Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Bukan Cuma Soal Pintar, Ini Cara Bikin Anak Jatuh Cinta pada Buku

Dwi Puspitarini • Selasa, 24 Juni 2025 | 11:22 WIB
Ilustrasi orangtua yang membiasakan anak membaca sejak dini.
Ilustrasi orangtua yang membiasakan anak membaca sejak dini.

KALTIMPOST.ID, Kita semua menginginkan yang terbaik untuk anak kita. Kita ingin mereka tumbuh cerdas, punya wawasan luas, dan sukses di masa depan.

Salah satu jembatan emas menuju semua itu, kita tahu, adalah buku. Namun, kenyataannya seringkali tak seindah harapan.

Alih-alih antusias membuka buku, si kecil justru lebih tertarik pada layar gawai yang berkelip.

Banyak dari kita kemudian mencoba berbagai cara, mulai dari menyuruh, "Ayo, baca bukumu!", hingga menjanjikan imbalan.

Namun, pendekatan seperti ini seringkali justru menjadi bumerang. Membaca yang seharusnya menjadi petualangan yang menyenangkan, malah terasa seperti sebuah tugas atau pekerjaan rumah yang membosankan. Anak pun jadi semakin menjaga jarak dengan buku.

Kabar baiknya, menumbuhkan cinta membaca pada anak bukanlah soal paksaan, melainkan soal menciptakan keajaiban.

Ini tentang mengubah lembaran kertas menjadi dunia penuh warna, dan mengubah waktu membaca menjadi momen kebersamaan yang paling dirindukan.

Dengan beberapa trik sederhana, Anda bisa menjadi teladan yang membuat anak jatuh cinta pada buku seumur hidupnya.

 Baca Juga: 7 Cara Efektif Melatih Konsentrasi Anak sebelum Mulai Calistung, Dijamin Lebih Siap Belajar

Kapan Kegiatan Ini Sebaiknya Dimulai?

Banyak orang tua bertanya, kapan waktu yang tepat untuk mengenalkan buku? Apakah harus menunggu anak bisa bicara atau mengenal huruf? Jawabannya mengejutkan.

American Academy of Pediatrics menyarankan orang tua untuk mulai membacakan buku bagi anak sejak mereka lahir. Ya, bahkan sejak hari pertama!

Pada tahap ini, tujuannya bukan agar bayi mengerti jalan cerita. Ini adalah tentang pengalaman.

Mendengar ritme suara Anda, melihat warna-warni gambar, dan merasakan kehangatan pelukan saat dibacakan buku akan menciptakan asosiasi positif.

Otak mereka merekam bahwa buku adalah sumber kenyamanan, kasih sayang, dan ketenangan. Inilah fondasi pertama dari kecintaan pada membaca.

 Baca Juga: Anak Cerdas Bukan Cuma Soal IQ, Ini Kunci Membuka Potensi Kreativitasnya

Jadilah Contoh Nyata, Bukan Sekadar Penyuruh

Anak adalah peniru ulung. Mereka lebih banyak belajar dari apa yang mereka lihat, bukan dari apa yang mereka dengar.

Dilansir dari Reading Rockets, sebuah organisasi literasi nirlaba, salah satu cara paling ampuh untuk menumbuhkan minat baca adalah dengan menjadi contoh.

Biarkan anak melihat Anda membaca dengan menikmati, entah itu koran di pagi hari, novel sebelum tidur, atau bahkan buku resep di dapur.

Ketika mereka melihat orang tuanya menganggap membaca sebagai aktivitas yang menyenangkan dan berharga, mereka secara alami akan penasaran dan ingin menirunya.

Anda tidak bisa menjual sesuatu yang Anda sendiri tidak membelinya, bukan?

Sulap Rutinitas Membaca Jadi Momen Paling Dinanti

Kunci utamanya adalah membuat aktivitas membaca terasa seperti bermain, bukan belajar.

Menurut para ahli di Parents.com, menciptakan rutinitas yang positif adalah segalanya.

1. Ciptakan 'Sarang' Membaca

Sediakan satu sudut di rumah yang nyaman dengan bantal empuk, pencahayaan hangat, dan rak buku yang mudah dijangkau anak. Jadikan tempat ini sebagai 'area ajaib' khusus untuk bertualang bersama buku.

2. Jadilah Aktor di Atas Panggung Cerita

Jangan membaca dengan datar. Gunakan intonasi suara yang berbeda untuk setiap karakter, buat ekspresi wajah yang lucu, dan gunakan gerakan tangan.

Jadilah serigala yang serak, putri yang lembut, atau raksasa yang menggelegar. Energi Anda akan menular!

3. Biarkan si Kecil Jadi Sutradaranya

Beri mereka kebebasan untuk memilih buku mana yang ingin dibaca, bahkan jika itu buku yang sama untuk keseratus kalinya.

Rasa memiliki dan kontrol ini membuat mereka lebih bersemangat. Biarkan mereka membalik halaman atau menunjuk gambar yang mereka suka.

Baca Juga: Jangan Asal Posting Foto Anak di Medsos! Ini Risiko Sharenting yang Perlu Diketahui Orang Tua

Hubungkan Buku dengan Dunia Nyata, Bawa Cerita Keluar dari Halaman

Untuk membuat pengalaman membaca lebih hidup, hubungkan cerita di dalam buku dengan kehidupan sehari-hari anak.

Sebagaimana disarankan oleh banyak pakar perkembangan anak, koneksi ini membuat konsep abstrak menjadi lebih nyata.

Misalnya, setelah membaca buku tentang binatang di kebun binatang, rencanakan kunjungan ke kebun binatang di akhir pekan.

Saat membaca buku tentang apel, ajak ia ke pasar untuk melihat dan membeli apel sungguhan.

Dengan cara ini, anak akan mengerti bahwa buku adalah jendela untuk memahami dunia di sekitar mereka.

Kunjungan ke Perpustakaan

Jadikan kunjungan ke perpustakaan atau toko buku sebagai sebuah petualangan yang seru.

Biarkan anak merasakan sensasi menjelajahi rak-rak yang penuh dengan 'harta karun'.

Buatkan ia kartu perpustakaan atas namanya sendiri; ini akan memberinya rasa bangga dan tanggung jawab.

Ikuti sesi dongeng atau kegiatan anak lainnya yang sering diadakan di perpustakaan.

Tunjukkan padanya bahwa buku adalah pusat dari sebuah komunitas yang menyenangkan.

 Baca Juga: Hati-Hati Bahaya Child Grooming! Inilah Cara Pelaku Child Grooming Memancing Anak-Anak untuk Kepentingan Seksual

Pada akhirnya, tujuan utama kita bukanlah mencetak seorang pembaca cepat atau penghafal kata yang ulung.

Tujuannya adalah menumbuhkan seorang manusia yang menemukan kebahagiaan, imajinasi, dan teman seumur hidup di dalam halaman-halaman buku.

Lupakan paksaan dan tekanan. Fokuslah pada koneksi, kegembiraan, dan keajaiban.

Dengan menjadi teladan dan menciptakan rutinitas yang hangat, Anda tidak hanya mengajarkan anak cara membaca, tetapi juga memberinya hadiah terindah, cinta pada dunia literasi yang akan menemaninya selamanya. ***

Editor : Dwi Puspitarini
#Menumbuhkan Minat Baca Anak #literasi anak #Tips Membaca Anak Usia Dini #tips parenting #peran orang tua