Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Kenapa Hati Kita Sering Sakit saat Lihat Orang Lain Bahagia? Ini Cara Ampuh Mengatasinya

Dwi Puspitarini • Minggu, 13 Juli 2025 | 09:10 WIB
Ilustrasi seseorang yang tidak suka saat melihat orang lain mendapatkan keberhasilan.
Ilustrasi seseorang yang tidak suka saat melihat orang lain mendapatkan keberhasilan.

KALTIMPOST.ID, Kadang kita tidak sadar, saat orang lain meraih keberhasilan, ada rasa sempit di dada kita.

Entah itu teman yang baru beli rumah, saudara yang sukses bisnis, atau bahkan seseorang di media sosial yang terlihat hidupnya serba enak, semua itu bisa memunculkan rasa kesal, sebal, bahkan benci. Mengapa hati bisa seperti itu?

Perasaan seperti ini sering datang diam-diam. Ia tidak meledak seperti marah, tidak mencolok seperti sedih, tapi ia menggerogoti perlahan.

Inilah yang dalam Islam dikenal dengan hasad, rasa iri terhadap nikmat orang lain, disertai keinginan agar nikmat itu hilang dari orang tersebut.

Jika dibiarkan, hasad bukan hanya merusak hubungan sosial, tetapi juga bisa menghancurkan batin sendiri.

Lantas, bagaimana caranya agar hati kita tidak benci melihat kebahagiaan orang lain?

 Baca Juga: Makan Dulu sebelum Tahu Harga, Gimana Hukumnya Menurut Islam?

  1. Kenali dan Akui Bahwa Hasad Itu Ada

Langkah pertama adalah jujur pada diri sendiri. Banyak orang menolak mengakui bahwa mereka iri, tapi hati tak bisa dibohongi.

Mengutip Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin, hasad adalah penyakit hati yang sangat halus, dan hanya bisa disembuhkan jika seseorang menyadari bahwa dirinya sedang mengalaminya.

Mengakui perasaan ini bukan berarti membenarkannya, tapi menjadi awal penyembuhan.

  1. Ingat Bahwa Nikmat Allah Itu Luas dan Tak Terbatas

Hasad biasanya muncul karena merasa nikmat orang lain mengurangi jatah kita. Padahal dalam Islam, rezeki setiap orang sudah ditetapkan, dan Allah tidak pernah salah memberi.

Dilansir dari tafsir QS An-Nisa ayat 32, Allah berfirman:

وَلَا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللّٰهُ بِهٖ بَعْضَكُمْ عَلٰى بَعْضٍۗ لِلرِّجَالِ نَصِيْبٌ مِّمَّا اكْتَسَبُوْاۗ وَلِلنِّسَاۤءِ نَصِيْبٌ مِّمَّا اكْتَسَبْنَۗ وَسْـَٔلُوا اللّٰهَ مِنْ فَضْلِهٖۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمًا ۝٣٢
wa lâ tatamannau mâ fadldlalallâhu bihî ba‘dlakum ‘alâ ba‘dl, lir-rijâli nashîbum mimmaktasabû, wa lin-nisâ'i nashîbum mimmaktasabn, was'alullâha min fadllih, innallâha kâna bikulli syai'in ‘alîmâ

“Janganlah kamu berangan-angan (iri hati) terhadap apa yang telah dilebihkan Allah kepada sebagian kamu atas sebagian yang lain. Bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan dan bagi perempuan (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan. Mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

Artinya, Allah memberi sesuai hikmah dan takaran yang adil. Kebahagiaan orang lain bukan berarti kesedihan untuk kita.

 Baca Juga: Bunga Flat vs Floating, Mana yang Lebih Aman untuk KPR Rumah Pertamamu?

  1. Doakan Kebaikan untuk Orang yang Kita Iri

Ini mungkin terasa berat di awal, tapi sangat manjur. Ketika kita mulai merasa iri, segera balas dengan mendoakan kebaikan untuk orang tersebut.

Mengutip hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

“Tidak sempurna iman seseorang hingga dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri.”

Mendoakan adalah cara untuk melawan hasad secara langsung. Saat lidah mendoakan, hati akan perlahan ikut luluh.

  1. Fokus pada Nikmat yang Kita Miliki

Hasad tumbuh karena kita terlalu sering membandingkan hidup kita dengan orang lain. Maka, berhentilah membandingkan dan mulai bersyukur.

Ulama besar Ibn Qayyim Al-Jauziyah menyarankan agar kita melatih hati untuk mengingat nikmat pribadi setiap hari, sekecil apa pun.

Misalnya tubuh sehat, waktu luang, orang tua yang masih hidup, atau teman yang setia.

“Jangan remehkan nikmat yang kau miliki hanya karena mata sibuk memandangi nikmat orang lain.” Ibn Qayyim

 Baca Juga: Mitos Menyapu Tidak Bersih Bisa Dapat Suami Brewokan? Fakta dan Makna Tersembunyi di Balik Tradisi Ini

  1. Perbanyak Zikir dan Mohon Perlindungan dari Hasad

Allah SWT memberikan perlindungan khusus dari orang yang hasad dalam surah Al-Falaq ayat 5:

وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَࣖ ۝٥

wa min syarri ḫâsidin idzâ ḫasad

“dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.”

Bacaan zikir dan istighfar secara rutin bisa membersihkan hati dari penyakit batin. Jangan malu untuk memohon, “Ya Allah, bersihkan hatiku dari hasad, dan berilah aku hati yang lapang serta ridha dengan ketentuan-Mu.”

Hati yang Tenang Tak Akan Terancam oleh Nikmat Orang Lain

Hasad bukan hanya membuat kita jauh dari orang lain, tapi juga menjauhkan kita dari ketenangan jiwa.

Bila dibiarkan, ia akan terus tumbuh menjadi benci, dendam, bahkan perbuatan zalim.

Namun jika kita mau melawannya dengan kejujuran, doa, dan usaha memperbaiki diri, insya Allah hati kita bisa kembali lapang.

Saat orang lain bahagia, kita pun bisa ikut bahagia bukan karena ikut memiliki nikmatnya, tapi karena memiliki hati yang sehat dan tenang. ***

Editor : Dwi Puspitarini
#penyakit hati #cara menenangkan hati #cara mengatasi hasad #Iri dan dengki #iri terhadap nikmat orang lain