Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Gen Z dan Gaya Hidup Instan: Sehat Itu Bukan tren tapi Komitmen, Mulailah dari Hal Kecil untuk Sehat

Alisha Indah Latifa • Rabu, 6 Agustus 2025 | 12:01 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

KALTIMPOST.ID, Scrolling TikTok selama dua jam sambil makan mi instan. Minum kopi susu kekinian dua kali dalam sehari karena “butuh mood booster”. Lari ke klinik skincare pas jerawat muncul, tapi lupa tidur cukup. Gen Z, kamu nggak sendirian.

Kita hidup di era serba cepat—instan, digital, praktis. Namun, sayangnya, kesehatan fisik dan mental nggak bisa dibentuk dengan cara kilat.

Gaya Hidup Instan, Risiko Nyata

Menurut World Health Organization (WHO), gaya hidup sedentari (minim gerak) dan konsumsi makanan cepat saji jadi penyebab utama meningkatnya penyakit tidak menular (PTM) di kalangan muda, seperti obesitas, hipertensi, dan gangguan metabolik—bahkan sejak usia 20-an.

Sebuah studi dari Journal of Adolescent Health (2022) menunjukkan bahwa 64 persen Gen Z mengalami gangguan tidur karena kebiasaan begadang dengan layar.

Pola tidur kacau bisa memicu stres, gangguan hormon, bahkan penurunan sistem imun.

Dan jangan lupakan dampak jangka panjang dari “minum kopi terus tanpa makan”—bisa memicu asam lambung, gangguan cemas, dan dehidrasi kronis.

Sehat Itu Nggak Estetik Doang

Sayangnya, banyak yang menganggap gaya hidup sehat cuma soal smoothie bowl yang Instagramable atau yoga di rooftop.

Padahal, menurut dr Grace Judio-Kahl, MSc, praktisi kesehatan dan konsultan gaya hidup sehat, “Hidup sehat itu bukan soal tren, tapi soal konsistensi kecil yang dilakukan setiap hari. Bahkan sesederhana tidur cukup dan minum air putih cukup sudah jadi investasi besar bagi tubuh.”

Gaya Hidup Sehat yang Realistis

Nggak harus sempurna kok. Kamu bisa mulai dari hal pertama ini, yakni tidur minimal 7 jam per malam, kemudian jalan kaki 20 menit setiap hari.

Selain itu, makan sayur di 2 dari 3 waktu makan. Jangan lupa kurangi asupan minuman manis dan batasi konsumsi makanan cepat saji maksimal satu kali per minggu.

Intinya: kamu nggak perlu ikut semua tren demi terlihat “sehat”—yang penting, tubuh kamu merasa benar-benar sehat. 

Dr Frank Lipman, ahli kesehatan integratif asal AS menyebut kesehatan itu bukan tujuan akhir, tapi proses harian yang konsisten.

Jadi, yuk mulai sehat dari hal kecil. Karena tubuhmu bukan proyek estetika, tapi rumah tempat kamu tinggal seumur hidup.

 

 

Editor : Hernawati
#Gaya Hidup Instan #kesehatan fisik dan mental #gaya hidup #Gen Z #who