KALTIMPOST.ID, Hidup di Balikpapan membawa banyak keberuntungan. Kota ini tidak hanya punya pantai yang indah, tapi juga dikelilingi oleh kawasan hutan yang masih alami — seperti Hutan Lindung Sungai Wain, kawasan mangrove Margomulyo, hingga hutan kota yang jadi paru-paru kota.
Tapi tahukah kamu? Semua keindahan itu bisa hilang kalau kita tidak ikut peduli. Hutan bisa rusak, dan satwa liar seperti bekantan atau beruang madu bisa kehilangan rumahnya.
Kabar baiknya, kamu tidak harus jadi aktivis lingkungan untuk menjaga hutan dan penghuninya. Cukup mulai dari gaya hidup sehari-hari. Apa saja?
1. Mulai dari Rumah: Kurangi Sampah, Pilih yang Ramah
Sampah plastik masih jadi masalah besar, termasuk di kawasan hutan dan pesisir Balikpapan. Kamu bisa bantu dengan:
- Bawa tas belanja sendiri saat berbelanja.
- Pilih produk tanpa kemasan berlebihan.
- Pisahkan sampah organik dan anorganik.
- Dukung program bank sampah di lingkunganmu.
- Jangan Pelihara Satwa Liar, Biarkan Mereka Tetap Liar
Bekantan memang lucu, burung enggang memang eksotis — tapi mereka bukan peliharaan. Tempat mereka adalah di hutan, bukan di kandang atau sangkar. Mendukung pelestarian satwa bisa dimulai dari tidak membeli atau memelihara hewan liar.
3. Pilih Wisata Alam yang Edukatif
Balikpapan punya banyak pilihan wisata hijau: Hutan Lindung Sungai Wain, Mangrove Center Margomulyo, dan kawasan konservasi lainnya. Datang bukan hanya untuk selfie, tapi juga untuk belajar dan menghargai alam. Bonusnya, kamu dapat udara segar dan hati yang lebih tenang. Jadi healing kan?
4. Tanam Pohon, atau Setidaknya Rawat yang Ada
Ikut program tanam pohon atau adopsi pohon di lingkunganmu. Kalau belum bisa, cukup jaga dan rawat pohon di sekitar rumah. Pohon lokal seperti meranti, bangkirai, atau tengkawang bisa membantu menjaga ekosistem tetap seimbang.
5. Dukung Produk Lokal dan Ramah Hutan
Pilih produk yang tidak merusak hutan. Misalnya, minyak tengkawang dari hutan adat, rotan, madu hutan, atau kerajinan tangan lokal. Hindari kayu atau produk ilegal yang tidak jelas asalnya.
6. Ikut Komunitas, Bikin Aksi Jadi Seru
Ada banyak komunitas lingkungan di Balikpapan yang terbuka untuk siapa saja. Mulai dari kegiatan bersih-bersih pantai, tanam mangrove, sampai edukasi sekolah. Aksi jadi lebih ringan dan seru kalau dilakukan bareng-bareng.
Yuk, Mulai dari Sekarang
Baca Juga: Butuh Kabur ke Alam? Ini 12 Destinasi Wisata Hijau Resmi di Balikpapan versi BPS
Menjaga hutan dan satwa bukan cuma soal larangan dan aturan. Ini soal gaya hidup — tentang bagaimana kita memilih untuk hidup berdampingan dengan alam. Di kota seperti Balikpapan, yang punya kekayaan alam luar biasa, hal ini jadi semakin penting.
Jadi, yuk mulai dari langkah kecil. Karena kalau bukan kita yang jaga, siapa lagi? (*)
Editor : Almasrifah