Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

5 Contoh Gaya Hidup Soft Living ala Gen Z: Gaya Hidup Anti-Burnout yang Makin Populer

Rahmi Ramadhani • Senin, 4 Agustus 2025 | 17:28 WIB

 

Ilustrasi. Gaya hidup soft living ala Gen Z bikin lebih waras dan bahagia di tengah tekanan.
Ilustrasi. Gaya hidup soft living ala Gen Z bikin lebih waras dan bahagia di tengah tekanan.

KALTIMPOST.ID, Pernah merasa hidup terlalu cepat, penuh tekanan, dan seperti enggak punya waktu untuk diri sendiri? Kamu tidak sendirian.

Banyak anak muda, khususnya Gen Z, mulai menyadari bahwa hidup yang terlalu sibuk dan penuh ambisi justru membuat mereka rentan burnout.

Sebagai respons, muncullah soft living—gaya hidup yang menekankan ketenangan, keseimbangan, dan kesehatan mental. Tren ini mulai ramai dibicarakan di media sosial dan jadi pilihan hidup baru yang lebih “waras” di tengah tuntutan zaman

Alih-alih terus menerus mengejar pencapaian, soft living mengajak kita hidup lebih mindful dan menghargai hal-hal kecil dalam keseharian. Tapi seperti apa sih praktik soft living dalam kehidupan sehari-hari?

Berikut 5 contoh gaya hidup soft living yang bisa mulai kamu terapkan:

1. Punya Rutinitas Pagi yang Tenang

Banyak Gen Z yang memulai hari dengan journaling, minum teh, atau membaca buku ringan sebelum menyentuh gadget.

Rutinitas ini memberi waktu untuk menyambut hari dengan tenang dan tidak terburu-buru. Bahkan hanya 10 menit stretching dan aromaterapi bisa membantu mood jadi lebih stabil.

2. Menolak Ajakan Nongkrong Demi Me-Time

Soft living berarti berani memilih waktu sendiri tanpa rasa bersalah. Daripada ikut nongkrong yang bikin kantong kering dan hati kosong, Gen Z memilih untuk recharge energi di rumah.

Me time bisa berarti skincare-an, nonton film favorit, atau sekadar rebahan tanpa distraksi.

3. Bikin To-Do List Realistis, Bukan Perfeksionis

Alih-alih mengejar produktivitas maksimal, orang yang menerapkan soft living lebih suka membuat daftar harian yang realistis.

Misalnya: “Hari ini cukup masak makanan sehat dan tidur lebih awal.” Tujuannya bukan untuk sibuk, tapi hidup lebih tertata dan tidak terbebani.

Baca Juga: 5 Cara Efektif Menggunakan Aromaterapi Lebih Maksimal

4. Rehat Sejenak Tanpa Rasa Bersalah

Soft living mengajarkan bahwa istirahat adalah kebutuhan, bukan kemewahan. Tidur siang, jalan santai sore hari, atau sekadar duduk diam menikmati udara segar adalah bentuk self-care yang sah. Gen Z mulai berani ambil jeda—tanpa merasa malas atau bersalah.

5. Mengurangi Konsumsi Sosial Media yang Melelahkan

Daripada scroll konten yang bikin insecure, Gen Z yang menjalani soft living mulai sadar untuk membatasi waktu online.

Mereka lebih selektif mengikuti akun yang memberi inspirasi, bukan tekanan. Digital detox sesekali jadi cara menjaga kesehatan mental tetap terjaga.

Soft living bukan tentang bermalas-malasan, tapi tentang menciptakan ruang aman dalam hidup yang penuh tekanan.

Dengan langkah-langkah kecil dan sadar, kita bisa hidup lebih tenang, bahagia, dan tetap berkembang sesuai ritme kita sendiri. ***

Editor : Dwi Puspitarini
#Soft Living #anti burnout #gaya hidup #Gen Z