobilitas dan ekonomi nasional, terutama sektor pariwisata dan transportasi yang sempat lesu.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan, “Pemberian insentif ini merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo dan hasil koordinasi lintas kementerian serta lembaga, untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional dan memperkuat stabilitas ekonomi”.

Namun, respons maskapai justru datar. Mengutip CNBC Indonesia, Sekjen INACA, Bayu Sutanto, menilai kebijakan ini kurang pas dari sisi manfaat langsung untuk penumpang dan peningkatan ekonomi.

 Baca Juga: Tak Hanya Nama Besar Ayahnya, Ini Deretan Prestasi Mutiara Baswedan hingga Tembus Harvard University!

“Kalau dari sisi populisnya mungkin tepat dengan diskon PPN DTP 6% tersebut,” kata Bayu.

Tapi, ia menyoroti waktu peluncuran kebijakan yang terlalu mepet dengan musim liburan.

Banyak keluarga sudah membeli tiket jauh-jauh hari demi harga murah, sehingga diskon ini tidak bisa dinikmati semua orang.

“Perjalanan liburan sekolah itu didominasi keluarga seperti orang tua dan anak atau cucu minimal 3 pax lah. Umumnya mereka sudah merencanakan jauh hari 2-3 bulan sebelum liburan dan membeli tiket, hotel, transport lokal, tiket destinasi dan lain-lain, kenapa lebih awal karena harganya masih murah dibandingkan saat mendekati liburan tersebut,” jelas Bayu.

 Baca Juga: Parenting ala VOC Dianggap Solusi Zaman Modern, Tapi Ini Risiko Nyatanya

Setiap musim liburan, jumlah penumpang memang selalu naik. Namun, Bayu menegaskan, “Ini fenomena rutin, sebagian besar pax tentu sudah membeli jauh hari untuk dapat harga yang ekonomis sesuai hukum demand and supply lah. Anyway, kita liat nanti dampak positifnya cukup besar atau tidak”.

Sementara itu, pemerintah optimistis kebijakan ini bisa meningkatkan keterjangkauan biaya transportasi udara dan mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 5% di kuartal II-2025. ***

Editor : Dwi Puspitarini
#PPN tiket pesawat #harga tiket pesawat 2025 #diskon tiket pesawat #inaca