Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Sejarah Bendera Merah Putih, Dari Jahitan Fatmawati hingga Disembunyikan dari Belanda

Dwi Puspitarini • Sabtu, 16 Agustus 2025 | 06:30 WIB

 

Ilustrasi bendera merah putih.
Ilustrasi bendera merah putih.

KALTIMPOST.ID, Bendera Merah Putih bukan sekadar kain dua warna. Ia adalah saksi bisu perjuangan, pengorbanan, dan cinta tanah air yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Tapi di balik kibarnya di setiap peringatan kemerdekaan, ada kisah-kisah dramatis yang jarang dibongkar buku sejarah.

Dari Sidang Tahun 1944 ke Jahitan Tangan Fatmawati

Semua bermula pada 12 September 1944, ketika Ir. Soekarno memimpin sidang bersama pihak Jepang membahas lambang negara.

Dari sana diputuskan, merah untuk keberanian, putih untuk kesucian hati.

Bahan bendera diambil dari gudang Pintu Air. Berukuran 300x200 cm, kain katun halus itu kemudian dijahit oleh Fatmawati dengan penuh ketelitian.

Hasil jahitan inilah yang berkibar megah saat proklamasi 17 Agustus 1945 di Pegangsaan Timur 56.

Aksi Penyelamatan Penuh Risiko

Tak banyak tahu, bendera pusaka pernah terancam dirampas Belanda. Husein Mutahar, sang penyelamat, memisahkan warna merah dan putih menjadi dua potongan kain terpisah, lalu membawanya di tas berbeda agar tak dicurigai.

Potongan itu kemudian dijahit kembali dan dikembalikan kepada Bung Karno.

Simbol yang Lebih Tua dari Indonesia Merdeka

Jauh sebelum 1945, merah putih sudah menjadi bagian dari budaya Nusantara. Majapahit, Kerajaan Bone, hingga Minangkabau menggunakan kombinasi warna ini sebagai lambang kekuasaan dan kejayaan.

Dalam budaya Jawa, merah dan putih bahkan disimbolkan sebagai gula merah dan nasi putih—makanan pokok rakyat.

Bukan Hanya Berkibar di Tiang, tapi di Hati

Kini, Merah Putih ada di setiap sudut negeri. Tapi tugas kita bukan hanya menghormatinya di upacara, melainkan menjaga makna yang terkandung di dalamnya, keberanian, kesucian, persatuan, dan cinta tanah air.

Karena kemerdekaan yang kita nikmati hari ini bukan hadiah—ia adalah hasil darah, keringat, dan air mata yang tak ternilai harganya. ***

Editor : Dwi Puspitarini
#kerajaan majapahit #belanda #sejarah indonesia #bendera merah putih #hut ri #17 agustus #makna bendera indonesia #Sejarah Merah Putih