Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Kapan Waktu Terbaik untuk Journaling? Ini Manfaatnya untuk Kesehatan Mental

Rahmi Ramadhani • Kamis, 7 Agustus 2025 | 07:38 WIB

 

Ilustrasi. Journaling nggak harus pagi. Temukan momen-momen mengejutkan yang bisa bantu kamu lebih jujur pada diri sendiri.
Ilustrasi. Journaling nggak harus pagi. Temukan momen-momen mengejutkan yang bisa bantu kamu lebih jujur pada diri sendiri.

KALTIMPOST.ID, Menulis jurnal atau journaling jadi salah satu cara paling sederhana tapi ampuh untuk mengenal diri sendiri.

Aktivitas ini bisa dilakukan kapan saja—tidak ada waktu yang mutlak benar atau salah. Yang terpenting, journaling dilakukan saat kamu merasa perlu meluapkan pikiran, menenangkan hati, atau sekadar mencatat hal-hal penting dalam hidup.

Berikut enam momen yang bisa jadi waktu terbaik untuk journaling:

  1. Saat Mengalami Emosi yang Kuat

 Ketika sedang senang luar biasa, kecewa, marah, atau bingung, journaling bisa jadi tempat yang aman untuk menyalurkan emosi.

Dengan menulis, kita bisa memproses perasaan tanpa harus langsung melampiaskannya ke orang lain. Kadang, solusi atau pemahaman baru justru muncul saat kita sedang menulis.

  1. Saat Merasa Stres atau Cemas

Pikiran yang kalut, tekanan pekerjaan, atau overthinking bisa terasa lebih ringan setelah dituangkan dalam bentuk tulisan.

Journaling membantu kita menata ulang pikiran dan mencari sudut pandang baru yang lebih tenang. Ini seperti "curhat" kepada diri sendiri, tapi lebih terarah.

  1. Ketika Ingin Merefleksikan Pengalaman

Pulang dari liburan, baru saja melewati momen penting, atau mengalami hari yang penuh pelajaran? Saat-saat seperti ini sangat cocok untuk journaling.

Tulisanmu bisa jadi pengingat berharga suatu hari nanti—bukan hanya soal kejadian, tapi juga tentang bagaimana kamu merasakannya saat itu.

  1. Untuk Memahami Diri Lebih Dalam

Semakin sering kamu menulis, semakin mudah mengenali pola pikir, reaksi, dan emosi yang berulang.

Journaling bisa membantu kamu mengenal versi diri sendiri yang mungkin belum pernah disadari sebelumnya. Ini proses refleksi yang pelan-pelan memperkuat kesadaran diri.

  1. Sebagai Alat Menetapkan dan Mengevaluasi Tujuan

Menuliskan target, rencana, dan kemajuan bisa membuat prosesmu terasa lebih nyata dan terukur.

Journaling bisa digunakan sebagai habit tracker, penetapan tujuan bulanan, bahkan untuk mencatat hal-hal kecil yang patut dirayakan.

  1. Sebagai Bagian dari Perawatan Kesehatan Mental

Banyak terapis merekomendasikan journaling sebagai bagian dari proses penyembuhan mental.

Dengan menulis secara rutin, seseorang bisa melatih kejujuran emosional, mengurangi tekanan batin, dan perlahan memahami perasaan yang sulit diungkapkan secara verbal.

 Baca Juga: Jejak Tradisi Bermajelis di Samarinda: 5 Tempat Ini Selalu Ramai Jamaah

Journaling bisa dilakukan kapan saja—pagi, siang, atau malam. Yang penting adalah niat untuk mengenali diri dan menenangkan pikiran.

Jadi, kapan pun kamu merasa butuh ruang untuk mengekspresikan diri, ambil pena dan buku, atau buka aplikasi catatanmu. Tuliskan apa yang kamu rasakan. Sekecil apa pun, itu tetap berarti. ***

Editor : Dwi Puspitarini
#menulis jurnal #manfaat journaling #kesehatan mental #Waktu Terbaik untuk Journaling