KALTIMPOST.ID, Punya IPK tinggi bukan lagi satu-satunya jalan untuk mendapatkan beasiswa.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) melalui Peraturan Gubernur Kaltim Nomor 24 Tahun 2025 membuka peluang beasiswa yang inklusif.
Di dalamnya terdapat jalur afirmasi dan program khusus yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa yang memiliki latar belakang unik dan keadaan tertentu.
Beasiswa ini menjangkau lebih dari sekadar nilai rapor atau IPK tinggi. Bagi mahasiswa yang berasal dari keluarga tak mampu, penyintas kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), hingga penghafal Al-Qur'an 30 juz, semuanya punya kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan tinggi.
Inilah bentuk nyata bahwa pendidikan adalah hak semua orang bukan hanya untuk mereka yang unggul secara akademik, tetapi juga mereka yang tangguh dalam menghadapi hidup.
Baca Juga: Peluang Emas! Pemprov Kaltim Buka Beasiswa Luar Negeri, Cek Rincian Dana dan Syaratnya
Apa Itu Jalur Afirmasi dan Program Khusus Beasiswa Kaltim 2025?
Mengutip dari Peraturan Gubernur Kalimantan Timur Nomor 24 Tahun 2025 tentang Bantuan Biaya Pendidikan Bagi Mahasiswa pada Perguruan Tinggi, jalur afirmasi ditujukan kepada mahasiswa asal Kaltim yang berada dalam kondisi tertentu yang dianggap layak mendapatkan dukungan negara. Ini termasuk:
- Disabilitas (penyandang cacat fisik atau sensorik)
- Mahasiswa dari keluarga tidak mampu
- Warga dari daerah tertinggal, terluar, dan terdepan (3T)
- Korban terdampak Covid-19
- Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT)
- Penghafal Al-Qur'an 30 Juz
- Mahasiswa dengan program studi sangat spesifik yang dibutuhkan daerah
- Mahasiswa yang sedang menyelesaikan skripsi, tesis, atau disertasi
Sementara itu, jalur khusus diberikan kepada mahasiswa yang mengikuti program kerja sama antara Pemprov Kaltim dan institusi pendidikan, baik di dalam maupun luar negeri, termasuk pendidikan agama atau studi khusus lainnya.
Baca Juga: Selamat Tinggal Kaltim Tuntas, Sambut Era Baru Beasiswa Gratispol
Pemprov Kaltim menetapkan bahwa semua penerima beasiswa, baik dari jalur reguler maupun afirmasi, wajib bersedia mengabdi di Kalimantan Timur setelah lulus jika dibutuhkan oleh pemerintah.
Artinya, beasiswa ini tidak hanya menjadi bentuk bantuan, tetapi juga investasi jangka panjang untuk daerah.
Dilansir dari kaltimkece.id, besaran bantuan juga bervariasi, mulai dari Rp 5 juta untuk UKT umum, Rp 7,5 juta untuk Fakultas Teknik, hingga Rp15–17,5 juta untuk bidang kesehatan, sesuai dengan kebutuhan dan kondisi mahasiswa.
Penyaluran dana untuk penerima beasiswa luar daerah dan luar negeri dilakukan langsung ke rekening pribadi mahasiswa, sementara untuk dalam daerah melalui rekening perguruan tinggi, memastikan transparansi dan kemudahan akses.
Langkah ini memastikan bahwa mereka yang dibantu hari ini, kelak akan kembali membantu pembangunan Kalimantan Timur melalui profesi dan keahlian yang dimiliki.
Langkah Nyata Pemprov untuk Pendidikan yang Merata
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud telah menegaskan bahwa semangat dari Program Gratispol ini adalah mendorong keterjangkauan pendidikan tanpa diskriminasi.
Dalam keterangan tertulisnya, beliau mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjadikan pendidikan sebagai jalan keluar dari berbagai bentuk keterbatasan.
Dengan hadirnya jalur afirmasi dan program khusus ini, diharapkan tak ada lagi generasi muda Kaltim yang harus menyerah pada mimpi hanya karena kondisi ekonomi, fisik, atau sosial.
Beasiswa Kaltim 2025 lewat jalur afirmasi dan program khusus adalah bukti bahwa harapan selalu ada.
Ini bukan sekadar program bantuan, tapi adalah cermin komitmen pemerintah terhadap keadilan pendidikan.
Jadi, bila kamu merasa tidak masuk jalur prestasi akademik, jangan putus asa. Bisa jadi, justru jalur afirmasi inilah jalan terangmu menuju masa depan lebih baik.
Buka pintu peluangmu sekarang. Karena semua mimpi pantas diperjuangkan. ***
Editor : Dwi Puspitarini