KALTIMPOST.ID, Kita semua pernah ada di posisi itu, bersemangat ingin membuat kue dari resep internet, tapi justru berakhir dengan hasil yang jauh dari harapan.
Kue tidak mengembang atau bantat, teksturnya keras, atau malah terasa aneh di lidah.
Salah satu penyebab tersering dan paling sederhana adalah salah pakai antara baking soda dan baking powder.
Meski sekilas mirip, dua bahan ini punya peran berbeda di dapur.
Banyak orang mengira keduanya bisa saling menggantikan. Padahal menurut Bon Appétit dan dilansir dari BBC Good Food, perbedaan fungsi dan cara kerjanya justru jadi penentu keberhasilan sebuah adonan.
Kesalahan kecil ini bukan hanya soal rasa, tapi juga soal tampilan dan tekstur makanan yang kamu buat.
Baking soda dan baking powder sama-sama tergolong bahan pengembang dalam dunia baking.
Tapi, jika kamu tidak tahu kapan harus pakai yang mana, maka kemungkinan besar adonanmu akan gagal.
Baca Juga: Jangan Asal Posting Foto Anak di Medsos! Ini Risiko Sharenting yang Perlu Diketahui Orang Tua
Perbedaan Baking Soda dan Baking Powder
- Baking Soda
Baking soda, atau yang dalam label disebut natrium bikarbonat, adalah bahan pengembang alami yang kuat.
Tapi dia tidak bisa bekerja sendiri. Dilansir dari The Spruce Eats, baking soda hanya akan aktif jika bertemu bahan yang bersifat asam, seperti yogurt, cuka, air jeruk lemon, atau buttermilk.
Saat baking soda bertemu asam dan cairan, ia menghasilkan gelembung karbon dioksida yang membuat adonan mengembang.
Tapi hati-hati, takaran terlalu banyak bisa membuat kue terasa getir dan “soda banget”. Karena itu, takaran baking soda harus pas dan hanya digunakan jika dalam resep memang sudah ada bahan asam.
Baca Juga: Alami dan Ampuh! 6 Cara Usir Lalat Hijau dari Dapur Tanpa Bahan Kimia
- Baking Powder
Berbeda dengan baking soda, baking powder sudah mengandung asam di dalamnya.
Menurut King Arthur Baking Company, baking powder biasanya terdiri dari tiga komponen baking soda, asam kering (seperti cream of tartar), dan bahan pengering (seperti tepung jagung).
Ini artinya, kamu tidak perlu menambahkan bahan asam apa pun untuk membuatnya bekerja.
Baking powder akan mulai bekerja saat bercampur dengan cairan, dan akan kembali aktif saat dipanaskan di oven.
Inilah kenapa baking powder sering disebut sebagai “bahan pengembang instan”.
Kalau resep mengandung bahan asam, seperti yogurt, sour cream, atau lemon juice pakailah baking soda. Tapi jika tidak ada bahan asam di resepnya, lebih aman pakai baking powder.
Beberapa resep bahkan memakai keduanya sekaligus. Biasanya ini karena jumlah asam dalam resep tidak cukup untuk mengaktifkan semua baking soda, jadi baking powder ditambahkan agar adonan tetap mengembang maksimal.
Sering Tertukar, Hasil Bisa Gagal Total
Mengganti baking soda dengan baking powder (atau sebaliknya) tanpa tahu proporsinya bisa bikin kue gagal.
Baking soda jauh lebih kuat dari baking powder. Satu sendok teh baking soda setara dengan sekitar tiga sendok teh baking powder. Jika salah takar, hasil akhirnya bisa bantat atau bahkan berasa pahit.
Menurut ahli baking dari Food Network, kalau kamu kehabisan baking powder, kamu bisa bikin sendiri dengan mencampur 1 sdt baking soda dan 2 sdt cream of tartar untuk menghasilkan 1 sdm baking powder buatan sendiri.
Baca Juga: Mengatasi Bumbu Bubuk yang Menggumpal
Jangan Asal Tambah, Pahami Dulu Kebutuhan Resep
Baking soda dan baking powder memang tampak mirip dan sering diletakkan berdekatan di rak dapur.
Tapi keduanya tidak bisa disubstitusi secara langsung. Kenali dulu isi resep, bahan yang digunakan, dan hasil yang diinginkan.
Dengan begitu, kamu bisa memastikan hasil kue sempurna, mengembang, lembut, dan tidak pahit.
Ingat, baking itu ilmu, tapi juga seni. Dan memahami dua bahan ini adalah langkah kecil yang akan membuat kamu jauh lebih percaya diri di dapur. ***
Editor : Dwi Puspitarini